Kematian Hegel, dan Kebangkitannya saat Pandemi Covid-19

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 14 November 2020 | 13:19 WIB
Kematian Hegel, dan Kebangkitannya saat Pandemi Covid-19
GWF Hegel. [DW]

Sebelum tutup usia pada 14 November 1831, Hegel tidak berhenti berkarya dan menyentil pemikiran kritis kaum cendekiawan.

Dialektika hegelianisme menjadi sumber karya yang tidak habis dibahas oleh pemikir yang lahir setelahnya, utamanya Karl Marx dan Friedrich Engels.

Hegel lahir 27 Agustus 1770 di kota Stuttgart, di barat daya Jerman. Orang tuanya mempraktikkan ajaran Pietisme, gerakan reformasi Lutheran yang menekankan pengalaman religius sebagai hal yang bersifat pribadi.

Di sekolah, Hegel menunjukkan ketertarikan terhadap mata pelajaran matematika dan bahasa Latin. Dia langganan menjadi bintang kelas.

Orang tuanya yang berharap dia akan menjadi pendeta, lantas mengirimnya ke universitas di dekat Tübingen, sebuah kota di wilayah selatan Jerman.  Di sana, dia belajar filsafat dan teologi Protestan.

Debat para filsuf pukul 4 pagi

Semasa tinggal di asrama universitas, dua orang teman sekamar Hegel adalah pemuda yang juga di kemudian hari bakal menjadi filsuf dan penulis kenamaan, Fredrich Hölderlin (1770-1843) dan Friedrich Wilhelm Joseph Schelling (1775-1845).

Hampir setiap hari, ketiga pemuda itu, Hegel, Hölderlin dan Schelling bangun pukul 4 pagi untuk saling berdebat.

Siapa pun yang telat dan tidak bisa bangun sepagi itu harus menyerahkan jatah minuman anggurnya sebagai hukuman.

Sekitar masa inilah Revolusi Prancis pecah. Hegel ikut merayakan pergolakan politik tersebut, tanpa menjadi seorang revolusioner militan.

Setelah studinya berakhir, Hegel dililit masalah keuangan. Untuk mengatasi masalahnya, Hegel memberikan tutorial secara privat dan menulis teks jurnalistik hingga tahun 1805, ketika dia diangkat menjadi profesor.

Selain itu, Hegel juga terus menulis karyanya sendiri. Karier ilmiah Hegel dapat dibilang dimulai terlambat, dan dia juga menikah pada usia yang cukup matang menurut ukuran zaman itu.

Hegel memang bukan dikenal karena parasnya yang rupawan. Sering disebut-sebut, keningnya terus-menerus berkerut, tatapan matanya tajam tanpa ampun.

Selain itu, ia juga dikabarkan lebih memilih mengekspresikan diri dalam dialek lokal daripada menggunakan bahasa Jerman formal.

Tulisan-tulisan tangan Hegel juga dianggap sulit dibaca, ini menjadi salah satu alasan mengapa teorinya menghasilkan interpretasi yang sangat berbeda hingga saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani: Pandemi Ajarkan Banyak Negara Belajar Reformasi Anggaran

Sri Mulyani: Pandemi Ajarkan Banyak Negara Belajar Reformasi Anggaran

Bisnis | Rabu, 11 November 2020 | 19:46 WIB

Kisah Pengelola Kantin Sekolah, Nasib Kian Memburuk Saat Covid-19 Datang

Kisah Pengelola Kantin Sekolah, Nasib Kian Memburuk Saat Covid-19 Datang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2020 | 06:49 WIB

Toekang Ketjoes Pelaku UMKM yang Putar Otak di Tengah Pagebluk

Toekang Ketjoes Pelaku UMKM yang Putar Otak di Tengah Pagebluk

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:32 WIB

Kumpulan Dokter Ahli di Eropa Sebut Pandemi Covid-19 Adalah Kebohongan

Kumpulan Dokter Ahli di Eropa Sebut Pandemi Covid-19 Adalah Kebohongan

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:05 WIB

Videografis: Manfaat Berkebun untuk Kesehatan

Videografis: Manfaat Berkebun untuk Kesehatan

Video | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:10 WIB

Tetap Buka Kelas Modeling di Tengah Sepinya Ajang Peragaan Busana

Tetap Buka Kelas Modeling di Tengah Sepinya Ajang Peragaan Busana

Video | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:48 WIB

Bioskop di Bandung Sudah Kantongi Izin Beroperasi

Bioskop di Bandung Sudah Kantongi Izin Beroperasi

Video | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 21:07 WIB

Lawan Covid-19, Tingkatkan Imun Tubuh dengan Minum Jamu

Lawan Covid-19, Tingkatkan Imun Tubuh dengan Minum Jamu

Video | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB