Produksi Padi Gogo, Ketahanan Pangan Masyarakat Baduy Masa Pandemi

Erick Tanjung

Selasa, 02 Februari 2021 | 11:03 WIB
Produksi Padi Gogo, Ketahanan Pangan Masyarakat Baduy Masa Pandemi
Dua petani di pemukiman kawasan adat Baduy di Kampung Kadu Ketug I Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali ke rumah setelah merawat tanaman padi gogo di ladang guna memenuhi ketesedian pangan keluarga. (Antara)

Suara.com - Produksi padi gogo atau padi huma di Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini masih dilestarikan dan menjadikan andalan ketahanan pangan masyarakat setempat.

"Kami terus mengembangkan pertanian padi gogo guna memenuhi pangan dan peningkatan ekonomi petani," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak seperti dilaporkan Antara, Selasa (2/2/2021).

Produksi padi gogo di Kabupaten Lebak pada tahun 2020 menyumbangkan ketahanan pangan sebanyak 41 ribu ton gabah kering pungut (GKP) dengan panen seluas 13.912 hektare dan tanam 6.616 hektare. Produksi sebanyak 41 ribu ton GKP itu, kata dia, jika diakumulasikan menjadi beras diperkirakan sekitar 35 ribu ton setara beras dan mereka petani yang mengembangkan padi gogo di lahan darat.

Kebanyakan masyarakat yang mengembangkan pertanian padi gogo dari 28 kecamatan, mereka warga kesepuhan Sunda yakni adat Kkaolotan dan Baduy. Bahkan, masyarakat Baduy hingga kini pertahanan pangan keluarga dari pertanian padi gogo dengan alasan mempertahankan tradisi leluhur.

Mereka masyarakat Baduy menanam padi huma di lahan perbukitan, karena dipastikan lahannya subur hingga bisa mencapai produktivitas empat ton/GKP/hektare.

Selain itu juga tanaman padi gogo lebih murah biaya produksinya dibandingkan padi sawah, karena tidak membutuhkan ketersediaan air juga tanpa menggunakan pupuk kimia.

"Kami tetap melestarikan padi gogo dengan masa panen selama enam bulan dari hari setelah tanam (HST) guna membantu ketersediaan pangan keluarga, terlebih saat ini pandemi Covid-19," terangnya.

Sementara itu, Mulyadi (55) petani warga Sobang Kabupaten Lebak mengatakan selama ini pertanian padi gogo dapat menyumbang ketahanan pangan keluarga dan mereka tidak menjual gabah maupun beras jika panen raya. Saat ini, kebanyakan tanaman padi gogo di sana sudah memasuki usia tanam tiga bulan dan panen awal April 2021.

"Kami panen padi huma dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga," tuturnya.

baca juga

Ia menyebutkan, dirinya menanam padi huma seluas setengah hektare dan menghasilkan 70 ikat padi (geugeus).

Pertanian padi gogo masih tradisional dan jika panen butir-butir gabah dipotong menggunakan alat ani-ani.

Petani mengembangkan padi huma dengan sistem tumpang sari bersama pertanian palawija dan sayuran.

"Kami bercocok tanam padi gogo itu melestarikan tradisi kesepuhan untuk pertahan pangan keluarga dan panen setahun satu kali musim," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuaca Lebak Hari Ini: Diprediksi Hujan Turun Dari Pagi Hingga Sore

Cuaca Lebak Hari Ini: Diprediksi Hujan Turun Dari Pagi Hingga Sore

Banten | Selasa, 02 Februari 2021 | 07:42 WIB

Puluhan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Lebak Banten

Puluhan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Lebak Banten

Foto | Senin, 01 Februari 2021 | 15:12 WIB

Innalillahi, Rikrik Hermawan Meninggal Akibat Covid-19

Innalillahi, Rikrik Hermawan Meninggal Akibat Covid-19

Banten | Senin, 01 Februari 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Samsung Galaxy Tab S12 Ultra Punya Layar 14,6 Inci, AI Jadi Andalan Baru

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:21 WIB

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

The Assassin(s) Batalkan Seluruh Agenda BIFF 2026 di Tengah Kontroversi

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Kenapa Cushion Tidak Menempel di Wajah? Ini 5 Tipsnya agar Makeup Lebih Menyatu

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

5 Rekomendasi Kompor Gas Dua Tungku Terbaik, Api Besar dan Hemat Gas

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

Soroti Pergantian Menlu ke Diplomat Karir, Pakar Kritik Lemahnya Artikulasi Diplomasi Era Sugiono

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

Belanda Untung Rp11 Triliun Lebih dari Perbudakan, Indonesia Pernah Jadi Korban

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Suporter Singapura Duga Ada Kejanggalan Usai Malaysia Menang Mudah 6-0, Bongkar Fakta Ini

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi

Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan

Ribuan Manajer KDMP Mundur, Efektivitas Pelatihan Rp1 Triliun Jadi Sorotan

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×