Singgung soal Black Box, Ayah Pramugara Okky: Harus Terkuak Apa Penyebabnya

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
Singgung soal Black Box, Ayah Pramugara Okky: Harus Terkuak Apa Penyebabnya
Black box sriwijaya air ditemukan. (capture Kompas TV)

Suara.com - Supeno Hendri, ayah kandung Pramugara Okky Bisma berharap, setelah black box alias kotak hitam milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan, penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan putranya bisa terungkap. 

"(Ditemukan kotak hitam) ya nanti bisa terkuak apa masalahnya. Apa pilot apa soal pesawat ya kan gitu aja. Bisa terkuak bisa jelas penyebabnya," kata Supeno di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/1/2021). 

Supeno mengatakan, dirinya meminta kejadian serupa tak akan pernah terjadi lagi di kemudian hari. Menurutnya, kecelakaan harus jadi pelajaran. 

"Ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini itu harapan saya. Sama waktu berkumpul di KNKT gitu juga harapan sama," tuturnya. 

Ekspresi keluarga dari Okky Bisma yang merupakan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengurus pengambilan jenazah anaknya di Posko Ante Mortem, RS Polri Kramatjati, Jakarta, Rabu (13/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ekspresi keluarga dari Okky Bisma yang merupakan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengurus pengambilan jenazah anaknya di Posko Ante Mortem, RS Polri Kramatjati, Jakarta, Rabu (13/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dadi Gunadi, perwakilan korban atas nama Beben Sopian dan Razanah, menyampaikan hal senada dengan Supeno. 

"Ya semoga penyebabnya cepat ketahuan," kata Dadi. 

Dadi mengatakan, keluarga korban hanya bisa mengambil hikmah dari kejadian nahas tersebut. Hal itu pula yang diharapkan pihaknya bagi dunia penerbangan di Indonesia. 

"Semoga semua penerbangan di Indonesia lebih baik," tutupnya. 

Black Box Ditemukan

Petugas gabungan akhirnya menemukan black box Sriwijaya Air SJ182 dari dasar laut di Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021) kemarin. Black box itu ditemukan petugas sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah ditemukan, tim lalu membawa kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ke Dermaga JICT II Tanjung Priok.

Black Box itu dimasukkan ke dalam boks dan berisi air berwarna kecokelatan, kemudian dibawa menggunakan Sea Rider oleh beberapa penyelam di antaranya Kopaska dan Dislambair.

Kotak Hitam itu dibawa oleh Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan dan Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi.

Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan pada transportasi, merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.


Fungsi dari kotak hitam untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:35 WIB

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:29 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:57 WIB

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:37 WIB

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

Sebut White Collar Crime, Jaksa Heran Harta Nadiem Naik Rp4,8 T Saat GoTo Rugi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:36 WIB

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

Soroti Kematian Anak dan Warga Sipil di Dogiyai, Mahasiswa Papua Ajukan 19 Tuntutan ke Pemerintah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:33 WIB