Eksekusi Massal, Irak Gantung 21 Terpidana Teroris di Dalam Penjara

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 17 November 2020 | 13:05 WIB
Eksekusi Massal, Irak Gantung 21 Terpidana Teroris di Dalam Penjara
Ilustrasi vonis pengadilan. (shutterstock)

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri Irak mengonfirmasi eksekusi mati yang telah dilakukan pihak berwenang terhadap 21 terpidana teroris pada hari Senin (16/11).

Menyadur DW, narapidana itu telah digantung penjara Nasiriyah dan sudah sesuai dengan vonis hukuman mati berdasarkan undang-undang anti terorisme tahun 2005.

Pihak berwenang tidak memberi rincian tentang kejahatan mereka, tapi pernyataan Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan keterlibatan narapidana dalam dua serangan bunuh diri yang menewaskan puluhan orang di kota utara Tal Afar.

Sejak mendeklarasikan kemenangan atas kelompok militan 'Negara Islam' (IS) pada tahun 2017, Irak telah mengadili ratusan tersangka jihadis dan melakukan beberapa eksekusi massal.

Pada tahun 2014, ISIS merebut sepertiga wilayah Irak, tapi kampanye militer yang didukung AS mengalahkan sebagian besar kelompok itu di Irak dan Suriah selama tiga tahun berikutnya.

Ilustrasi eksekusi mati. (Shutterstock)
Ilustrasi eksekusi mati. (Shutterstock)

Amnesty International dan kelompok hak asasi lainnya menuding sistem peradilan Irak dirusak oleh korupsi besar-besaran dan hakim melakukan persidangan tergesa-gesa menggunakan bukti tidak langsung.

Mereka juga mengatakan bahwa terdakwa tidak menerima pembelaan yang layak atau akses ke pengacara namun pejabat Irak membantah klaim tersebut.

Irak menempati urutan kelima di antara negara-negara yang melaksanakan hukuman mati, menurut Amnesty International, yang mendokumentasikan 100 eksekusi mati di negara itu pada 2019.

Pengadilan Irak telah mengadili puluhan warga negara asing atas dugaan keanggotaan ISIS, menghukum mati 11 warga negara Prancis dan satu warga negara Belgia. Hukuman tersebut belum dilakukan.

baca juga

Pemerintah Irak menolak memberikan rincian tentang pusat penahanan atau narapidana, termasuk berapa banyak orang yang menghadapi dakwaan terkait terorisme. Menurut beberapa penelitian, sekitar 20.000 ditahan karena diduga terkait dengan ISIS.

Beberapa fasilitas penahanan telah ditutup dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kompleks Abu Ghraib Baghdad, yang menjadi terkenal karena pelecehan tahanan selama pendudukan pimpinan AS di negara itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani

Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani

Jawa Tengah | Selasa, 17 November 2020 | 07:10 WIB

Trump Berencana Kurangi Pasukan di Afghanistan, AS Melunak?

Trump Berencana Kurangi Pasukan di Afghanistan, AS Melunak?

News | Selasa, 17 November 2020 | 05:46 WIB

MA, Teroris yang Diamankan di Batam Diduga Berencana Menyerang Polisi

MA, Teroris yang Diamankan di Batam Diduga Berencana Menyerang Polisi

Batam | Rabu, 11 November 2020 | 07:00 WIB

Terkini

BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian

BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian

Kalbar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Sebut Karhutla Kejahatan Kemanusiaan, Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Korporasi Nakal

Sebut Karhutla Kejahatan Kemanusiaan, Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Korporasi Nakal

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Sering Sakit Lambung, Nyeri Perut hingga BAB Berubah? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Sering Sakit Lambung, Nyeri Perut hingga BAB Berubah? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Health | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Terus Percepat Pemulihan Sektor Perikanan dan Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera

Pemerintah Terus Percepat Pemulihan Sektor Perikanan dan Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan

Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Kijang Innova Zenix Terima Penyegaran, Sekarang Bisa Dinyalakan Pakai Smartphone

Kijang Innova Zenix Terima Penyegaran, Sekarang Bisa Dinyalakan Pakai Smartphone

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang

Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Skema Padat Karya Bersihkan Lumpur Banjir Padang, Warga Dapat Insentif

Skema Padat Karya Bersihkan Lumpur Banjir Padang, Warga Dapat Insentif

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak

Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Love, Death & Robots Volume 1: Eksperimen Animasi Dewasa yang Sangat Liar!

Love, Death & Robots Volume 1: Eksperimen Animasi Dewasa yang Sangat Liar!

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×