Minta Ambang Batas Presiden Diturunkan, NasDem: Ingin Lebih Banyak Paslon

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 30 Januari 2021 | 10:43 WIB
Minta Ambang Batas Presiden Diturunkan, NasDem: Ingin Lebih Banyak Paslon
Ilustrasi pemilu (Unsplash/5Element)

Suara.com - Sekretaris Fraksi Partai NasDem Saan Mustopa menginginkan ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) diturunkan. Sebab, Partai Nasdem ingin melihat ada calon presiden lebih dari dua orang.

Saan menjelaskan kalau kandidat capres yang berjumlah dua orang itu dikhawatirkan publik hanya akan melahirkan polarisasi. Sehingga menurut partainya, jumlah kandidat capres mesti ditambah.

"Kita ingin menurunkan presidential threshold (PT) agar memungkinkan putra-putri terbaik itu bisa calon dan kita ingin lebih banyak paslon tidak dua (orang) minimal tiga (orang)," jelas Saan dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (30/1/2021).

Akan tetapi, NasDem juga tidak menyepakati kalau PT dikurangi hingga menjadi nol persen. Pasalnya, Saan mengkhawatirkan hal tersebut malah memanjakan orang yang 'hobi' nyapres malah terus berpartisipasi dalam pemilihan.

"Kalau nol persen orang-orang yang hobi nyapres kan berkesempatan gitu," ujarnya.

Sementara itu, Saan juga mengungkapkan kalau pihaknya ingin dukungan untuk calon kepala daerah diturunkan dari angka yang ditetapkan saat ini yakni 20 persen dari jumlah kursi DPRD.

Partai NasDem disebutkannya ingin mengurangi potensi munculnya calon tunggal. Melihat dari penyelenggaraan Pilkada 2020, hampir 29 calon tunggal itu unggul.

Sehingga, menurut Saan, partainya ingin dukungan calon kepala daerah itu sekitar 10 persen.

"Jadi kalau 50 alokasi kursi di sebuah kabupaten dengan lima (orang) dia bisa mencalonkan. Itu untuk memberikan ruang bagi mereka bisa banyak paslon dan rakyat punya banyak pilihan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu JK dan Mega Maju Pilpres 2024, Refly Harun: Jangan Tutup Peluang Mereka

Isu JK dan Mega Maju Pilpres 2024, Refly Harun: Jangan Tutup Peluang Mereka

Hits | Minggu, 24 Januari 2021 | 20:10 WIB

Ini Alasan MK Tolak Gugatan Rizal Ramli soal Ambang Batas Presiden

Ini Alasan MK Tolak Gugatan Rizal Ramli soal Ambang Batas Presiden

Riau | Kamis, 14 Januari 2021 | 16:04 WIB

Tok! MK Tolak Gugatan Rizal Ramli soal Ambang Batas Presiden

Tok! MK Tolak Gugatan Rizal Ramli soal Ambang Batas Presiden

News | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:53 WIB

Geger Billboard Banyuwangi "Ahmad Sharoni mimpi jadi Presiden", Siapa Dia?

Geger Billboard Banyuwangi "Ahmad Sharoni mimpi jadi Presiden", Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 06 Januari 2021 | 13:18 WIB

Politikus Nasdem Syahroni Pasang Baliho Mimpi Jadi Presiden, Ini Alasannya

Politikus Nasdem Syahroni Pasang Baliho Mimpi Jadi Presiden, Ini Alasannya

Sumsel | Senin, 21 Desember 2020 | 12:01 WIB

Terkini

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:43 WIB

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:32 WIB

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:27 WIB

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB