Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai dan Peninggalannya

Rifan Aditya

Jum'at, 11 Desember 2020 | 13:59 WIB
Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai dan Peninggalannya
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (shutterstock)

Suara.com - Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Samudera Pasai. Munculnya kerajaan ini diawali dengan kedatangan para pedagang Islam dari Arab, India, dan Persia yang singgah untuk berdagang di Indonesia. Akhirnya, lama kelamaan para pedagang ini kemudian menetap dan membangun sebuah kerajaan yang bernama Samudera Pasai.

Lalu, bagaimana sejarah berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia ini? Berikut Suara.com rangkum ulasan tentang Kerajaan Samudera Pasai, mulai dari sejarah berdiri hingga peninggalannya.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Nizamuddin Al Kamil yang merupakan seorang pimpinan angkatan laut dari Mesir pada tahun 1267 di Aceh. Tujuan didirikannya kerajaan ini adalah untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, terutama lada yang sangat berlimpah di tanah Indonesia.

Masa pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh. Malik al-Saleh adalah nama baru dari Meurah Silu setelah ia masuk agama Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berikut silsilah kepemimpinan kerajaan Samudera Pasai.

  1. Sultan Malik as-Saleh (1267-1297)
  2. Sultan Al-Malik at Tahir I/Muhammad I (1297-1326)
  3. Sultan Ahmad I (1326-133?)
  4. Sultan Al-Malik at Tahir II (133?-1349)
  5. Sultan Zainal Abidin I (1349-1406)
  6. Ratu Nahrasyiyah (1406-1428)
  7. Sultan Zainal Abidin (1428-1438)
  8. Sultan Salahuddin (1438-1462)
  9. Sultan Ahmad II (1462-1464)
  10. Sultan Abu Zaid Ahmad III (1464-1466)
  11. Sultan Ahmad IV (1466-1466)
  12. Sultan Mahmud (1466-1468)
  13. Sultan Zainal Abidin III (1468-1474)
  14. Sultan Muhammad Syah II (1474 – 1495)
  15. Sultan Al-Kamil (1495-1495)
  16. Sultan Abdullah (1495-1506)
  17. Sultan Muhammad Syah III (1506-1507)
  18. Sultan Abdullah II (1507-1509)
  19. Sultan Ahmad V (1509-1514)
  20. Sultan Zainal Abidin IV (1514-1517)

Pada masa kejayaannya, Samudera Pasai menjadi salah satu pusat perdagangan yang cukup penting di asia. Letaknya yang strategis membuat wilayah kerajaan ini sering dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negara, seperti Cina, India, Siam, Arab, dan Persia. Selain menjadi pusat perdagangan, Samudera Pasai juga menjadi pusat perkembangan agama Islam.

Kerajaan Samudera Pasai memiliki mata uang Dirham yang dibuat dari 70% emas murni 18 karat tanpa campuran kimia kertas dengan diameter 10 mm. Kerajaan Samudera Pasai berdiri dari abad ke-13 hingga 16 M atau sekitar 3 abad hingga akhirnya runtuh akibat penyerangan yang dilakukan Portugis.

Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai

baca juga

Kerajaan Samudera Pasai dibawah pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin akhirnya ditaklukkan oleh Portugis pada 1521. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, raja Kerajaan Aceh Darussalam untuk mengambil alih Kerajaan Samudera Pasai.

Hingga akhirnya, pada 1524 Kerajaan Samudra Pasai dimasukkan ke dalam wilayah Kerajaan Aceh Darussalam. Hal tersebut dibuktikan dengan dipindahkannya Lonceng Cakra Donya milik Kerajaan Samudera Pasai ke Kerajaan Aceh Darussalam.

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Selama 3 abad berdiri, Kerajaan Samudera Pasai memiliki sejumlah peninggalan bernilai sejarah tinggi. Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai antara lain berupa Dirham, Cakra Donya, Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, Stempel Kerajaan, dan beberapa nisan atau makam para raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Samudera Pasai.

Demikian rangkuman mengenai sejarah perjalanan Kerajaan Samudera Pasai hingga peninggalannya. Semoga membantu!

Kontributor : Theresia Simbolon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerajaan Demak: Sejarah Hingga Peninggalannya

Kerajaan Demak: Sejarah Hingga Peninggalannya

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 06:29 WIB

Jejak Sejarah Kerajaan Banten hingga Peninggalannya

Jejak Sejarah Kerajaan Banten hingga Peninggalannya

Banten | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:53 WIB

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:01 WIB

Terkini

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

×