alexametrics

Performa John Eastman, Pengacara Gandengan Trump untuk Sidang Pemakzulan

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Performa John Eastman, Pengacara Gandengan Trump untuk Sidang Pemakzulan
John Eastman mendampingi Rudy Giuliani. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Donald Trump menggandeng profesor hukum untuk hadapi sidang pemakzulan.

Suara.com - Donald Trump tak akan membiarkan staf hukum kepercayaannya, Rudy Giuliani bekerja seorang diri dalam membelanya ketika menjalani sidang pemakzulan. Ia menggandeng profesor hukum John Eastman.

Menyadur Forbes Kamis (14/01) John Eastman memiliki segudang performa yang tak kalah kontroversial dengan Trump, berikut ringkasannya.

Terlibat kerusuhan di gedung Capitol
John Eastman mundur dari Universitas Chapman pada hari Rabu setelah ia terlihat berdiri mendampingi Rudy Giuliani saat kerusuhan di gedung Capitol.

Dikecam pihak universitas
Kampus itu mengecam Eastman pada hari Jumat dan mengklaim tindakannya bertentangan terhadap nilai dan kepercayaan lembaga mereka.Laporan menyebut lebih dari 150 fakultas menuntutnya agar dipecat.

Baca Juga: Sah! DPR AS Setujui Pemakzulan Donald Trump Seminggu Sebelum Lengser

Pilih mundur, bukan dipecat
Namun dalam pernyataannya, John Eastman mengatakan dirinya memilih untuk mundur, bukan dipecat seperti berita yang beredar.

John Eastman mendampingi Rudy Giuliani. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
John Eastman mendampingi Rudy Giuliani. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Bergabung dengan tim Trump
John Eastman mengawali kontroversinya setelah memutuskan untuk bergabung dengan tim Trump. Dia pertama mewakili Trump bulan lalu saat terlibat dalam gugatan untuk membatalkan hasil pemilihan presiden.

Latar belakang karier
John Eastman adalah seorang profesor lama dan pernah bekerja sebagai mantan juru tulis untuk Hakim Agung Clarence Thomas.

Bukan pengacara pertama
Sebagai tim Trump, ia bukan pengacara pertama yang mengorbankan pekerjaannya demi berafiliasi dengan Presiden AS. Sebelumnya Cleta Mitchell juga melakukan hal yang sama.

Dikritik orang lain tapi dilirik Trump
Eastman berhasil menarik perhatian Trump Agustus lalu, ketika menulis opini untuk Newsweek yang mengklaim Wakil Presiden terpilih Kamala Harris mungkin bukan warga negara kelahiran asli. Argumen itu dikritik secara luas oleh pakar hukum lainnya, justru membuatnya dilirik oleh Donald Trump.

Baca Juga: DPR Keluarkan Resolusi Pemakzulan Trump, Desak Pence Gunakan Amandemen ke25

Komentar