'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia

Muhammad Yasir, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:23 WIB
'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia
Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan mengangkat poster saat mengikuti aksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Peneliti Muhamad Haripin menyatakan demokrasi Indonesia mengalami kemunduran serius dalam satu dekade terakhir di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
  • Reformasi militer pasca-1998 kini terancam oleh fenomena repolitisasi yang memicu kekhawatiran terhadap peran institusi pertahanan di ruang sipil.
  • Haripin mendesak pemerintah segera mengembalikan orientasi militer agar kembali fokus pada profesionalisme pertahanan negara sesuai semangat awal reformasi.

Suara.com - Peneliti pertahanan Muhamad Haripin menilai kondisi demokrasi Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Ia menyebut kemunduran demokrasi tidak hanya terjadi di ranah politik, tetapi juga merambah sektor keamanan, termasuk institusi militer.

Pernyataan itu disampaikan Haripin saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang uji materi UU TNI Nomor 3 Tahun 2025 untuk perkara Nomor 197/PUU-XXIII/2025 dan 238/PUU-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

“Situasi Indonesia selama satu dekade belakangan ini menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan di mana terjadi fenomena yang disebut para ahli sebagai kemunduran demokrasi atau democratic backsliding,” ungkap Haripin.

“Kemunduran tersebut, jika mungkin kita sungkan untuk menyebutnya sebagai suatu kemerosotan kronis, terjadi juga pada sektor keamanan Indonesia, termasuk di institusi militer,” imbuhnya.

Haripin menjelaskan, reformasi militer yang dimulai pasca-1998 pada awalnya diarahkan untuk melakukan depolitisasi militer.

Langkah tersebut bertujuan mengakhiri praktik dwifungsi ABRI dan menempatkan militer kembali pada fungsi pertahanan negara.

Namun, pada awal dekade 2010-an muncul fase yang ia sebut sebagai remiliterisasi.

Dalam konteks ini, remiliterisasi dimaknai sebagai upaya membangun institusi militer yang profesional, terlatih, dan memiliki kemampuan pertahanan yang kuat.

baca juga

Menurut Haripin, arah reformasi itu kini justru mengalami kemunduran.

“Lalu kemudian hari-hari ini kita melihat terjadinya arus balik repolitisasi militer yang berlangsung tahun-tahun belakangan ini,” tegas Haripin.

Massa aksi saat menggelar demonstrasi menolak UU TNI di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa aksi saat menggelar demonstrasi menolak UU TNI di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dikoreksi.

Dari perspektif manajemen pertahanan, langkah paling mendesak, kata dia, adalah mengembalikan orientasi reformasi militer dari repolitisasi menuju profesionalisme pertahanan.

“Betul-betul mengembalikan marwah institusi militer sebagai instrumen koersif negara untuk menangkal ancaman negara musuh atau betul-betul menjadi profesional dalam bidang manajemen kekerasan,” tegas Haripin.

Keterangan Haripin tersebut disampaikan dalam sidang pengujian UU TNI yang saat ini tengah menjadi sorotan karena dinilai sejumlah pemohon berpotensi memperluas peran militer di ruang sipil.

Sidang tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan permohonan uji materi terhadap revisi UU TNI yang sedang bergulir di MK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara

Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara

News | Senin, 25 Mei 2026 | 20:05 WIB

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:55 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×