alexametrics

Penjara Sri Lanka Kaos, Polisi Sampai Keluarkan Tembakan, 8 Napi Tewas

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Penjara Sri Lanka Kaos, Polisi Sampai Keluarkan Tembakan, 8 Napi Tewas
Ilustrasi penjara.[Unsplash/Emiliano Bar]

Penjara Sri Lanka mengalami kaos, delapan napi meninggal dunia.

Suara.com - Terjadi bentrokan di penjara Sri Lanka antara narapidana dan petugas pada Minggu (29/11/2020) hingga memakan delapan korban jiwa akibat baku tembak.

Menyadur Barrons, Senin (30/11/2020) Ajith Rohana, juru bicara lapas, mengatakan pasukan elit polisi dikerahkan di penjara Mahara di mana narapidana melakukan kerusuhan menuntut pembebasan dini.

"Penjaga di Mahara telah menggunakan tindakan tegas untuk mengendalikan situasi yang sulit diatur," buka Rohana. "Satu kematian (seorang narapidana) dilaporkan dan tiga narapidana terluka." sambungnya.

Rohana juga menjelaskan bahwa tim personel Satgas Khusus Sri Lanka juga diterjunkan untuk meningkatkan keamanan di penjara tersebut.

Baca Juga: Selamatkan Paus yang Terdampar, Penduduk Sri Lanka Nekat Langgar Jam Malam

Seperti diwartakan Channel News Asia, tembakan kembali terdengar pada Senin (30/11) di sebuah penjara dengan keamanan tinggi di Sri Lanka menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan 55 luka-luka.

"Petugas telah diselamatkan dan dirawat di rumah sakit," kata juru bicara polisi Ajith Rohana. "Situasinya terkendali." tegasnya.

Mayat delapan narapidana dibawa ke rumah sakit Ragama, kata sebuah sumber dari pihak medis. Sedangkan 55 tahanan lainnya yang terluka, beberapa dalam kondisi kritis, dirawat.

Penjara di Sri Lanka mengalami kerusuhan selama berminggu-minggu karena jumlah kasus Covid-19 di penjara melebihi 1.000 pada hari Sabtu. Dua narapidana meninggal karena penyakit itu.

Pekan lalu, seorang narapidana tewas ketika dia jatuh saat mencoba memanjat tembok penjara di wilayah Bogambara tengah selama kerusuhan.

Baca Juga: 100 Paus Pilot Terdampar di Pesisir Pantai Sri Lanka

Pihak berwenang kemudian mengisolasi penjara di seluruh negeri mulai minggu lalu karena jumlah kasus di antara narapidana dan penjaga meningkat.

Komentar