Marzuki Alie Bakal WA SBY, Minta Kader Demokrat yang Fitnah Dirinya Dipecat

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 Februari 2021 | 16:29 WIB
Marzuki Alie Bakal WA SBY, Minta Kader Demokrat yang Fitnah Dirinya Dipecat
Mantan Ketua DPR Marzuki Alie menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/6).

Suara.com - Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie meminta partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuktikan terkait adanya upaya kudeta. Pasalanya, isu tersebut turut menyeret namanya yang disebut ikut terlibat dalam upaya kudeta.

Marzuki mengatakan apabila Partai Demokrat tidak bisa membuktikan pernyataannya sendiri, maka Marzuki meminta kader yang menyertakan namanya terlibat untuk mundur.

"Buktikan saja, kalau enggak terbukti, mereka harus mundur," kata Marzuki dihubungi Suara.com, Selasa (2/2/2021).

Bahkan permintaan itu bakal diajukan langsung Marzuki kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku partai berlambang mercy. Hal itu dilakukan Marzuki sebagai bagian dari langkah dirinya menghadapi isu keterlibatan gerakan kudeta.

"Saya WA (WhatsApp) SBY, agar yang fitnah dipecat," kata Marzuki.

Sebelumnya, Marzuki Alie menilai Ketua Umum Partai Demokrar Agus Harimurti Yudhoyono tidak percaya diri dalam memimpin partai. Ia sekaligus memandang AHY bukan merupakan sosok pemimpin yang bijaksana.

Marzuki mengatakan hal tersebut seiring dengan sikap AHY yang mengungkap adanya upaya kudeta kekuasaan Partai Demokrat dari tangan dirinya. Marzuki sendiri sebelumnya juga dikaitkan terlibat dalam gerakan kudeta bersama Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

"Tanda-tanda pemimpin gak wise, gak PD," kata Marzuki.

Diketahui, pernyataan AHY yang menyatakan adanya rencana kudeta terhadap Partai Demokrat menyeret beberapa nama politikus. Mulai dari Moeldoko, Mahfud MD hingga Marzuki Alie.

baca juga

Lewat sebuah balasan di cuitan Mahfud MD soal tudingan kudeta ini, Marzuki Alie menyindir pemimpin partai besutan SBY tersebut. Ia menyindir, jika belum siap memimpin sebuah partai, ada baiknya mundur saja daripada harus melempar fitnah.

"Takut akan hantu, terpeluk dg setan. Tidak siap memimpin partai, sebaiknya mundur daripada firnah kanan kiri, masuk neraka," tulisnya dalam cuitan tersebut, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut, mantak ketua DPR-RI tersebut juga menyinggung soal pernyataan SBY yang menyebut bahwa ia anti dengan politik dinasti.

"Saya anti dinasti, itu janji SBY," lanjut Marzuki.

Melihat cuitan tersebut, beberapa warganet tampak memberikan komentar. Mereka meminta Marzuki untuk berbicara apa adanya mengenai tudingan yang diarahkan padanya.

"Sabar pak. Pakai mekanisme partai. Siapa hantu, siapa setan. Justru klarifikasi biar tidak jadi fitnah," tulis warganet dengan akun @ivanfali***.

"Jangan polemik di medsos, hadapi langsung. Saat kalah pada pemilihan ketum jangan jadikan pelarian terima bahwa anda tidak mendapat dukungan anggota," tulis warganet dengan akun @ysofy**.

Pernyataan tersebut dituliskan oleh Marzuki Alie sebagai respons atas cuitan Mahfud MD yang juga menampik tudingan terlibat rencana kudeta Partai Demokrat. Dalam cuitan tersebut, Mahfud mengaku tak pernah terpikir untuk terlibat dalam rencana tersebut.

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui," tulis Mahfud, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut Mahfud menegaskan bahwa jabatannya sebagai seorang Menkopolhukam tak bisa dipakai untuk memberikan restu semacam itu. Ia menyebut, internal partai yang dipimpin oleh AHY itu harus kuat dan solid.

"Di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti PD bisa dikudeta seperti itu. Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid," lanjut Mahfud.

Selain Marzuki Alie, ada 3 nama mantan politikus Partai Demokrat yang terseret dalam tudingan tersebut. Mereka adalah Jhoni Alen, Nazaruddin, dan Max Sopacua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Isu Kudeta, Marzuki Alie ke AHY: Tanda Pemimpin Gak Wise, Gak Pede

Geger Isu Kudeta, Marzuki Alie ke AHY: Tanda Pemimpin Gak Wise, Gak Pede

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 15:58 WIB

Panas Kudeta PD, Kader Demokrat Unggah Foto Lawas SBY Lantik Moeldoko

Panas Kudeta PD, Kader Demokrat Unggah Foto Lawas SBY Lantik Moeldoko

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 15:29 WIB

Dituding Kudeta Demokrat, Marzuki Alie: Sebaiknya Mundur daripada Fitnah

Dituding Kudeta Demokrat, Marzuki Alie: Sebaiknya Mundur daripada Fitnah

Hits | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:13 WIB

Soal Isu Kudeta Demokrat, Jansen Sitindaon: Ingat Jasa SBY, Jenderal!

Soal Isu Kudeta Demokrat, Jansen Sitindaon: Ingat Jasa SBY, Jenderal!

Hits | Selasa, 02 Februari 2021 | 08:23 WIB

Politikus PDIP: Melihat Sejarah, Demokrat Aman di Dekapan Keluarga Cikeas

Politikus PDIP: Melihat Sejarah, Demokrat Aman di Dekapan Keluarga Cikeas

News | Senin, 01 Februari 2021 | 19:30 WIB

Terkini

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

×