facebook

Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Jhonny PDIP: Itu Terapi Kejut untuk DKI

Reza Gunadha | Hernawan
Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Jhonny PDIP: Itu Terapi Kejut untuk DKI
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kiri) bergegas usai nonton bareng film 'Nagabonar Reborn' di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Senin (25/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Pernyataan Bu Mega bahwa Jakarta amburadul saya pikir tidak dalam spirit untuk memecah belah atau membuat gaduh. Ini hanya soal pilihan diksi," kata dia,

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebut DKI Jakarta amburadul sejak dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Dialog Kebangsaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Selasa (10/11/2020) dan sontak memancing kehebohan publik.

Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta Fraksi PDIP Jhonny Simanjutak angkat bicara terkait pernyataan yang dikemukakan oleh Megawati tersebut.

Jhonny Simanjutak menegaskan, pernyataan Megawati bukan dalam rangka memecah belah warga atau membuat gaduh suasana.

Baca Juga: Beredar Surat Undangan Bahas Reuni Akbar 212, Begini Respon Pemprov DKI

Namun, pernyataan itu bisa dijadikan kritik bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk senantiasa memperbaiki kinerjanya. Sebab, Jhonnya meyakini pernyataan Megawati didasari fakta, tidak hanya sekadar omong kosong saja.

Jhonny Simanjutak PDIP di Apa Kabar Indonesia
Jhonny Simanjutak PDIP di Apa Kabar Indonesia

Dengan kata lain, pernyataan tersebut menjadi terapi kejut bagi Pemprov DKI Jakarta.

"Pernyataan Bu Mega bahwa Jakarta amburadul saya pikir tidak dalam spirit untuk memecah belah atau membuat gaduh. Ini hanya soal pilihan diksi," ujar Johhny dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi TV One, Rabu (11/11/2020).

"Pernyataan Ibu Ketum [Megawati] itu tetap juga berpegang kepada fakta di lapangan. Jadi pernyataan beliau bisa sebagai terapi pijat juga, terapi kejut juga bagi Pemprov DKI. Beliau juga tidak akan mau membuat pernyataan asal-asalan." sambung dia.

Saat ditanya pembawa acara mengenai indikator penilaian, Johhny Simajutkan menimpali dengan mengatakan ada sejumlah faktor yang dipertimbangkan.

Baca Juga: Beredar Surat Bahas Reuni Akbar 212 di Monas Seusai Anies Bertemu Rizieq

"Dalam implementasi banjir, penataannya bagaimana, pelayanan publiknya seperti apa. Saya bukan meragukan hadiah atau penghargaan itu [Penghargaan yang diberikan pihak lain ke JKT]. Di RSUD ada gak satu gambar pelayanan publik yang baik? Papan pengumuman yang dapat diakses? ambulance apakah sudah bisa bersaing denan negara lain?" tegas Johnny.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar