Kisah Orang-orang yang Masih Percaya Trump Menang Pilpres

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 07 Januari 2021 | 16:59 WIB
Kisah Orang-orang yang Masih Percaya Trump Menang Pilpres
BBC

Suara.com - Beberapa pekan setelah presiden terpilih, Joe Biden, dinyatakan sebagai pemenang pilpres pada November 2019, masih ada ketidakpercayaan mendalam terhadap proses pemilihan di antara banyak pendukung kuat Donald Trump. Hal ini mencerminkan sentimen yang lebih luas di antara kaum konservatif, yang memiliki implikasi mendalam bagi negara dan lembaga-lembaganya.

Sambil berdiri di Main Street, Dillard Ungeheuer, 73, membersihkan kotoran sapi dari sepatunya - sisa-sisa dari kunjungannya ke tempat pakan. Dia tampak kesal. Saat membicarakan soal surat suara, ia tegas mengklaim - banyak yang palsu.

"Saya tidak akan berdebat dengan siapa pun tentang hal itu," katanya, dengan nada suara yang meninggi. "Saya percaya apa yang saya katakan itu faktual."

Kemarahannya atas pemilihan presiden terlihat jelas. Emosi yang sama dirasakan juga oleh banyak warga di kota itu.

"Tidak, saya sama sekali tidak percaya pada pemerintah," katanya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kalah dalam pemilihan dari kandidat Partai Demokrat, Joe Biden. Adapun upayanya untuk membatalkan hasil itu di pengadilan telah gagal.

Pada 6 Januari, hasil pemungutan suara elektoral dari setiap negara bagian akan dihitung oleh Kongres.

Meskipun beberapa anggota Partai Republik mengatakan mereka akan menantang langkah terakhir itu dalam proses mengesahkan pemenang pemilihan, aksi itu hanya akan menunda, bukan mengubah hasilnya.

Berbagai wawancara dengan puluhan pendukung Republik di Negara Bagian Kansas mengungkap sebuah gambaran tentang bagaimana mereka memandang dunia.

Sebagian besar merasa bahwa mereka telah dicurangi, dan lembaga-lembaga demokrasi, khususnya proses pemilihan, telah hancur.

Sebagian besar pemilih Partai Republik, di Kansas dan di tempat lain, percaya Trump memenangkan pemilihan atau mereka tidak yakin akan pemenangnya, seperti yang diindikasikan melalui jajak pendapat Northeastern University.

Jackie Taylor, 59, penerbit Linn County News di Pleasanton, mengatakan pemilihan umum telah dicuri: "Semuanya itu kotor. Ada seorang pria yang terpilih dalam keadaan kotor, dan sekarang dia adalah presiden."

Ketika ditanya mengapa menurut mereka terjadi kecurangan dalam pemilihan itu, banyak yang mengatakan bahwa mereka mendapat kabar dari Newsmax, One America News, dan media lain yang menyiarkan cerita tentang dugaan penipuan pemilih. Perusahaan media ini relatif tidak jelas reputasinya sampai ketika Trump menjabat.

Trump sering menyebut media-media itu, yang kemudian mengangkat profil mereka.

Beberapa orang lain mengatakan mereka tidak mengenal siapa pun yang mendukung Biden, dan hanya pernah melihat alat peraga kampanye Trump.

Bagi mereka, tidak terbayangkan Biden bisa menang. Mereka berkeyakinan teguh, meski tanpa ada bukti, bahwa kaum liberal mencuri kemenangan pemilu. Pandangan mereka tercermin dalam program-program yang mereka tonton, dan hal-hal yang mereka bahas di kedai kopi, di pom bensin, dan tempat-tempat lain di sekitar kota.

Mereka menyerukan perombakan sistem, dengan mengatakan kontrol yang lebih ketat harus diberlakukan terhadap pemilih. Mereka mengatakan bahwa mereka takut Biden akan menghancurkan demokrasi Amerika yang masih tersisa, dan mengubah negara itu menjadi negara sosialis.

Tyler Johnson, 35, berbicara tentang kecurangan dalam pemilu sambil berdiri di samping mobil Chevy-nya, yang dilengkapi dengan kotak pangan.

'Amerika dalam posisi yang sangat rapuh'

Sebelumnya, di luar pusat kota, sebuah papan di pinggir rute 69 bertuliskan: "Berikan suara Anda - singkirkan setiap Demokrat."

Johnson berpendapat bahwa Demokrat semestinya tidak memimpin: "Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan terkait pemilu, ini membuat saya mempertanyakan semua yang mereka wakili."

Dia memelihara anak sapi seperti yang dilakukan ayahnya - serta berharap itu juga yang akan dilakukan putranya yang berusia dua tahun, Monroe, suatu hari nanti.

Dia khawatir Partai Demokrat akan mensabotase industri peternakan.

"Dengan semua aturan yang ingin diberlakukan oleh kepresidenan Biden pada kami, itu membuat saya bertanya-tanya - apakah gaya hidup saya akan menjadi gaya hidup yang layak untuk putra saya, seperti untuk ayah saya sebelumnya, dan untuk saya?" dia berkata.

Ketidakpercayaan mereka terhadap proses pemilihan dapat menyebabkan perpecahan yang lebih dalam di AS, sebagian percaya pada Gedung Putih di bawah kekuasaan Biden dan sebagian lainnya menolak Biden.

"Amerika berada dalam posisi yang sangat rapuh," kata Edward Foley, dosen hukum pemilu di Ohio State University di Columbus. Dia menggambarkan ketidakpercayaan terhadap proses pemilu sebagai "tantangan nyata terhadap premis sistem".

Foley mengingat kembali momen lain dalam sejarah ketika perdebatan muncul atas proses pemilihan. Pada 2000, kandidat dari Partai Republik, George W Bush, memenangkan Florida dengan selisih tipis 537 suara.

Kemenangan di Florida membuat Bush memenangi suara elektoral. Di pihak lain, para pendukung saingan Demokratnya, Al Gore, putus asa.

"Waktu itu ada ketakutan bahwa para pejabat akan menggunakan kekuatan politik untuk memanipulasi surat suara," katanya, meski tidak ada upaya serius untuk merusak proses tersebut.

Partai Demokrat membawa masalah ini ke Mahkamah Agung, tetapi hakim menghentikan upaya mereka. Permasalah itu kemudian pudar.

Yang terjadi saat ini, Trump dan sekutu-sekutunya membuat sebagian publik meragukan kemenangan Biden.

Roger Marshall, Senator AS yang baru terpilih dari Kansas, berencana untuk mengajukan keberatan atas kemenangan Biden pada hari Rabu, ketika anggota Kongres bertemu dalam rapat pengesahan hasil pemilihan.

Marshall dan sekitar belasan senator konservatif lainnya akan menantang hasil pemungutan suara di beberapa negara bagian - upaya terakhir, meski akan gagal, untuk menghentikan Biden.

Ketika ditanya apakah menantang hasil pemilu mengikis kepercayaan pada prosesnya, Marshall mengatakan dia menekankan masalah ini karena "Saya ingin memberi kepercayaan kepada orang-orang dalam pemilu-pemilu mendatang, jadi saya tidak mungkin merusak kepercayaan orang lebih dari sekarang".

Kekhawatirannya dirasakan oleh banyak orang di wilayah tersebut, wilayah yang sangat konservatif. Di sini, ketakutan terhadap sosialisme dan ketakutan tentang kepresidenan Biden sangat kuat.

"Saya merasa bahwa kita akan melihat tanda-tanda pertama dari sosialisme," kata Mike Avery, 53, pemilik tempat penampungan kayu di Main Street, yang terletak di Linn County, di mana 80% pemilih yang memenuhi syarat memberikan suara untuk Trump.

Ungeheuer, yang bekerja membuat pagar kandang, mengatakan tentang kebijakan Biden:

"Anda tidak dapat mulai memberi sesuatu kepada semua orang, membiarkan saya bekerja keras dan menjalankan bisnis, dan berharap saya memberikannya kepada yang lain. Venezuela tidak melakukan banyak hal dengan baik, mengikuti agenda sosialis. "

Sekarang ada juga seruan di Kansas dan di tempat-tempat lain untuk memperketat pembatasan pada pemungutan suara.

"Saya pikir terjadi kecurangan dalam pemilihan, dengan surat suara yang masuk. Saya pikir hanya ada orang-orang yang tidak lagi bersama kami yang memilih," kata Julia Smith, 65, yang sudah pensiun.

"Saya pikir kita harus kembali ke pemungutan suara secara langsung, dengan kartu tanda pengenal."

Baginya, kekalahan Trump adalah bukti bahwa Demokrat telah melakukan kecurangan, dan dia mengatakan upaya mereka harus dihentikan. Lalu dia menarik jaketnya erat-erat melawan angin sedingin es dan menuju ke jalan raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:10 WIB

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:05 WIB

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:41 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:00 WIB

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:01 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB