SBY: Sepertinya Masyarakat Indonesia Kini Dibelah Dua, Kita Lawan Mereka

Jum'at, 08 Januari 2021 | 15:54 WIB
SBY: Sepertinya Masyarakat Indonesia Kini Dibelah Dua, Kita Lawan Mereka
Ketum Partai Demokrat SBY dan Presiden Jokowi. [Antara/Nyoman Budhiana]

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kekhwatirannya terkait kerukunan masyarakat Indonesia yang kini dinilai retak dan jauh dari semangat persaudaraan sebagai bangsa. Hal itu sudah dilihat oleh SBY bahkan sejak 3 sampai 4 tahun terakhir.

Terutama, lanjut SBY, perpecahan itu bemula dari dinamika politik pada Pilkada Jakarta tahun 2017. Di mana, sejak saat itu terasa bahwa di dalam kehidupan masyarakat telah terbangun jarak dan pemisah yang semestinya tak terjadi.

"Terbangun polarisasi yang tajam di antara kita, baik karena faktor identitas, politik maupun ideologi. Sepertinya masyarakat kita harus dibelah dua ~ kita dan mereka. Bahkan, kita lawan mereka," kata SBY dalam laman Facebook miliknya, Jumat (8/1/2021).

Presiden ke-6 RI itu melanjutkan keterbelahan bahkan sampai membawa identitas. Ia berujar sebagian masyarakat menganggap kalangan yang tidak sama identitasnya semisal agama, partai politik dan juga garis ideologi adalah lawan. Keterbelahan itu bahkan membuat masyarakat yang ingin berbicara pun merasa tidak nyaman.

"Garis permusuhan ini bahkan menembus lingkaran persahabatan yang sudah terbangun lama, bahkan lingkaran-lingkaran keluarga. Saya sungguh prihatin jika lingkaran tentara dan polisi yang harusnya menjadi contoh dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa juga tak bebas dari hawa permusuhan ini," kata SBY.

SBY menilai keadaan seperti itu sangat menyedihkan sekaligus membahayakan masa depan bangsa Indonesia. Yang lada akhirnya, kata SBY, jika polarisasi antar kubu politik sangat tajam, kehidupan demokrasi pasti tidak sehat.

"Memilih kandidat dan calon-calon pemimpin, baik di pusat maupun daerah, akan sangat dipengaruhi dan bahkan ditentukan apakah mereka memiliki identitas, paham ideologi dan politik yang sama. Pertimbangan utama dalam memilih pemimpin seperti faktor integritas, kapasitas dan kesiapan untuk memimpin, dianggap tak lagi penting," kata SBY.

"Kalau hal begini menjadi kenyataan di Indonesia, dan dari tahun ke tahun makin ekstrem, bisa dibayangkan masa depan negeri ini," sambungnya.

Baca Juga: Bawa-bawa Tuhan, SBY Sebut Pandemi Belum Tentu Hilang Meski Ada Vaksin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI