Banjir Kalsel Akibat Tambang dan Kebun Sawit, DPR: Paksa Rehabilitasi

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Senin, 18 Januari 2021 | 22:32 WIB
Banjir Kalsel Akibat Tambang dan Kebun Sawit, DPR: Paksa Rehabilitasi
Banjir di Kalimantan Selatan (Twitter/@HappyonYon)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan sepakat ataspernyataan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), bahwa bencana banjir di Kalimantan Selatan bukan sebatas karena curah hujan.

Banjir di Kalsel disebabkan kerusakan lingkungan akibat kegiatan tambang dan alih fungsi hutan menjadi kebun sawit.

Daniel memandang, kerusakan akibat tambang dan alih fungsi hutan itu yang kemudian membuat lingkungan tidak lagi dapat bertahan menghadapi cuaca sehingga berakibat bencana.

"Kerusakan lingkungan dan masifnya alih fungsi hutan menjadi salah satu bencana ini. Sehingga tidak mampu menghadapi kondisi cuaca," kata Daniel kepada Suara.com, Senin (18/1/2021).

Karena itu, ia meminta agar lahan-lahan yang terlanjur dialihfungsikan menjadi perkebunan maupun tambang dapat dikembalikan seperti semula. Hal itu bertujuan untuk mencegah kejadian serupa banjir pada saat ini terulang.

"Paksa untuk rehabilitasi sesuai peraturan yang ada," ujar Daniel.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menegaskan bahwa banjir besar di Kalimantan Selatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar cuaca ekstrem, melainkan akibat rusaknya ekologi di tanah Borneo.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, mengatakan bahwa banjir tahun ini merupakan yang terparah dalam sejarah.

"Banjir (2021) kali ini adalah banjir terparah dalam sejarah Kalimantan Selatan yang sebelumnya," kata Kis saat dihubungi Suara.com, Jumat (15/1/2021).

baca juga

Berdasarkan laporan tahun 2020 saja sudah terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif bahkan ditinggal tanpa reklamasi, belum lagi perkebunan kelapa sawit yang mengurangi daya serap tanah.

"Ini menunjukkan daya tampung daya dukung lingkungan di kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis, sudah sering kita ingatkan, dari total luas wilayah 3,7 juta hektar hampir 50 persen sudah dibebani izin pertambangan dan perkebunan kelapa sawit," tegasnya.

Sebelumnya BPBD Kalsel merilis data harian hingga per tanggal 14 Januari 2021. Tercatat ada 67.842 jiwa yang terdampak dari total 57 peristiwa banjir sejak awal tahun. Khusus untuk bangunan rumah warga yang terdampak sebanyak 19.452 unit.

Akumulatif jumlah warga terdampak banjir ini masih didominasi dari Kabupaten Tanah Laut, dengan jumlah sebanyak 34.431 jiwa. Lalu, disusul Kabupaten Banjar yang tercatat sebanyak 25.601 jiwa. Sedangkan, sisanya berasal Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan sekitarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga sudah mengumumkan wilayahnya kini berstatus tanggap darurat bencana banjir melalui Surat Pernyataan Nomor: 360/038/Bpbd/2021 tertanggal 14 Januari 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapan: Susutnya Hutan 10 Tahun Terakhir Tingkatkan Risiko Banjir Kalsel

Lapan: Susutnya Hutan 10 Tahun Terakhir Tingkatkan Risiko Banjir Kalsel

Tekno | Senin, 18 Januari 2021 | 22:26 WIB

Terjang Air Sebetis, Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir Kalimantan Selatan

Terjang Air Sebetis, Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir Kalimantan Selatan

Video | Senin, 18 Januari 2021 | 21:08 WIB

Tinggi Air Sebetis, Jokowi Nekat Terobos Banjir Gegara Jembatan Roboh

Tinggi Air Sebetis, Jokowi Nekat Terobos Banjir Gegara Jembatan Roboh

News | Senin, 18 Januari 2021 | 19:24 WIB

Walhi Sudah Sering Ingatkan Kalsel Darurat Ruang dan Bencana Ekologis

Walhi Sudah Sering Ingatkan Kalsel Darurat Ruang dan Bencana Ekologis

Surakarta | Senin, 18 Januari 2021 | 19:22 WIB

Usai ke Kalsel Jokowi Dikritik, Walhi: Seharusnya Hadir dan Kuat

Usai ke Kalsel Jokowi Dikritik, Walhi: Seharusnya Hadir dan Kuat

Jawa Tengah | Senin, 18 Januari 2021 | 19:10 WIB

Jokowi Dikritik Setelah ke Kalsel, Walhi: Lebih Baik Nggak Usah ke Sini

Jokowi Dikritik Setelah ke Kalsel, Walhi: Lebih Baik Nggak Usah ke Sini

News | Senin, 18 Januari 2021 | 19:06 WIB

Pakai Mobil RI 1, Cerita Presiden Jokowi Terjang Banjir di Kalsel

Pakai Mobil RI 1, Cerita Presiden Jokowi Terjang Banjir di Kalsel

Kalbar | Senin, 18 Januari 2021 | 19:06 WIB

Potret Bocah Korban Banjir Kalsel, Warganet Soroti Tangannya yang Berkerut

Potret Bocah Korban Banjir Kalsel, Warganet Soroti Tangannya yang Berkerut

Hits | Senin, 18 Januari 2021 | 18:51 WIB

Terkini

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×