alexametrics

Koopssus TNI di Depan Markas FPI, Pengamat: Tugasnya Jaga NKRI dari Ancaman

Dwi Bowo Raharjo | Welly Hidayat
Koopssus TNI di Depan Markas FPI, Pengamat: Tugasnya Jaga NKRI dari Ancaman
Ilustrasi poster Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Markas FPI, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa."

Suara.com - Anggota Koopssus TNI dengan kendaraan taktis berhenti di dekat Markas DPP FPI Petamburan III, Jakarta Pusat, sempat menjadi perbincangan publik. Setelah berhenti sebentar, rombongan Koopssus langsung melanjutkan perjalanannya.

Terkait itu, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan keberadaan Koopssus TNI berada di kawasan rumah pentolan FPI Habib Rizieq tak perlu dipermasalahkan.

"Menurut saya tidak masalah Koopssus datangi rumah HRS karena tugas Koopssus memang menjaga NKRI dari ancaman nyata," ungkap Kertopati kepada Suara.com, Sabtu (21/11/2020).

Kertopati pun menjelaskan fungsi Koopssus adalah komando utama operasional untuk pasukan khusus dan satuan khusus TNI dalam rangka kontijensi.

Baca Juga: Soal TNI Turunkan Baliho, Rocky Gerung: Kurang Mulia

Apalagi, kata Kertopati, di banyak negara organisasi tempur tersebut lazim di bawah komando langsung seorang panglima yang siap digerakkan 24 jam ke seluruh pelosok negeri dengan mobilitas tinggi didukung logistik yang prima.

"Konsep operasi Koopssus TNI juga sangat berbeda dibandingkan satuan TNI reguler lainnya. Koopssus TNI mengutamakan kekuatan pukul yang mematikan untuk aksi preventif dan aksi represif," kata Kertopati.

Oleh karenanya, stamina yang unggul para prajurit dari ketiga matra dilengkapi peralatan tempur individual yang handal merupakan kunci keberhasilan setiap tugas yang diemban.

"Selain di dalam negeri, maka keistimewaan Koopssus TNI sebagaimana pasukan khusus negara lain adalah kapabilitas untuk bertempur di kawasan baik regional maupun internasional," ucap Kertopati.

Ia menuturkan, terbentuknya Koopssus TNI dalam membantu upaya pemerintah memberantas teroris akan semakin fokus dan tuntas. Interoperabilitas Koopssus TNI dan Detasemen Khusus 88 Polri merupakan dambaan mayoritas masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Pengamat Militer: Peryataan Pangdam Jaya Agar FPI Dibubarkan Berlebihan

"Radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri," tutup Kertopati.

Komentar