Pendukung Trump Sikat Laptop Berisi Data Rahasia, Keamanan Amerika Terancam

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 09 Januari 2021 | 11:07 WIB
Pendukung Trump Sikat Laptop Berisi Data Rahasia, Keamanan Amerika Terancam
Pendukung Trump bentrok dengan polisi dan pasukan keamanan, saat mereka menyerbu Capitol AS di Washington, DC, pada 6 Januari 2021. [AFP/Foto]

Suara.com - Pendukung Donald Trump yang menerobos gedung Capitol berhasil mengambil laptop berisi data rahasia dan penting terkait keamanan nasional.

Menyadur Buzz Feed News Sabtu (09/01), mereka menggeledah kantor anggota parlemen, mengobrak-abrik file komputer dan email juga mencuri barang elektronik dan dokumen pribadi.

"Kami harus mengidentifikasi apa yang telah dilakukan, memitigasi dan itu bisa memiliki potensi ekuitas keamanan nasional," jelas pengacara AS Michael Sherwin.

"Sejumlah besar pencurian di Capitol telah terjadi," lanjutnya.

Pakar keamanan dan spionase mengatakan bahwa informasi yang sangat sensitif bisa saja dimanfaatkan musuh untuk mengambil keuntungan dari AS. Ia juga khawatir, data itu dimanfaatkan untuk melemahkan Joe Biden.

Pendukung Trump saat menyerbu Capitol AS di Washington, DC, pada 6 Januari 2021. Brendan SMIALOWSKI / AFP
Pendukung Trump saat menyerbu Capitol AS di Washington, DC, pada 6 Januari 2021. Brendan SMIALOWSKI / AFP

Sementara itu, kekhawatiran lain datang dari seorang mantan pejabat tinggi FBI yang bekerja di unit cyber. Ia berkata mungkin saja mata-mata asing ikut menyusup ke dalam gedung Capitol, mengingat massa tak bisa dikontrol.

"Banyak perencanaan masuk ke dalam instalasi bug meskipun mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk menginstal," kata pejabat itu.

Mark Galeotti, seorang rekan senior di Royal United Services Institute yang berbasis di London, mengatakan beberapa hal seperti urusan luar negeri atau apa pun yang berupa dokumen, bisa saja membuat mereka tertarik.

"Tetapi Anda juga mungkin memiliki seseorang dengan dokumen anggaran yang mungkin memberikan gambaran ke mana uang mengalir untuk berbagai proyek atau agensi."

"Jika saya duduk di rezidentura, Kedutaan (Rusia) atau apakah saya (Dinas Intelijen Asing) atau (Dinas Intelijen Militer) saya akan langsung berpikir, oke, saya bisa menguasai dunia melalui barang-barang ini," Kata Galeotti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Twitter Tutup Akun Donald Trump Selamanya

Twitter Tutup Akun Donald Trump Selamanya

Tekno | Sabtu, 09 Januari 2021 | 10:21 WIB

Twitter Suspend Akun Donald Trump Secara Permanen

Twitter Suspend Akun Donald Trump Secara Permanen

Tekno | Sabtu, 09 Januari 2021 | 09:43 WIB

Kritik Demokrasi AS, Fadli Zon: Akhirnya Trump Patah Sendiri

Kritik Demokrasi AS, Fadli Zon: Akhirnya Trump Patah Sendiri

Hits | Jum'at, 08 Januari 2021 | 21:08 WIB

Terkini

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

News | Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 16:02 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB