Bukan Hal Baru, Revisi UU ITE Selalu Terkait Kondisi Sosial Politik

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 18 Februari 2021 | 19:14 WIB
Bukan Hal Baru, Revisi UU ITE Selalu Terkait Kondisi Sosial Politik
Ilustrasi pemilu (Unsplash/5Element)

Suara.com - Peniliti dari Populi Center Ade Ghozaly mengatakan wacana merevisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bukan hal baru.

Dari mulai terbentuk di era Presiden ke-16 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga revisi pertama kali di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016, perbincangan UU ITE selalu berkaitan dengan kondisi sosial politik.

Demikian juga saat ini, ketika wacana revisi itu kembali digulirkan pertama kali oleh Jokowi. Menurut Ghozaly hal tersebut tidak terlepas dari kondisi sosial politik Indonesia.

"Yang menarik adalah kalau kita perhatikan, setiap pembuatan undang-undang ini, revisi pertama dan wacana revisi kedua itu selalu berkaitan dengan kondisi sosial politik yang hangat," kata Ghozaly dalam Diskusi Forum Populi bertema Urgensi Revisi UU ITE, Kamis (18/2/2021).

Menengok ke belakang, UU ITE kala itu disusun dan dibentuk satu tahun sebelum pelaksanaan Pemilu 2009. Ghozaly mengatakan, lahirnya UU ITE tak terlepas dari giat penggunaan media sosial untuk kampanye.

"Kita tahu 2008 menjelang 2009 ada perhelatan pemilu, sudah mulai di situ. Karena menurut berbagai riset bahwa salah satu alat untuk berkampanye yang efektif pada saat itu dan sampai hari ini adalah melalui media digital. Undang- undang ini kemudian lahir," kata Ghozaly.

Serupa momentum lahirnya menjelang pemilu, pada saat revisi pertama kali UU ITE juga terjadi satu tahun menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2017 di mana kondisi sosial politik Indonesia setelahnya juga menjadi sorotan.

"Dari 2017 ke 2009 bagaimana kita mengamati persoalan komunikasi di dunia digital ini sudah semakin semrawut kalau menurut saya. Seseorang dengan mudahnya atas nama kebebasan dan demokrasi, kebebasan berpendapat justru melanggar kebebasan dan privasi serta menyerang hak martabat orang lain, ini menjadi menarik," tutur Ghozaly.

Adapun wacana revisi untuk kedua kalinya di tahun ini, menurut Ghozaly tidak terlepas dari kondisi sosial politik Indonesia berkenaan dengan revisi Undang-Undang tentang Pemilu. Di maja pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan pembahasan.

baca juga

Padahal, status revisi UU Pemilu saat ini berada dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2021, yang tinggal menunggu keputudan tingkat dua untuk disahakan di dalam rapat paripurna DPR RI.

"Kemudian setelah pilpres berlalu, di 2019 muncul wacana apakah kemudian revisi Undang-Undang Pemilu setelah pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan revisi ini, mencuat kembali persoalan tuntutan untuk revisi Undang-Undang ITE ini," kata Ghozaly.

"Jadi saya sepakat apa yang disampaikan tadi bahwa desakan untuk merevisi ini bukan hal yang baru bahkan sudah mengajukan juga beberapa pasal karet ke mahkamah konstitusi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Wacana Revisi UU ITE, Teddy Gusnaidi: Bukan Isi UU yang Bermasalah

Soal Wacana Revisi UU ITE, Teddy Gusnaidi: Bukan Isi UU yang Bermasalah

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 19:13 WIB

Soal Revisi UU ITE, Fraksi PAN Minta Jokowi Segera Kirim Usulan ke DPR

Soal Revisi UU ITE, Fraksi PAN Minta Jokowi Segera Kirim Usulan ke DPR

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 11:04 WIB

Debat Panas! Refly Harun Skakmat Fadjroel Soal UU ITE: Anda Paham Gak?

Debat Panas! Refly Harun Skakmat Fadjroel Soal UU ITE: Anda Paham Gak?

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:37 WIB

Rocky Gerung Kritik Isi Kepala Jokowi, Husin Shihab: Di Mana Moral Anda?

Rocky Gerung Kritik Isi Kepala Jokowi, Husin Shihab: Di Mana Moral Anda?

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:25 WIB

YLBHI Minta Pemerintah Prioritaskan Revisi UU ITE

YLBHI Minta Pemerintah Prioritaskan Revisi UU ITE

Tekno | Kamis, 18 Februari 2021 | 00:14 WIB

Terkini

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

×