Pembakar Halte Terungkap Bukan Demonstran, Buruh: Mana BIN dan Polisi?

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:48 WIB
Pembakar Halte Terungkap Bukan Demonstran, Buruh: Mana BIN dan Polisi?
Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)

Suara.com - Serikat buruh mempertanyakan profesionalitas Badan Intelijen Negara dan Polri dalam mengungkap serta memproses pelaku perusakan fasilitas umum di tengah-tengah aksi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mempertanyakan profesionalitas BIN dan Polri karena hingga kekinian masih cenderung menyudutkan kelompok pelajar sebagai pelakunya.

Sementara, menurut Nining, realitas tersebut justru berbanding terbalik jika merujuk kepada hasil investigasi Mata Najwa bertajuk '62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah l Buka Mata' yang disiarkan pada Rabu (28/10/2020). 

Berdasar video berdurasi  9 menit 58 detik yang diunggah di akun YouTube Narasi Newsroom itu, dapat dipastikan pelaku perusak dan pembakar Halte TransJakarta Sarinah bukanlah bagian dari demostran.

Pelaku diduga dari kelompok tertentu yang terorganisasi dan dengan sengaja ingin menciptakan kericuhan. 

Pada lain sisi, jika melihat dari penampilannya para pelaku, juga tidak indentik dengan pelajar yang telah ditangkap dan dituding sebagai pelaku perusakan dan pembakaran.

"Anak-anak muda serta pelajar dijadikan tersangka. Tapi sebagai pelaku yang melakukan hal itu tidak. Ini kan menunjukkan, dimana letak profesionalnya intelejen dan aparat?" kata Nining saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/10/2020) malam.

"Justru ini kemudian menjadi cemoohan masyarakat, sebagai institusi yang punya struktur yang hebat dan lengkap, kok bisa masyarakat yang tidak melakukan (perusakan dan pembakaran) dijadikan tersangka," imbuhnya.

Nining memastikan, selama pihaknya turun ke jalan tidak pernah sekali pun merencanakan menciptakan kerusuhan. Apalagi ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.

baca juga

"Jutaan orang turun ke jalan, kemudian direpresif, dibangun image yang kemudian menjadi anarkis. Padahal kami sama sekali tidak melakukan hal itu," ungkapnya.  

"Apalagi dikatakan ditunggangi, kami turun ke jalan dengan berkesadaran kok, dengan kewarasan kami. Karena kami berpikir tentang persoalan kemanusiaan, bangsa kita yang tidak lagi boleh dijajah," tegas Nining.

Nining menyebutkan realitas yang ditemukan di lapangan justru ada upaya penggembosan, yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap gerakan buruh dan mahasiswa.

Misalnya, seperti menghalang-halangi massa yang hendak ikut aksi demonstrasi hingga melakukan penangkapan tanpa alasan yang jelas.

"Ini ada pembungkaman terhadap suara rakyat yang kemudian kita kembali ke rezim New Orba. Padahal rakyat kan sedang gelisah berhadapan dan melihat perilaku elite-elite politik, kekuasaan hari ini, partai politik, termasuk pemerintah hari ini," bebernya.

Sementara itu, terkait dengan hasil investigasi Mata Najwa, Nining berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti dengan cepat.

Dengan begitu, tidak lagi melontarkan tudingan-tudingan lagi terhadap kelompok pelajar atau massa aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

"Karena Narasi TV sudah mengeluarkan itu cukup jelas ya seharusnya polisi harus bekerja cepat.  Apakah memang ini tidak mudah, tidak butuh keseriusan atau (sengaja) mengorbankan rakyat yang bersuara menjadi legitimasi untuk melakukan penangkapan, pemukulan dan pemenjaraan terhadap rakyat yang sedang berjuang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?

Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:13 WIB

Aksi Pembakar Halte Terungkap, BEM SI: Ada yang Mengotori Aksi 8 Oktober

Aksi Pembakar Halte Terungkap, BEM SI: Ada yang Mengotori Aksi 8 Oktober

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 12:02 WIB

Bukan Pendemo Tolak UU Ciptaker Pembakar Halte Sarinah, Pelaku Terorganisir

Bukan Pendemo Tolak UU Ciptaker Pembakar Halte Sarinah, Pelaku Terorganisir

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:20 WIB

Bukan dari Pedemo, Perusakan Halte Sarinah Diduga Terorganisir dan Sengaja

Bukan dari Pedemo, Perusakan Halte Sarinah Diduga Terorganisir dan Sengaja

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 06:51 WIB

Buzzer Komentari Investigasi Tim Najwa: Judul 62 Menit, Tayangnya 10 Menit

Buzzer Komentari Investigasi Tim Najwa: Judul 62 Menit, Tayangnya 10 Menit

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:45 WIB

Sindiran Sadis Publik ke Polisi saat Pembakar Halte Sarinah Terbongkar

Sindiran Sadis Publik ke Polisi saat Pembakar Halte Sarinah Terbongkar

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:27 WIB

Jurnalis Ungkap Fakta Pembakaran Halte Sarinah, Netizen: Awas Kang Baso!

Jurnalis Ungkap Fakta Pembakaran Halte Sarinah, Netizen: Awas Kang Baso!

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Mata Najwa Ungkap Pembakar di Sarinah, Netizen: Polisi Kalah sama Jurnalis

Mata Najwa Ungkap Pembakar di Sarinah, Netizen: Polisi Kalah sama Jurnalis

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:20 WIB

Terkini

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

×