Ferdinand: Benarkah Jokowi Punya Buzzer dan Anti Kritik? Kita Lihat Fakta!

Reza Gunadha, Dwi Atika Nurjanah

Sabtu, 13 Februari 2021 | 15:00 WIB
Ferdinand: Benarkah Jokowi Punya Buzzer dan Anti Kritik? Kita Lihat Fakta!
Ferdinand Hutahaean: Benarkah Jokowi Punya Buzzer? Ayo Kita Lihat Faktanya! (YT/Ferdinand Hutahaean)

Suara.com - Politikus Ferdinand Hutahaean, menanggapi isu yang menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  memiliki buzzer dan begitu anti kritik.

Melalui akun Twitter pribadinya, Ferdinand Hutahaean membagikan sebuah video dari kanal Youtube miliknya berjudul "Oposan Plastik Memfitnah Jokowi Pelihara Buzzer, Memfitnah Jokowi Anti Kritik..!".

Video tersebut berisi penjelasan Ferdinand Hutahaean yang menjelaskan fakta-fakta isu buzzer di tubuh pemerintahan Jokowi. Selain itu ia turut membahas soal Jokowi yang anti kritik.

"Mereka Memfitnah Jokowi Pelihara Buzzer, Memfitnah Jokowi Anti Kritik..! Memfitnah saja tidak takut meski mereka bicara takut mengkritik, pura-pura bertanya bagaimana mengkritik supaya tidak dipenjara..!! Selengkapnya di : https://youtu.be/cg6Z6-QmxAM. Like dan Subscribe," tulis @FerdinandHaean3 seperti dikutip Suara.com, Sabtu (13/2/2021).

Ferdinand Hutahaean: Benarkah Jokowi Punya Buzzer? Ayo Kita Lihat Faktanya! (twitter.com/FerdinandHaean3)
Ferdinand Hutahaean: Benarkah Jokowi Punya Buzzer? Ayo Kita Lihat Faktanya! (twitter.com/FerdinandHaean3)

Dalam unggahan video itu, Ferdinand Hutahaean memaparkan seluruh fakta dari tudingan kaum oposan bahwa Jokowi telah memelihara buzzer dan begitu anti kritik.

"Kali ini kita akan bicara dua hal, buzzer dan tudingan Jokowi anti kritik. Sahabat, benarkah Jokowi memelihara buzzer? Benarkah Jokowi anti kritik? Ayo kita lihat faktanya!," katanya di awal video.

Ferdinand Hutahaean mengungkapkan, tuduhan dari kaum oposan tentang buzzer peliharaan pemerintah itu memang ditujukan pada relawan-relawan Jokowi yang sudah ada sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Padahal menurut Ferdinand, relawan tersebut bekerja membangun opini hanya untuk memenangkan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 hingga terulang lagi di Pilres 2019.

"Bahwa buzzer yang dituduh oleh pihak oposan saat ini yang dipelihara pak Jokowi adalah relawan-relawan Jokowi bahkan ada sejak 2014. Di zaman pak Jokowi dan pak Jusuf Kalla maju sebagai Capres dan Cawapres, mereka bekerja mebangun opini di tengah masyarakat bahwa Jokowi dan JK yang lebih pantas membangun negeri. Dan hasilnya pak Jokowi-JK memenangkan Pilpres. Demikian juga 2019, hal yang sama dilakukan. Dan Jokowi menang Pilpres," terangnya.

baca juga

Ferdinand Hutahaean meyakini relawan-relawan tersebut tidak dipelihara oleh Jokowi untuk menjadi buzzer. Ia mengatakan, mereka para relawan bekerja dengan ikhlas untuk mendukung Jokowi.

"Apakah mereka dipelihara oleh pak Jokowi? Saya yakin tidak. Mereka adalah relawan-relawan yang ikhlas bekerja memenangkan pak Jokowi yang didukung," ujarnya.

Bagi Ferdinand Hutahaean, menjadi suatu hal yang lumrah ketika relawan tersebut diajak oleh Jokowi masuk ke tubuh pemerintahan. Itu karena kerja keras mereka yang patut dihargai.

"Kalau pak Jokowi mengajak mereka ikut serta membangun bangsa ini, itu hal yang lumrah. Bahwa orang yang bekerja patut dihargai. Sehingga mereka pun menjadi bagian dari negara," jelasnya.

Lanjutnya dalam video, Ferdinand Hutahaean menerangkan tentang penilaian bahwa Jokowi anti kritik. Ia mengklaim tidak satu pun orang dipenjara karena menyampaikan kritiknya terhadap Jokowi.

Namun, Ferdinand Hutahaean menyatakan orang-orang tersebut dipenjara karena telah menyampaikan hoaks, memberikan ujaran kebencian, memprovokasi, dan lainnya.

"Kedua, benarkah pak Jokowi anti kritik? Kita lihat lagi fakta bahwa saat ini tidak satu pun orang dipenjara karena mengkritik. Tetapi orang dipenjara karena menyampaikan hoaks, memfitnah, mencaci maki, memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian, segalanya memang harus dipenjara," terangnya.

Menurutnya, jika membiarkan orang seperti ini akan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang penuh hoaks.

"Karena kalau kita biarkan mereka seperti ini, apakah kita mau bangsa ini menjadi bangsa yang penuh hoaks? Bangsa yang penuh ujaran kebencian? Bangsa yang barbar dan tidak ada aturan? Tentu kita tidak mau, maka mereka harus dipenjara," kata Ferdinand Hutahaean.

"Dan itu bukan karena kritik, tapi karena ujaran kebencian yang melanggar undang-undang," tegasnya lagi.

Ferdinand Hutahaean melihat isu Jokowi anti kritik begitu ramai belakangan ini. Ia menilai bahwa terjadi patahnya jembatan politik pihak oposan dari 2020 ke 2024, sehingga membuat kaum oposan panik dan merancang stigma tersebut.

"Lantas mengapa belakang ini begitu ramai isunya? Saya melihat bahwa patahnya jembatan politik kaum oposan dari 2020 ke 2024 membuat mereka sangat panik. Sehingga dirancanglah strategi politik untuk membangun stigma merebut kekuasaan di 2024 nanti. Dibangun opini perlahan-lahan di tengah masyarakat bahwa Jokowi anti kritik, Jokowi otoriter, Jokowi tukang penjara orang," pungkasnya

"Tujuannya apa? Supaya nanti siapa pun didukung pak Jokowi 2024 menjadi ditakuti orang dan tidak dipilih. Ini lah target politik mereka, padahal mereka mefitnah pak Jokowi anti kritik saja tidak takut. Bahkan sambil tertawa. Meskipun mereka mengkritik bagaimana saya mengkritik supaya tidak dipenjara," tambahnya.

Ferdinand Hutahaean mengatakan strategi itu sengaja dilakukan oleh kaum oposan agar citra Jokowi menjadi buruk di mata masyarakat.

"Ini lah mereka sedang membuzzer, targetnya supaya pak Jokowi buruk di tengah masyarakat," ungkapnya.

Di akhir video, Ferdinand Hutahaean mengajak masyarakat akan terus mengawal pemerintahan agar sampai pada tujuan kemerdekaan yang adil, makmur, sejahtera, dan sentosa.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar melawan radikalisme dan intoleransi di media sosial.

"Wahai sahabat, tetaplah mengawal pemerintahan ini supaya Indonesia sampai tujuan kemerdekaannya yaitu Indonsia yang adil, makmur, sejahtera, dan sentosa. Kita lawan radikalisme di media sosial, kita laman intoleransi dimana pun dengan buzzer-buzzer kebenaran," ajaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Sindir Fisik Pemimpin Otoriter, Ini Jawaban Ferdinand Hutahaean!

Said Didu Sindir Fisik Pemimpin Otoriter, Ini Jawaban Ferdinand Hutahaean!

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 13:48 WIB

Ferdinand: Saya Belum Nemu Bukti Kalau Kritik Jokowi Bisa Dipenjara

Ferdinand: Saya Belum Nemu Bukti Kalau Kritik Jokowi Bisa Dipenjara

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 11:03 WIB

Gandeng Jay-Z, CEO Twitter Siap Investasi 500 Bitcoin

Gandeng Jay-Z, CEO Twitter Siap Investasi 500 Bitcoin

Tekno | Sabtu, 13 Februari 2021 | 08:00 WIB

Jokowi Minta Masyarakat Kritik Pemerintah, Haris Azhar: Hati-hati Buzzer!

Jokowi Minta Masyarakat Kritik Pemerintah, Haris Azhar: Hati-hati Buzzer!

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 06:46 WIB

Jokowi Gelontorkan Anggaran Rp 90 Miliar Untuk Influencer Disorot DPR

Jokowi Gelontorkan Anggaran Rp 90 Miliar Untuk Influencer Disorot DPR

Bogor | Sabtu, 13 Februari 2021 | 10:20 WIB

Kerap Sebar Hoax, MUI Haramkan Aktivitas Buzzer!

Kerap Sebar Hoax, MUI Haramkan Aktivitas Buzzer!

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 21:21 WIB

Terkini

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:45 WIB

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:44 WIB

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

AC LG 1/2PK Diklaim Cuma Rp912 Sehari, Ini Teknologi yang Bikin Hemat Listrik

AC LG 1/2PK Diklaim Cuma Rp912 Sehari, Ini Teknologi yang Bikin Hemat Listrik

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:40 WIB

Lagi, Viral Oknum Jual Kartu Gratis Transjakarta Rp500 Ribu di Medsos

Lagi, Viral Oknum Jual Kartu Gratis Transjakarta Rp500 Ribu di Medsos

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:40 WIB

UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris

UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB

×