Jokowi: Semangat Sumpah Pemuda Harus Terus Menyala

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:44 WIB
Jokowi: Semangat Sumpah Pemuda Harus Terus Menyala
Presiden Joko Widodo (Dok. Kris-BPMI)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi 92 tahun yang lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, merupakan sebuah peristiwa penting yang sangat bersejarah.

Jokowi mengatakan ketika itu para pemuda dari seluruh penjuru Nusantara menyisihkan berbagai perbedaan di antara mereka, baik suku, agama, maupun bahasa daerah, untuk bersumpah menjadi Indonesia yang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

"Kini 92 tahun telah berlalu semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Hari Sumpah Pemuda ke 92 secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Dalam arus besar globalisasi, kata Jokowi, yang sering terjadi adalah persaingan yang sengit antar negara dan juga antar individu.

Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling menyalahkan saling menghancurkan yang kemudian hal itu menjadi energi negatif yang merugikan bangsa Indonesia.

Karena itu kata peringatan Sumpah Pemuda kata Jokowi harus membawa energi positif dan menyatukan persaingan dan perbedaan demi kemajuan Indonesia .

"Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun tujuan-tujuan bersama yang semuanya bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama," tutur dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju. Upaya-upaya untuk menjaga persatuan kata Jokowi juga harus terus dilakukan.

"Menjadi Indonesia tidak cukup hanya dengan menjadi bagian dari wilayah Indonesia, kita harus bekerjasama merawat keindonesiaan keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan kita harus saling membantu satu sama lain," kata Jokowi.

Kepala Negara menambahkan, dalam semangat solidaritas tidak ada perbedaan suku, yang ada hanyalah persatuan sebangsa dan setanah air.

"Salam semangat Solidaritas tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air persatuan harus terus kita perjuangkan dengan menghargai perbedaan menjaga toleransi serta menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI untuk mewujudkan Indonesia yang satu," tutur Jokowi.

Kemudian Jokowi mengajak seluruh masyarkat untuk bekerjasama membangun Indonesia secara adil dan merata dan membangun Indonesia sentris dengan membangun dari pinggiran dari desa dari pulau terdepan hingga perbatasan.

"Kita juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antar wilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Maka masyarakat Papua, masyarakat Aceh dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia merasa memiliki Indonesia serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia," ucap dia.

Salah satu sarana untuk mengetahui wajah Indonesia dan berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesia dan dunia adalah melalui televisi. Indonesia kata Jokowi, memiliki TVRI, Televisi Republik Indonesia yang bisa ditonton di seluruh Indonesia.

"Melalui TVRI apa yang terjadi di Papua dapat diketahui oleh masyarakat di Jawa di Sumatera dan sebagainya. Sebaliknya apa yang terjadi di berbagai wilayah tanah air juga dapat diketahui oleh saudara-saudara kita di Papua," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Bastian Steel Maknai Hari Sumpah Pemuda

Begini Cara Bastian Steel Maknai Hari Sumpah Pemuda

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:20 WIB

20 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Demo di Hari Sumpah Pemuda

20 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Demo di Hari Sumpah Pemuda

Jakarta | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:53 WIB

5 Fakta Menarik Museum Sumpah Pemuda, Bisa Jadi Destinasi Libur Panjang

5 Fakta Menarik Museum Sumpah Pemuda, Bisa Jadi Destinasi Libur Panjang

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:56 WIB

Sumpah Pemuda, Petani Milenial: Kesejahteraan Pangan Dimulai dari Pertanian

Sumpah Pemuda, Petani Milenial: Kesejahteraan Pangan Dimulai dari Pertanian

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:55 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Menag Ajak Milenial Jaga Persatuan dan Kesatuan

Hari Sumpah Pemuda, Menag Ajak Milenial Jaga Persatuan dan Kesatuan

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:53 WIB

Terkini

Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!

Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:55 WIB

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:53 WIB

Prabowo: 70 Kebutuhan Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia

Prabowo: 70 Kebutuhan Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:49 WIB

Kampanye Kocak Wajib Militer Thailand Sukses Gaet 30 Ribu Relawan

Kampanye Kocak Wajib Militer Thailand Sukses Gaet 30 Ribu Relawan

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB

Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:39 WIB

Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman

Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB

Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?

Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:21 WIB

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:19 WIB

Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment

Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:07 WIB

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:04 WIB