Abu Bakar Baasyir Bebas, Media Asing Soroti Efek Ideologisnya

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2021 | 13:38 WIB
Abu Bakar Baasyir Bebas, Media Asing Soroti Efek Ideologisnya
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Suara.com - Pembebasan Abu Bakar Baasyir dari penjara disorot oleh media asing. Dalam laporannya, Al Jazeera menulis sosok pemimpin spritual ini memiliki dampak ideologisyang yang lebih berbahaya dari Habib Rizieq.

Fahirin, anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang pernah tinggal bersamanya di Malaysia selama beberapa tahun, menyebut Baasyir memiliki pengaruh kuat melebihi yang diperkirakan selama ini.

"Dia masih memiliki pengaruh kuat, itulah sebabnya pemerintah Indonesia sangat takut padanya," ujar Fahirin, seperti yang diambil dari Al Jazeera Jumat (08/01).

"Mereka lebih mengkhawatirkan Baasyir daripada Rizieq karena pengaruh Bashir jauh lebih situasionalSatu kata darinya [Bashir] dan semua pengikutnya akan bangkit. Dan dia percaya pada jihad bersenjata," lanjutnya.

Abu Bakar Baasyir dihukum karena mendukung kamp pelatihan bagi para pejuang di Aceh pada 2011, meskipun ia juga dianggap sebagai inspirasi ideologis bom Bali tahun 2002, yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Abu Bakar Baasyir bebas (ist)
Abu Bakar Baasyir bebas (ist)

Fahirin mengatakan, Baasyir terlihat sehat ketika ia mengunjunginya sekitar dua bulan yang lalu di dalam penjara, namun ulama itu mengalami penurunan daya ingat.

Menurutnya, Baasyir kesulitan mengingat nama-nama tim hukumnya dan teman dan kenalan lainnya. Meski demikian, Fahirin menegaskan tahun-tahun penahanan Baasyir tak akan mengurangi efek ideologisnya.

Baasyir meninggalkan penjara pada hari Jumat setelah menjalani 11 tahun dari hukuman 15 tahun. Ia menerima remisi 55 bulan untuk perilaku yang baik.

Hukuman itu juga termasuk tahun yang dia habiskan di penjara setelah penangkapannya pada tahun 2010.

Menurut Quinton Temby, seorang rekan tamu di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, kepentingan Baasyir sekarang lebih bersifat simbolis daripada material.

"Pembebasan Baasyir dapat membuatnya menjadi simbol yang kuat bagi oposisi Islam karena pandangan yang dia pegang selama beberapa dekade, bahwa negara Indonesia adalah rezim tirani yang tidak Islam, semakin populer di kalangan oposisi," kata Temby kepada Al Jazeera.

"Dia bebas tanpa menyerah pada tuntutan pada tahun 2019 untuk menandatangani sumpah setia kepada negara, jadi mandatnya telah ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Asing Soroti Kasus Video Syur Gisel : Keadilan yang Kejam

Media Asing Soroti Kasus Video Syur Gisel : Keadilan yang Kejam

Entertainment | Sabtu, 02 Januari 2021 | 13:11 WIB

Front Pembela Islam Resmi Dibubarkan Pemerintah, Media Asing Ikut Menyoroti

Front Pembela Islam Resmi Dibubarkan Pemerintah, Media Asing Ikut Menyoroti

News | Rabu, 30 Desember 2020 | 20:02 WIB

Tetap Gelar Pilkada saat Pandemi Covid-19, Indonesia Disorot Media Asing

Tetap Gelar Pilkada saat Pandemi Covid-19, Indonesia Disorot Media Asing

News | Rabu, 09 Desember 2020 | 11:11 WIB

Terkini

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:35 WIB

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:22 WIB

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:21 WIB

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:19 WIB

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:16 WIB

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:07 WIB