Keluarga dan Polisi Beda Kesaksian soal Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Batu

Iwan Supriyatna

Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:32 WIB
Keluarga dan Polisi Beda Kesaksian soal Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Batu
Ilustrasi alat berat di tambang timah. (dok Walhi)

Suara.com - Keterangan polisi dan keluarga korban berbeda terkait tewasnya pekerja tambang di Bukit Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

ZA (32) saudari ipar Risdianto (32) mengatakan, ada dua alat berat atau PC sedang beroperasi di atas bukit sebelum batu mengelinding dan menimpa korban.

Apa yang dikatakan pihak keluarga korban bertolak belakang dengan keterangan polisi kepada awak media, Kamis (21/1/2021), kemarin.

"Ada PC. Ade saksi, banyak seperadik (saudara) kami yang tahu. Penuh seperadik kami tahu saksi [ada] bang," ujar ZA saat ditemui Suara.com, dirumah duka Desa Kimak Kecamatan Merawang, Jumat (22/1/2021).

ZA menceritakan pada saat pristiwa nahas terjadi dia dan beberapa pihak keluarga sedang berada dilokasi kejadian. Saat itu ZA melihat langsung detik-detik batu besar mengelinding dan menimpa korban di dalam lubang camoy.

"PC warna kuning keduanya bewarna kuning. PC itu posisinya satu sebelah sini, satu lagi sebelah sini," kata ZA menerangkan.

"Batu itu terguling, bukan saya sendiri yang melihat tapi banyak saksi speradik kami yang tau," tambahnya.

Sementara Yusuf, kakak kandung korban mengaku kaget saat mendapat informasi bahwa tidak ada alat berat dilokasi saat adiknya tewas tertimpa batu dari atas bukit. Yusuf dengan tegas mengatakan informasi itu tidak benar.

"Kenapa informasi tidak sama dengan kejadian. Disana ada alat berat, tapi kenapa dibilang tidak ada. Mohon informasi ini diluruskan, jangan sampai kami dari pihak keluarga terpukul untuk kedua kalinya dengan kejadian ini," kata Yusuf.

baca juga

Dia meminta kepada awak media juga melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga korban agar tidak mendapatkan informasi sepihak terkait meninggalnya korban.

"Kami dari keluarga korban selalu terbuka kepada siapa saja apalagi kepada wartawan," terang Yusuf.

Yusuf menceritakan, jika dia hanya memiliki satu saudara kandung yakni korban. Sebagai kakak dia memiliki tanggungjawab besar terhadap istri dan anak korban yang masih berusia 2 tahun.

"Ini anak almarhum baru berusia 2 tahun, dia belum mengerti kalau bapaknya sudah meninggal. Kami pihak keluarga ikhlas dengan kepergian almarhum tapi untuk bos tambang agar memperhatikan nasib anak ini," jelas Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, Risdianto (32) seorang pekerja tambang timah ilegal di Bukit Sambung Giri Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka tewas tertimpa batu saat sedang menambang.

Korban tewas dengan kondisi kaki dan lengan patah serta bagian pinggang berlubang. Dia meregang nyawa dilokasi tambang milik Ferry Gunawan Alias Achiang (44) warga Desa Jurung.

Wakapolres Bangka, Kompol Faisal F mengatakan, peristiwa terjadi pada Rabu 20 Januari 2021 sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban bersama keenam rekannya sedang bekerja menambang timah di lubang Camoy. Tiba-tiba tanpa disadari batu berukuran besar menggelinding dari atas bukit dan menimpa tubuh korban.

"Jadi batu itu menggelinding dan menimpa korban. Korban ada di dalam lubang itu jadi tidak bisa kemana-mana, sementara batu mengelinding itukan cepat," ujar Faisal, Kamis (21/1/2021).

Faisal mengatakan, pemilik tambang ilegal baru melaporkan peristiwa kejadian pada Rabu 20 Januari 2021 sekitar pukul 16.00 WIB atau selang tiga jam pasca kejadian.

"Jadi mereka langsung menguburkan korban tanpa menyampaikan kepada pihak kepolisian, makanya pas kita datang korban telah dikubur," kata Faisal.

"Dari hasil pengecekan dari Kasat Reskrim beserta dengan Kapolsek Merawang itu tidak ditemukan alat berat dilokasi. Sedangkan penampung timah ilegal masih dalam proses penyelidikan, nanti akan disampaikan oleh Kabag Ops," ucapnya.

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya penambang ilegal di Bukit Sambung Giri tersebut dengan alasan masih dalam penyelidikan.

Sementara dua rekan korban Ozi Haryanto (28) Warga Desa Kimak dan Romadhon (26) Warga Desa Jad Bahrin sedang menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi.

"Dari TKP diamankan barang bukti 1 buah batu, 2 unit mesin Robin, 4 buah Cangkul, 2 selang ulir dan selang monitor," terangnya.

Kontributor : Wahyu Kurniawan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Batu, Keluarga dan Polisi Beda Kesaksian

Pekerja Tambang Tewas Tertimpa Batu, Keluarga dan Polisi Beda Kesaksian

Sumsel | Sabtu, 23 Januari 2021 | 06:58 WIB

Pekerja Tambang Timah Ilegal Bukit Sambung Giri Tewas Tertimpa Batu

Pekerja Tambang Timah Ilegal Bukit Sambung Giri Tewas Tertimpa Batu

Batam | Jum'at, 22 Januari 2021 | 06:12 WIB

Korupsi Pasir Timah, 3 Mantan Pejabat PT Timah Ditetapkan Tersangka

Korupsi Pasir Timah, 3 Mantan Pejabat PT Timah Ditetapkan Tersangka

Batam | Rabu, 09 Desember 2020 | 12:14 WIB

Terkini

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

×