Dunia Sedang Uji Coba Vaksin COVID-19 Tahap 3, Siapa Terdepan?

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:07 WIB
Dunia Sedang Uji Coba Vaksin COVID-19 Tahap 3, Siapa Terdepan?
DW

Ada vaksin yang dihentikan sementara? ChAdOx1 nCoV-19: AstraZeneca & Universitas Oxford Dua dari kandidat vaksin yang paling disenangi, yakni dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson, telah dihentikan sementara karena relawan mengalami reaksi misterius yang belum dapat dijelaskan. ChAdOx1 nCoV-19 adalah vaksin vektor virus yang diuji coba Tahap 3, dan ditargetkan bisa diuji coba kepada 50.000 relawan.

Hasil awal dari dua fase klinis pertama menunjukkan vaksin memicu respons imun yang kuat, menghasilkan antibodi dan respons sel-T pada relawan. Namun, penelitian ini ditunda karena salah satu relawan Inggris mengalami penyakit yang belum dapat dijelaskan.

Ad26.COV2-S: Johnson & Johnson Johnson & Johnson yang memproduksi vaksin adenovector, merekrut sekitar 60.000 relawan di berbagai negara. Namun, pada 12 Oktober, pengujian harus dihentikan sementara karena relawan mengalami penyakit yang tidak dapat dijelaskan. Pengembang kini sedang menyelidikinya dan memerlukan tinjauan keamanan independen.

Tidak jarang uji klinis mengalami jeda atau penghentian sementara. Hasil uji coba pada hewan menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan antibodi "penetral yang kuat" pada kera, dan memberikan "perlindungan lengkap atau hampir lengkap" setelah satu dosis. Sputnik V: Pusat Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gameleya Vaksin Sputnik V Rusia yang berdasarkan dua vektor adenovirus, juga menarik perhatian luas, setelah pemerintah Rusia menyetujuinya untuk penggunaan umum pada 11 Agustus 2020, tanpa menyelesaikan uji coba Tahap 3.

Hasil dari dua percobaan pertama menunjukkan respons kekebalan yang kuat di antara 76 peserta. Pengujian vaksin tidak berakhir pada Tahap 3 Para ahli memperingatkan masih butuh waktu yang lama untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif, meski kecepatan kemajuan vaksin virus corona ini tak tertandingi dalam sejarah vaksinasi manusia.

Meskipun uji klinis dapat menunjukkan bahwa vaksin aman dan efektif terhadap puluhan ribu dan bahkan ratusan ribu orang, uji coba ini tidak serta merta merangkum setiap kemungkinan efek samping yang dapat terjadi di antara orang-orang tertentu atau setelah jangka waktu yang lama.

Itulah mengapa, bahkan setelah vaksin diluncurkan, penting untuk memantau keamanan dan kemanjuran vaksin, kata Naor Bar Zeev, wakil direktur Pusat Akses Vaksin Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat John Hopkins Bloomberg di AS. "Tidak pernah ada kepastian," kata Bar Zeev kepada DW. Pemantauan yang sedang berlangsung ini kadang-kadang disebut sebagai 'Fase 4' dalam uji klinis - dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

"Saya pikir harapan publik adalah bahwa begitu vaksin tersedia, kita akan kembali ke keadaan semula - kita berhenti memakai masker, kita berhenti menjaga jarak. Tapi itu adalah pemahaman yang salah tentang apa yang vaksin dapat lakukan – setidaknya pada tahap awal,” kata Bar Zeev. Ia menekankan bahwa pengiriman dan evaluasi berkelanjutan dari distribusi vaksin secara luas adalah proses yang panjang. (pkp/gtp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku 'Rahasia Cara Belajar Para Ilmuwan Dunia' Karya Ricard Decaprio

Ulasan Buku 'Rahasia Cara Belajar Para Ilmuwan Dunia' Karya Ricard Decaprio

Your Say | Minggu, 14 Januari 2024 | 18:44 WIB

Terkini

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:29 WIB

Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun

Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:19 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:17 WIB

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:01 WIB

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:58 WIB

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:52 WIB

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:42 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:37 WIB

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:36 WIB

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:19 WIB