Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 08 Juli 2026 | 10:49 WIB
Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa
Ilustrasi Taruna Akmil - Upacara Pembukaan Pendidikan Siswa SMA Taruna Nusantara di Balairung Pancasila. (Suara.com/ Angga Haksoro A).
baca 10 detik
  • Pemerintah melibatkan ribuan taruna Akmil dalam MPLS di Sekolah Rakyat untuk membentuk karakter dan disiplin siswa sekolah.
  • Pakar kebijakan publik UGM mengkritik penggunaan metode militer dan menuntut keterlibatan tenaga profesional pendidikan yang lebih kompeten.
  • Pemerintah didesak menggunakan proyek percontohan dan evaluasi matang guna menghindari inefisiensi anggaran serta ketidakefektifan program pendidikan nasional.

Suara.com - Pelibatan ribuan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) dinilai menunjukkan kecenderungan pemerintah kembali mengandalkan pendekatan bercorak militer dalam menjalankan kebijakan publik.

Apalagi, langkah tersebut hadir tak lama setelah pemerintah menuai sorotan atas latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berujung pada meninggalnya lima peserta.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, mengatakan pelibatan taruna Akmil seharusnya tidak diputuskan hanya karena dianggap mampu menanamkan disiplin.

Menurutnya, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan tujuan yang jelas, materi yang tepat, dan metode yang sesuai dengan karakter peserta didik.

"Dalam pelatihan siswa perlu ada tiga aspek yang perlu dielaborasi, yakni tujuan dan materi pelatihan, profesionalisme pelatih dan model pelatihan," kata Subarsono saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).

Agustinus menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu tujuan utama program.

"Kalau tujuan utamanya adalah kemandirian siswa, maka materi pelatihan perlu didiskusikan dengan para pakar psikologi agar mendapat masukan yang pantas dan tepat," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan keputusan pemerintah menunjuk taruna Akmil sebagai pelatih dalam MPLS. Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik semestinya dipandu oleh tenaga profesional yang memang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pelatihan.

Selain itu, ia juga menyoroti penggunaan anggaran negara dalam program tersebut. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan harus sebanding dengan hasil yang diperoleh agar tidak menimbulkan inefisiensi anggaran.

baca juga

"Dalam hubungannya dengan trainers, saya berpikir sebaiknya diberikan kepada para trainers profersional saja, karena negeri ini bukan sedang melakukan program coba-coba," ujarnya.

Siswa beraktivitas pada pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Siswa beraktivitas pada pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Sentra Handayani, Jakarta, Senin (14/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lebih lanjut, Agustinus menilai pembentukan karakter tidak harus dilakukan melalui pendekatan yang identik dengan dunia kemiliteran. Menurutnya, masih banyak metode pendidikan yang lebih relevan.

Mulai dari pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, simulasi pengambilan keputusan, workshop, hingga role play yang tetap mampu mendorong lahirnya kemandirian siswa.

Ia juga mengkritik pemerintah yang langsung menerapkan program di ratusan Sekolah Rakyat tanpa melalui uji coba terlebih dahulu. Menurutnya, kebijakan publik yang menyasar pendidikan nasional seharusnya diawali dengan proyek percontohan agar efektivitas kurikulum dan metode pelatihan dapat dievaluasi sebelum diterapkan secara luas.

"Program pembentukan kemandirian siswa tersebut perlu dilakukan melalui pilot project dahulu pada beberapa Sekolah Rakyat. Kemudian dievaluasi dan hasil evaluasi tersebut bisa untuk digunakan untuk memperbaiki kurikulum yang sudah dicoba, baru kemudian diterapkan secara nasional," tegasnya.

Menurut Agustinus, tanpa memperhatikan tujuan, kualitas pelatih, dan model pelatihan, pemerintah berisiko kembali menjalankan kebijakan yang tidak efektif sekaligus memboroskan anggaran negara.

"Suatu program yang baik, tentu perlu dirancang secara lebih mendalam melalui pilot project. Kita tidak perlu melakukan kebijakan secara tegesa-gesa kalau mau menghasilkan output yang berkualitas dan optimal," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:34 WIB

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:27 WIB

MPLS 2026 Kapan Dimulai? Ini Jadwal Lengkap untuk SD, SMP, SMA, dan SMK

MPLS 2026 Kapan Dimulai? Ini Jadwal Lengkap untuk SD, SMP, SMA, dan SMK

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:06 WIB

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:55 WIB

Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying

Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:10 WIB

Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun

Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:28 WIB

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24 WIB

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:34 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:12 WIB

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:46 WIB

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:39 WIB

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:33 WIB

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:08 WIB

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:39 WIB

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

×