Suara.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, mengusulkan agar Menlu Retno Marsudi segera mencobot Agus Maftuh Abegebriel dari jabatannya sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi.
Pasalnya, Fadli Zon menilai Agus Maftuh Abegebriel tidak bekerja selayaknya Dubes lainnya. Khususnya dalam kasus yang berkaitan dengan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.
Fadli Zon mengatakan, komentar Agus Maftuh Abegebriel terkait Habib Rizieq selalu berseberangan dengan apa yang seharusnya terucap dari mulut seorang Dubes.
"Sebagai anggota DPR RI Komisi 1, saya usulkan kepada Menlu RI agar segera menarik dan mengganti Dubes RI di Saudi," ujar Fadli Zon lewat jejaring Twitter miliknya, Selasa (10/11/2020) malam.
"Yang bersangkutan sudah berada di sana hampir 5 tahun. Komentarnya selalu miring soal Habib Rizieq Shihab, padahal Dubes RI seharusnya melayani, melindungi, dan membela warga RI," sambung dia.

Untuk diketahui, kemarin, Selasa (10/11/2020) sekira pukul 08.38 WIB Habib Rizieq tiba di Indonesia, melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam kabar kepulangannya, FPI mengklaim ada sejumlah pihak yang berusaha menjegal agenda tersebut.
Sekretaris Umum FPI, Munarman sempat menyinggung nama Agus Maftuh Abegebriel saat berbincang-bincang dalam acara Kabar Petang.
Dia curiga bisa jadi Agus Maftuh ikut andil dalam upaya penjegalan kepulangan Habib Rizieq.
Bukan tanpa sebab, Munarman menyebut Agus Mahftuh Abegebriel lantaran menurutnya Dubes RI itu tidak jarang melontarkan pernyataan yang mengatakan Habib Rizieq tidak bisa pulang.
"Dubes Agus Maftuh Abegebriel itu berkali-kali menyatakan gak bisa pulang. Mungkin dia mau buktikan omongan dengan cara yang tidak biasa. Itu dugaan karena Dubes ini bukan memfasiitasi tetapi malah mengeluarkan pernyataan Habib Rizieq tidak bisa pulang," kata Munarman.
Sementara itu, secara singkat pihak Agus Mahftuh Abegebriel telah angkat bicara merespons tudingan yang mengarah kepadanya.
Agus menilai kalau tuduhan yang dilontarkan oleh Sekretaris Umum FPI Munarman itu tidak memiliki dasar sama sekali.
"Tuduhan tak berdasar," kata Agus melalui pesan singkat kepada Suara.com, Senin (9/11/2020).
Kendati begitu, Agus belum menjelaskan kembali terkait jawabannya tersebut.