Siswa di Papua Tewas Tertembak, Keluarga: Pelakunya Berseragam Serba Hitam

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Selasa, 24 November 2020 | 15:37 WIB
Siswa di Papua Tewas Tertembak, Keluarga: Pelakunya Berseragam Serba Hitam
Ilustrasi penembakan. (Antara)

Suara.com - Pelaku penembakan misterius yang menewaskan tiga warga di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua pada Jumat (20/11/2020) diduga menggunakan pakaian seragam serba hitam.

Tiga korban tewas dalam aksi penembakan itu adalah Aki Alom, PNS Dinas Pertanian; Wapenus Tabuni (17) siswa Sekolah Alkitab Eromaga, dan Warius Murib (12) siswa SD YPPK Mudidok.

Molu Telenggen, anggota keluarga ketiga korban menerangkan, penembakan misterius itu terjadi di tempat yang sama dan hanya berselang satu jam dari penembakan dua pelajar sebelumnya.

“Mereka dari Agandugume hendak menuju ibu kota Ilaga itu jam 12 siang. Mereka ada enam orang. Dari Agandugume ke Ilaga itu ada tiga jalan. Jadi yang tiga orang lainnya, lewat jalan lain. Aki, Wapenus dan Warius lewat jalan menuju gunung (belantara Limbaga), jalan pintas menuju Ilaga. Ternyata sudah ada anggota siaga di gunung Limbaga atau Gaikunume. Pas Tiga orang ini masuk di tempat (Limbaga) itu langsung di tembak,” kata Molu Telenggen saat dihubungi Jubi-- media jaringan Suara.com-, Senin (23/11/2020).

Sebelumnya, Atanius Wuka dan Manus Murib yang ditembak pukul 11.00 WIB, Atanius meninggal di lokasi kejadian, namun Manus Murib berhasil bertahan hidup karena sempat pura-pura mati.

Manus Murib bersaksi melihat penembak menggunakan seragam, rompi dan helm hitam, sebelum ditembak mereka sempat mengunjungi keluarga di Distrik Agandugume.

Atas kejadian ini keluarga korban mendesak pemerintah Kabupaten Puncak segera mengambil jenazah yang masih tertinggal di tempat kejadian.

“Masa duduk di Polsek tapi yang terima aspirasi itu Sekda, bukan Kapolsek. Kemarin Sekda bilang besok (Selasa, 24/11/2020) akan ambil mayat. Nanti akan sediakan helikopter untuk mengambil empat mayat korban ini,” ucap Telenggen.

Telenggen juga menyebut pihak TNI-Polri enggan menjemput para korban karena merasa pelaku bukan anggota TNI-Polri.

“Pihak keluarga minta ke pihak Kapolsek tapi mereka tolak dan bilang itu bukan anggota kami (yang tembak). Mereka itu darimana datang baru ada disitu,” ucapnya.

Ayah dari Manus Murib, Julianus Murib menegaskan keluarga yakin bahwa pelaku penembak bukan Tentara Organisasi Papua Merdeka sebab TPNPB-OPM tidak akan menyerang warga sipil apalagi anak sekolah, dia meminta TNI-Polri tidak menyebar kabar sepihak.

“Kami sekeluarga minta agar aparat TNI dan Polri untuk tidak menyebar berita hoax di media massa tanpa mengetahui kondisi sebenarnya. Kami ini korban. OPM itu tidak bisa tembak masyarakat sembarang apalagi anak sekolah dean PNS,” kata Julianus.

Julianus menegaskan bahwa semua saksi sementara dirawat di rumah sakit sehingga semua peristiwa ini akan dijelaskan oleh saksi yang mengalami langsung peristiwa itu secara rinci.

“Kapolda bilang KKB tapi anak saya ini, dia masih hidup dan masih kuat dia akan bicara semua. Sempat mereka datang minta data, kami keluarga tolak dengan tegas. Saya katakan bahwa kalian biasa ambil data, tapi biasa buat propaganda di media maka kami semua larang tegas. Tidak ada yang diberikan izin mengambil data di keluarga korban, dan empat orang yang ditembak ini sementara mayat masih di hutan di atas di belantara,” tegasnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Intan Jaya Nenu Tabuni bahkan menyampaikan bahwa semua korban adalah keluarganya, dia menyebut penembakan ini dilakukan agar operasi militer tak bocor.

“Seharusnya anak-anak ini bisa sampai ke tujuan mereka. Tapi karena di tengah jalan mereka bertemu dengan anggota yang menggunakan seragam hitam-hitam itu, yang menurut warga sedang melakukan operasi pengejaran Lekagak Telenggen dan Militer Murib secara rahasia, anak-anak ini akhirnya ditembak agar operasi pengejaran itu tidak bocor,” kata Nenu.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa yang dikonfirmasi Jubi mengaku belum mengetahui peristiwa penembakan misterius ini.

“Menurut saya ada hal yang ganjil dalam info ini, jangan-jangan OTK (Orang Tak Dikenal) yang membunuh itu KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata) yang menyamar. Atau masyarakat korban itu KKSB nya. Intinya semoga keamanan dan kedamaian segera terwujud. Saya coba cari info dilapapangan ya,” kata Suriastawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:47 WIB

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:07 WIB

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:46 WIB

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:12 WIB

Terkini

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB