Keluarga Enam Laskar FPI Bakal Datangi Komnas HAM Senin 21 Desember

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Minggu, 20 Desember 2020 | 20:59 WIB
Keluarga Enam Laskar FPI Bakal Datangi Komnas HAM Senin 21 Desember
Ketua PA 212 Slamet Maarif. Kepada Suara.com, Slamet mengungkapkan enam keluarga laskar FPI akan mendatangi Komnas HAM. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Perwakilan keluarga dari enam laskar Front Pembela Islam (FPI) dan tim bantuan hukumnya akan mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM RI, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020). Kedatangan mereka untuk membeberkan sejumlah bukti terkait kejadian penembakan yang dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu lalu. 

Kabar itu disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif. Rencananya mereka akan mendatangi kantor Komnas HAM RI pada pagi hari. 

"Besok Senin, 21 Desember 2020 jam 09.30 WIB akan mendatangi Komnas HAM untuk memberikan penjelasan dan bukti-bukti," kata Slamet kepada Suara.com, Minggu (20/12/2020). 

Selain perwakilan keluarga dan tim hukum, Slamet juga menyebut bakal ada beberapa tokoh nasional yang turut ikut menemui pihak Komnas HAM RI. 

Tim kuasa hukum enam laskar FPI, keluarga korban, dan juga tokoh nasional disebutnya bakal mendukung serta mengawal Komnas HAM RI yang kini tengah melakukan penyelidikan. 

"Serta mengungkap tuntas dan jelas dugaan kekejian dan pelanggaran HAM berat terhadap enam syuhada tersebut."

Sebelumnya,  Komnas HAM telah mendengarkan keterangan dari dokter forensik Rumah Sakit Polri yang mengautopsi jenazah enam orang laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak pada 7 Desember lalu di KM 30 Tol Jakarta-Cikampek. 

Keterangan yang diterima itu lantas dibandingkan dengan informasi lainnya. 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya juga melakukan kroscek pada keterangan yang disampaikan keluarga enam pengawal Rizieq Shihab kepada komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.

baca juga

Hasilnya, hal yang disampaikan kedua belah pihak itu disebutnya berbeda.

"Pasti tidak ada kesamaan," ujar Anam di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Anam menjelaskan, setiap melakukan pemeriksaan autopsi, kondisi jasad selalu berbeda-beda. Ada banyak faktor yang membuat hal ini terjadi.

"Tergantung salah satunya, jamnya, tubuhnya. Jadi kalau misalnya jamnya, antara jenazah yang umurnya satu jam dengan yang umurnya satu hari pasti jenazahnya berbeda," kata Anam.

Begitu juga dengan munculnya luka lebam, tusukan, lubang peluru, dan sebagainya juga pasti berubah karena banyak faktor. Bahkan penyababnya juga bisa terjadi karena konsumsi jasad terakhir sebelum wafat.

"Situasi alam dan sebagainya itu akan mempengaruhi model dan perubahan-perubahan di jenazah," tuturnya.

Karena itu, ia menyebut akan jadi janggal jika kondisi jasad yang dilihar terakhir kali oleh pihak keluarga sama dengan yang disampaikan dokter forensik.

"Memang kalau ditanya apa ada perbedaan antara satu dengan yang lain, harusnya berbeda. Kalau enggak berbeda malah aneh," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Periksa Mobil Kasus Bentrok Laskar FPI Vs Polisi, Komnas HAM Surati Polri

Periksa Mobil Kasus Bentrok Laskar FPI Vs Polisi, Komnas HAM Surati Polri

News | Minggu, 20 Desember 2020 | 18:51 WIB

Terkuak! Ada 18 Peluru Polisi yang Bersarang di Tubuh 6 Laskar FPI

Terkuak! Ada 18 Peluru Polisi yang Bersarang di Tubuh 6 Laskar FPI

Jakarta | Jum'at, 18 Desember 2020 | 19:52 WIB

Blak-blakan! Bareskrim Sebut 6 Pengawal Rizieq Alami 18 Kali Luka Tembak

Blak-blakan! Bareskrim Sebut 6 Pengawal Rizieq Alami 18 Kali Luka Tembak

News | Jum'at, 18 Desember 2020 | 19:16 WIB

Terkini

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×