KPAI Sayangkan Keterlibatan Anak Dalam Penyambutan Rizieq Shihab

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 13 November 2020 | 23:00 WIB
KPAI Sayangkan Keterlibatan Anak Dalam Penyambutan Rizieq Shihab
Seorang anak membawa bendera saat menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra menyayangkan adanya keterlibatan anak dalam penyambutan kedatangan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang baru kembali dari Arab Saudi. 

Pernyataan tersebut disampaikan lantaran banyak bukti visual yang menunjukan anak yang diajak dalam agenda penyambutan tersebut.

"Sangat kita sayangkan kalau ada anak-anak yang terlibat. Saya juga lihat foto-foto apalagi kalau anak itu sampai dibawa ke bandara," ujar Jasra di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2020).

Pasalnya, penjemputan Rizieq Shihab masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ia pun mengingatkan bahwa anak -anak lebih rentan terpapar Covid-19.

"Tentu situasi Covid-19 ini kan larangan berkumpul dalam jumlah besar ya. Apalagi Jakarta kan masih PSBB transisi ya. Tentu kita berharap ini menjadi prinsip yang harus sama. Karena sekali lagi keterpaparan anak pada Covid kan datanya ada dan trennya kan naik, baik yang terpapar atau meninggal," ucap dia.

Jasra menuturkan seharusnya orang dewasa melindungi anak-anak dengan tidak melibatkan atau mengajak anak menyambut kedatangan Rizieq.

Menurutnya, panitia penyambutan maupun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam mengupayakan perlindungan anak.

"Semua pihak harus bertanggung jawab, baik itu penyelenggara penjemputan habib atau pemerintah daerah gitu ya untuk mengupayakan perlindungan anak. Karena ini  tanggung jawab kita untuk melindung anak-anak. Jadi kita harus balik. Kita yang melindungi anak-anak," tutur Jasra.

Lebih lanjut, Jasra meminta untuk selanjutnya semua pihak harus mengedepankan prinsip perlindungan anak, terlebih di masa pandemi Covid-19.

baca juga

"Siapapun yang melibatkan dalam situasi kerumuman di tengah pandemi Covid-19 ini tentu tidak kita rekomendasikan. Prinsip hak hidup adalah prinsip utama kalau dia sudah sakit-sakitan sampai katakanlah dengan covid dia meninggal. Tentu kita mengabaikan hak hidup anak," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Anak Ditangkap Saat Aksi, KPAI MInta Evaluasi Pasal Keamanan Negara

Banyak Anak Ditangkap Saat Aksi, KPAI MInta Evaluasi Pasal Keamanan Negara

News | Jum'at, 13 November 2020 | 22:00 WIB

KPAI Duga 3 Anak Terlantar di Tambora Berbohong karena Ketakutan

KPAI Duga 3 Anak Terlantar di Tambora Berbohong karena Ketakutan

News | Kamis, 12 November 2020 | 20:14 WIB

KPAI Ungkap Berbagai Tantangan PJJ di Masa Pandemi, Apa Saja?

KPAI Ungkap Berbagai Tantangan PJJ di Masa Pandemi, Apa Saja?

Banten | Sabtu, 07 November 2020 | 09:05 WIB

Terkini

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

SBY Singgung Faktor Kegagalan Bangsa: Kelola Negara Butuh Kerja Sama!

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit

Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti, 19 Pria Diamankan!

Polda Jatim dan BNNP Gerebek Kampung Kunti, 19 Pria Diamankan!

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Samjin Company English Class: Perjuangan Naik Jabatan yang Tidak Biasa

Samjin Company English Class: Perjuangan Naik Jabatan yang Tidak Biasa

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?

Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Kemensos Siapkan Program Pemberdayaan untuk 2,7 Juta Penerima Bansos Berusia Produktif

Kemensos Siapkan Program Pemberdayaan untuk 2,7 Juta Penerima Bansos Berusia Produktif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Foundation Wardah untuk Kulit Kuning Langsat No Berapa? Ini Pilihan Shade Terbaik

Foundation Wardah untuk Kulit Kuning Langsat No Berapa? Ini Pilihan Shade Terbaik

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Mauresmo Hinoke Bersinar di Belanda, Mengapa Tak Bisa Membela Timnas Indonesia?

Mauresmo Hinoke Bersinar di Belanda, Mengapa Tak Bisa Membela Timnas Indonesia?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Dinkes DKI Buru Puluhan Ribu Kasus TBC 'Tersembunyi' di Jakarta, Hadapi Tantangan Stigma Warga

Dinkes DKI Buru Puluhan Ribu Kasus TBC 'Tersembunyi' di Jakarta, Hadapi Tantangan Stigma Warga

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:43 WIB

×