Imbas Pilkada, Epidemiolog: Kasus Covid akan Lebih Buruk Awal Tahun Depan

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 22 Desember 2020 | 12:15 WIB
Imbas Pilkada, Epidemiolog: Kasus Covid akan Lebih Buruk Awal Tahun Depan
Ilustrasi petugas KPPS. [Suara.com/Tuntun Siallagan]

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan ribuan tempat pemungutan suara (TPS) dijaga oleh petugas yang berstatus positif Covid-19 saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Temuan itu dianggap sebagai wujud ketidakmampuan Indonesia memahami situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda. 

Pakar epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan bahwa kondisi penularan Covid-19 sudah sangat serius apalagi ketika saat Pilkada Serentak 2020 berlangsung. Pasalnya, ia melihat adanya test positivity Covid-19 di atas 10 persen.

"Itu artinya pandeminya tidak terkendali dan saat itu saya sudah menyampaikan bahwa potensi sekitar 2,4 juta OTG yang ikut bisa terlibat dalam kegiatan Pilkada itu," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/12/2020). 

Dicky menjelaskan kalau banyaknya petugas di TPS yang positif namun tetap bertugas seperti fenomena gunung es. Pasalnya, menurut dia dengan banyaknya yang positif, cakupan testing dan tracingnya malah masih rendah. 

"Ini menempatkan posisi kita ini dalam posisi tidak mampu memahami situasi sebenarnya," ujarnya. 

Kalau peningkatan testing dan tracing tidak dilakukan, maka bisa saja semakin memperburuk kondisi pandemi Covid-19 di tanah air. Karena mereka yang positif akan menularkan kepada orang lain termasuk kepada kelompok rentan. 

Dicky menambahkan bahwa tingginya kasus Covid-19 di rumah sakit saat ini bisa saja belum termasuk dari kelompok Pilkada Serentak 2020. Kalau hal tersebut benar adanya, maka menurutnya awal 2021 angka kasus Covid-19 bakal lebih meningkat tajam.

"Dan perburukan saat ini yang terjadi di RS dan segala macam bisa jadi belum ada dampak perburukan dari pilkada, artinya di Januari akan lebih buruk, itu tidak bisa kita hindari."

Sebelumnya diberitakan, tahap pencoblosan surat suara Pilkada 2020 pada Rabu (9/12/2020) telah selesai dilaksanakan. Namun, ternyata ada muncul kekhawatiran terkait hajatan politik lima tahunan itu yang digelar saat pagebluk Corona. Sebab, ternyata, 1.172 tempat pemungutan suara (TPS) dijaga petugas yang berstatus positif Corona.

baca juga

Fakta itu diketahui dari hasil pengawasan Bawaslu di 100.995 TPS dari total 290 ribu lebih TPS di seluruh Indonesia pada Rabu siang.

Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan banyak petugas KPPS positif Covid-19 yang masih bekerja di TPS sejumlah daerah saat Pilkada serentak 2020.

"Terdapat KPPS terpapar Covid-19 yang masih hadir di TPS. Nah ini terjadi di 1.172, tentu perlu dikonfirmasi lebih jauh situasi-situasi yang terjadi di lapangan, seberapa lama pasca covid-19 mereka tetap tugas dan lain-lain," kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam siaran YouTube, Rabu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:12 WIB

Mau Nonton Konser Bebas dari Risiko Infeksi Covid-19, Epidemiolog Sarankan Jaga Jarak 1 Meter

Mau Nonton Konser Bebas dari Risiko Infeksi Covid-19, Epidemiolog Sarankan Jaga Jarak 1 Meter

Health | Jum'at, 11 November 2022 | 18:59 WIB

Epidemiolog Desak Pemerintah Segera Tetapkan Kasus Gagal Ginjal Akut sebagai KLB

Epidemiolog Desak Pemerintah Segera Tetapkan Kasus Gagal Ginjal Akut sebagai KLB

Health | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 18:19 WIB

Epidemiolog: Jangan Sampai Ada Anggapan Masker Penentu Akhir Pandemi

Epidemiolog: Jangan Sampai Ada Anggapan Masker Penentu Akhir Pandemi

Health | Rabu, 21 September 2022 | 09:34 WIB

Mampu Hindari Imunitas Vaksin, Subvarian Omicron BA2.75.2 Berpotensi Perpanjang Durasi Pandemi

Mampu Hindari Imunitas Vaksin, Subvarian Omicron BA2.75.2 Berpotensi Perpanjang Durasi Pandemi

Health | Rabu, 14 September 2022 | 18:13 WIB

Agar Tak Tertular Covid, Epidemiolog ke Kelompok Lansia dan Rentan : Jaga Diri Pakai Masker, Kalau Fit Tak Usah Keluar

Agar Tak Tertular Covid, Epidemiolog ke Kelompok Lansia dan Rentan : Jaga Diri Pakai Masker, Kalau Fit Tak Usah Keluar

News | Jum'at, 02 September 2022 | 20:51 WIB

Program Vaksinasi Booster Kedua Dimulai, Epidemiolog Sarankan Kelompok Nakes Ini Jadi Prioritas

Program Vaksinasi Booster Kedua Dimulai, Epidemiolog Sarankan Kelompok Nakes Ini Jadi Prioritas

Health | Jum'at, 29 Juli 2022 | 10:12 WIB

Kasus Covid-19 Harian Tembus 5.000 Kasus, Perlukah Indonesia Tarik Rem Darurat?

Kasus Covid-19 Harian Tembus 5.000 Kasus, Perlukah Indonesia Tarik Rem Darurat?

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 18:10 WIB

Kasus Covid-19 Alami Kenaikan, Epidemiolog Sebut PPKM Tetap Dibutuhkan

Kasus Covid-19 Alami Kenaikan, Epidemiolog Sebut PPKM Tetap Dibutuhkan

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 08:19 WIB

Terkini

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:52 WIB

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

Bekaci | Senin, 21 September 2026 | 19:51 WIB

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:50 WIB

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

News | Senin, 21 September 2026 | 19:49 WIB

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

News | Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

×