alexametrics

Sebagian Ibu Hamil Ketakutan Swab Test

Siswanto
Sebagian Ibu Hamil Ketakutan Swab Test
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Karena kenyataannya masih banyak ditemukan ibu hamil yang waktu persalinan dinyatakan positif sehingga berdampak bagi tenaga kesehatan.

Suara.com - Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Roza Mardiah, mengatakan masih banyak ibu hamil di daerah itu takut untuk melakukan tes usap atau swab test dua minggu menjelang persalinan.

"Kalau secara keseluruhan partisipasi warga Tanah Datar yang melakukan tes swab cukup tinggi tapi khusus untuk ibu hamil masih banyak yang ragu atau takut," kata dia di Batusangkar, hari ini.

Ia mengatakan tes usap dilakukan kepada ibu hamil pada 14 hari menjelang melahirkan bertujuan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.

Karena kenyataannya masih banyak ditemukan ibu hamil yang waktu persalinan dinyatakan positif sehingga berdampak bagi tenaga kesehatan.

Baca Juga: Studi: Anak Lelaki Lahir dari Ibu Obesitas Berisiko Alami Ketidaksuburan

"Ada beberapa kita temukan ibu hamil diwaktu persalinannya positif, itu kan bahaya bagi tenaga kesehatan. Selain itu ibu hamil yang mendatangi dan melahirkan difasilitas kesehatan juga akan diminta lembaran hasil swabnya," katanya.

Ia mengatakan banyaknya ibu hamil yang tidak melakukan tes usap dikarenakan ketidak tahuan ibu hamil, stres yang berlebihan, serta takut untuk di tes usap.

Ia mengharapkan tenaga kesehatan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait COVID-19 sehingga mereka mau melakukan tes usap.

"Kita terus memantau melalui tim pemantau kerja di kecamatan agar ibu hamil secara sukarela melakukan swab 14 hari sebelum melahirkan," ujarnya.

Ia juga mengharapkan kepada tenaga kesehatan mesti melindungi diri sendiri terlebih dahulu setelah itu baru melakukan tindakan terhadap pasien.

Baca Juga: Tenaga Medis Terpapar Covid-19, Puskesmas Duren Sawit Ditutup Sementara

Sementara untuk kasus positif COVID-19 pada Kamis terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 12 orang sehingga secara akumulasi terkonfirmasi berjumlah 868 orang dan 740 dinyatakan sembuh dengan hasil negatif. [Antara]

Komentar