2 Begal di Medan Tewas Disiksa, LBH Sebut Dijadikan Pencitraan Polisi di TV

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 16 Februari 2021 | 17:21 WIB
2 Begal di Medan Tewas Disiksa, LBH Sebut Dijadikan Pencitraan Polisi di TV
Ilustrasi tahanan tewas. ANTARA/HO

Suara.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengungkap adanya dugaan pembunuhan di luar hukum atau extra judicial killing yang diduga dilakukan anggota Polsek Sunggal terhadap dua tersangka kasus begal bernama Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Efendi.

Pihak keluarga menyangkal keterangan polisi jika Joko dan Rudi meninggal karena sakit setelah ditemukan banyak luka di tubuh kedua tersangka.

Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra menduga Joko dan Rudi meninggal karena disiksa. Keduanya sempat diserahkan oleh warga bersama lima tersangka lain terkiat aksi begal bermodus menyamar sebagai polisi di Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang, Medan pada 8 September 2020 lalu. 

"Joko dan Rudi itu merupakan dua tersangka kasus Pasal 365 Ayat 2 kata lain begal di Polsek Sunggal, mereka meninggal di Polsek Sunggal diduga disiksa," kata Irvan dalam diskusi Potret Pelaku Extra Judicial Killing secara daring, Selasa (16/2/2021). 

Sebelum masuk ke dalam dugaan pembunuhan di luar hukum, Irvan mengungkapkan kalau kasus pembegalan itu malah dimanfaatkan untuk pencitraan bagi anggota polisi. Sebab, kasus begal itu kemudian dijadikan konten program polisi di TV dan seolah-olah tersangka itu ditangkap. 

"Dugaan kita ini pencitraan yang pastinya ini bukan penangkapan tapi diserahkan," ujarnya. 

Kemudian, Irvan menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak bisa menjenguk para tersangka di dalam tahanan Polsek Sunggal kurang lebih selama dua pekan pasca ditahan. Mirisnya, pihak keluarga justru mendapatkan kabar duka di mana salah satu tersangka yakni Rudi meninggal dunia pada 24 September 2020. 

Meski mengabarkan, pihak keluarga tidak diberitahu penyebab pasti meninggalnya Rudi. Bahkan pihak keluarganya malah diminta membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi. 

Tidak berhenti sampai disitu, tersangka Joko juga dikabarkan meninggal dunia pada 2 Oktober 2020 tanpa disampaikan penyebab pastinya. 

baca juga

"Kami duga meninggal di tahanan karena penyiksaan dan juga pihak keluarga merasa janggal," ucapnya. 

Dari keterangan keluarga, metode penyiksaan yang dilakukan oleh anggota polisi terhadap dua tersangka itu ialah dengan cara membawanya dari sel dengan mata tertutup menuju kamar mandi. Di kamar mandi itu lah tersangka disiksa di seluruh tubuh termasuk kepala dan dada karena lukanya terlihat ketika dimandikan. 

Joko dan Rudi terus disiksa secara berulang selama beberapa hari dan dimasukan kembali ke dalam sel. Penyiksaan itu dilakukan kembali selang beberapa hari sampai akhirua dua tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. 

"Setelah diobati, masuk ke polsek kembali lagi mereka diduga disiksa, hal itu terus berulang sampai mereka meninggal dunia," ungkapnya.

Pihak keluarga Joko merasa kematian korban itu janggal karena menemukan tubuhnya penuh dengan luka saat tengah dimandikan. Dari tubuhnya terlihat ada luka memar bagian kepala hingga membuat benjolan dan mengeluarkan darah serta membiru di bagian dada. Sementara pada tubuh Rudi tampak luka memar di bagian dada dan kulitnya terkelupas. 

LBH Medan berusaha membantu pihak keluarga dengan mengumpulkan data-data baik berupa pernyataan saksi hukum ataupun keteragan keluarga. Irvan mengatakan pihaknya telah membuat pengadukan ke SPKT dan ke Propam Polda Sumatera Utara dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota polisi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK

Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:31 WIB

Pengibaran Bendera Jolly Roger One Piece Bukan Makar, LBH Medan: Pemerintah dan DPR Lebay

Pengibaran Bendera Jolly Roger One Piece Bukan Makar, LBH Medan: Pemerintah dan DPR Lebay

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:41 WIB

Dinilai Lambat Tangani Pembunuhan Wartawan, LBH Medan Kritik Keras Pomdam I/BB

Dinilai Lambat Tangani Pembunuhan Wartawan, LBH Medan Kritik Keras Pomdam I/BB

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 17:51 WIB

Wartawan Dibakar Hidup-hidup, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

Wartawan Dibakar Hidup-hidup, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 15:32 WIB

Catatan KontraS: Sepanjang 2024, Polisi Lakukan 34 Extra Judicial Killing

Catatan KontraS: Sepanjang 2024, Polisi Lakukan 34 Extra Judicial Killing

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 11:55 WIB

Dari Kasus Afif hingga Gamma, Pola 'Fitnah Jenazah' Polisi Terulang

Dari Kasus Afif hingga Gamma, Pola 'Fitnah Jenazah' Polisi Terulang

Liks | Senin, 02 Desember 2024 | 12:32 WIB

Minta Keadilan! Ibu Korban Penganiayaan Oknum TNI di Medan Datangi Komnas HAM dan KPAI

Minta Keadilan! Ibu Korban Penganiayaan Oknum TNI di Medan Datangi Komnas HAM dan KPAI

Video | Selasa, 30 Juli 2024 | 14:05 WIB

Cari Keadilan untuk Anaknya, Orangtua MHS Sambangi Komnas HAM, KPAI hingga Komnas Perempuan

Cari Keadilan untuk Anaknya, Orangtua MHS Sambangi Komnas HAM, KPAI hingga Komnas Perempuan

News | Selasa, 30 Juli 2024 | 08:43 WIB

LBH Medan: Penyampaian Penetapan Tersangka Kasus PPPK Langkat Aneh, Ada Apa?

LBH Medan: Penyampaian Penetapan Tersangka Kasus PPPK Langkat Aneh, Ada Apa?

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 17:57 WIB

KontraS Mencatat dalam Setahun 46 Orang Tewas Akibat Pembunuhan di Luar Hukum

KontraS Mencatat dalam Setahun 46 Orang Tewas Akibat Pembunuhan di Luar Hukum

News | Minggu, 10 Desember 2023 | 21:52 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

×