22 Tewas dalam Serangan di Universitas Afghanistan, ISIS Klaim Terlibat

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 03 November 2020 | 12:55 WIB
22 Tewas dalam Serangan di Universitas Afghanistan, ISIS Klaim Terlibat
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Kelompok teroris ISI mengklaim terlibat dalam penembakan pameran buku di sebuah universitas di Afghanistan yang mengakibatkan 20 meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Menyadur Sky News, insiden penembakan pada Senin (2/11/2020) terjadi selama berjam-jam di Universitas Kabul, Afghanistan, ketika duta besar Iran untuk Afghanistan menghadiri acara pameran buku di kampus tersebut.

Pasukan keamanan akhirnya menembak mati ketiga pria bersenjata itu yang menewaskan 22 orang dan sekitar 20 lainnya terluka.

Suara granat dan senjata otomatis terdengar saat insiden tersebut dan seorang saksi mengklaim bahwa pelaku dengan sengaja menargetkan mahasiswa yang ada di tempat.

Salah satu siswa, Fathullah Moradi, yang melarikan diri melalui gerbang universitas bersama temannya, berkata: "Mereka menembaki setiap siswa yang mereka lihat."

Ahmad Samim, siswa lain yang berada di tempat kejadian mengatakan dia melihat militan bersenjatakan pistol dan senapan serbu Kalashnikov menembaki bagian hukum dan jurnalisme kampus.

Universitas Kabul merupakan salah satu universitas yang paling tua di negara itu dan memiliki sekitar 17.000 mahasiswa.

Fraidoon Ahmadi, seorang siswa berusia 23 tahun, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia berada di kelas saat baku tembak terjadi.

"Kami sangat takut dan kami pikir ini bisa menjadi hari terakhir dalam hidup kami… anak laki-laki dan perempuan berteriak, berdoa dan menangis minta tolong," kata Ahmadi.

baca juga

Kelompok teroris ISIS mengatakan mereka bertanggung jawa atas insiden penembakan tersebut. Taliban dan kelompok lain mengatakan pejuang mereka tidak terlibat dalam insiden penembakan tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, Hamid Obaidi, juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, mengatakan serangan itu dimulai ketika para pejabat pemerintah tiba untuk pembukaan pameran buku Iran yang diselenggarakan di kampus.

Presiden Ashraf Ghani menyebut serangan itu "tindakan teror yang tercela" dan mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati para korban.

Serangan itu terjadi ketika pemberontak melanjutkan pembicaraan damai dengan pemerintah yang didukung Amerika Serikat.

Negosiasi, yang berlangsung di Qatar, bertujuan untuk membantu AS menarik diri dari perang terpanjang, meskipun pertumpahan darah setiap hari terus berlanjut.

Setidaknya 24 orang termasuk siswa tewas dalam insiden bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di lingkungan Syiah di Kabul barat pada 25 Oktober.

Diplomat Iran sebelumnya juga menjadi sasaran serangan di negara itu.

Pada tahun 1998, Iran menganggap Taliban bertanggung jawab atas kematian sembilan diplomatnya yang bekerja di konsulatnya di Afghanistan utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terjadi Pertikaian Karikatur, PBB Ingatkan Negara untuk Saling Menghormati

Terjadi Pertikaian Karikatur, PBB Ingatkan Negara untuk Saling Menghormati

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:08 WIB

Bos Twitter Bolehkan Cuitan Iran yang Mengancam Israel

Bos Twitter Bolehkan Cuitan Iran yang Mengancam Israel

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:57 WIB

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:18 WIB

Terkini

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:47 WIB

Raffi Ahmad Bikin RANS Anjlok Hingga 23%, Gimana Prospek Sahamnya?

Raffi Ahmad Bikin RANS Anjlok Hingga 23%, Gimana Prospek Sahamnya?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:45 WIB

Jejak Karier Mentereng Listyo Sigit Prabowo: Ajudan Jokowi hingga Duduki Kursi KSP

Jejak Karier Mentereng Listyo Sigit Prabowo: Ajudan Jokowi hingga Duduki Kursi KSP

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:43 WIB

Warna Baju Pantangan Shio Naga dan Ular November 2026, Jangan Salah Pilih Outfit!

Warna Baju Pantangan Shio Naga dan Ular November 2026, Jangan Salah Pilih Outfit!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:41 WIB

Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui

Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:41 WIB

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

×