FPI Gandeng Komnas HAM, Muhammadiyah: Itu Jalan Damai dan Elegan

Reza Gunadha, Hadi Mulyono

Selasa, 08 Desember 2020 | 16:40 WIB
FPI Gandeng Komnas HAM, Muhammadiyah: Itu Jalan Damai dan Elegan
Tanggapan Sekretaris PP Muhammadiyah soal FPI vs Polisi. (Twitter/@Abe_Mukti)

Suara.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah cepat FPI yang telah meminta Komnas HAM untuk membentuk tim investigasi tewasnya 6 anggota pengawal Habib Rizieq.

Enam nyawa tersebut melayang dalam insiden penembakan pada Senin (07/12/2020) dini hari di Tol Jakarta-Cikampek KM.50.

Mu’ti menilai, dibentuknya tim investigasi dari Komnas HAM adalah jalan penyelesaian damai dan elegan dari insiden tewasnya 6 anggota FPI.

“Saya juga mengapresiasi Komnas HAM yang merespons positif dengan membentuk tim investigasi. Itu inisiatif dan jalan penyelesaian yang damai dan elegan,” tulis Mu’ti di akun Twitternya @Abe_Mukti, Selasa (08/12/2020).

Menurutnya, pihak kepolisian sebaiknya bersikap terbuka dan merespon permintaan investigasi secara positif untuk menjawab berbagai spekulasi di masyarakat yang menengarai polisi telah melakukan kekerasan.

Tanggapan Sekretaris PP Muhammadiyah soal FPI vs Polisi. (Twitter/@Abe_Mukti)
Tanggapan Sekretaris PP Muhammadiyah soal FPI vs Polisi. (Twitter/@Abe_Mukti)

Oleh sebab itu ia berpesan kepada umat Islam di Indonesia agar menahan diri dari upaya provokasi di tengah keruhnya informasi bentrokan FPI vs Polisi tersebut.

“Kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, agar menyikapi masalah dengan jernih dan tenang serta tidak terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya dan belum pasti kebenarannya,” pungkasnya.

Di TV Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengaku sangat prihatin atas insiden yang berujung pada jatuhnya korban jiwa tersebut.

“Saya sangat menyayangkan dan sangat prihatin atas kekerasan yang terjadi, yang melibatkan aparat kepolisian dengan pendukung Habib Rizieq Shihab," kata dia.

baca juga

Ia menambahkan, kejadian ini seharusnya tidak terjadi. Tetapi dalam rangka memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dan untuk melakukan penilaian apakah polisi melakukan pelanggaran atau tidak melakukan pelanggaran, diperlukan penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

Dikutip dari hops.id -- jaringan Suara.com, Komnas HAM RI melalui Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat Tim Pemantauan dan Penyelidikan terkait meninggalnya 6 anggota FPI tersebut.

“Saat ini tim sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik. Tim juga sedang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak langsung,” beber Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, M. Chairul Anam dalam keterangan resminya, Senin (07/12/2020).

Choirul menegaskan Komnas HAM akan menggali keterangan dari FPI secara langsung. Dia meminta kepada siapa pun masyarakat yang memiliki informasi yang mendukung pengungkapan insiden itu agar segera melaporkan data dan informasinya ke Komnas HAM.

“Untuk memperkuat pengungkapan peristiwa yang terjadi, kami berharap semua pihak mau bekerja sama dan terbuka. Harapan ini juga kami sampaikan kepada pihak Kepolisian. Proses awal ini telah diperoleh beberapa keterangan secara langsung dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar Choirul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir BYD Tabrak dan Lindas Ojol di Blok M Negatif Narkoba, Polisi: Bukan Kabur tapi Kaget

Sopir BYD Tabrak dan Lindas Ojol di Blok M Negatif Narkoba, Polisi: Bukan Kabur tapi Kaget

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Komnas HAM Terima 2.700 Aduan Konflik Agraria, Bisakah BRAN yang Dipimpin Polisi Jadi Solusi?

Komnas HAM Terima 2.700 Aduan Konflik Agraria, Bisakah BRAN yang Dipimpin Polisi Jadi Solusi?

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Geger di Ciamis, Pria ODGJ Bacok 2 Polisi, Berakhir Tewas Diamuk Warga

Geger di Ciamis, Pria ODGJ Bacok 2 Polisi, Berakhir Tewas Diamuk Warga

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dipanggil Polisi! Sutradara Dandhy Dwi Laksono Bakal Diperiksa Terkait Film Pesta Babi

Dipanggil Polisi! Sutradara Dandhy Dwi Laksono Bakal Diperiksa Terkait Film Pesta Babi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Komplotan Maling Motor di  Jakbar Ditangkap: Modus Pakai Jaket 'Reskrim' dan Ngaku Polisi

Komplotan Maling Motor di Jakbar Ditangkap: Modus Pakai Jaket 'Reskrim' dan Ngaku Polisi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Pakar UGM Kritik Polisi Copot Spanduk Greenpeace: Antikritik dan Tebang Pilih

Pakar UGM Kritik Polisi Copot Spanduk Greenpeace: Antikritik dan Tebang Pilih

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:42 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

×