Buntut Kompol Yuni, Polri Harus Lakukan Ini Agar Tak Dibeli Mafia Narkoba

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Senin, 22 Februari 2021 | 13:41 WIB
Buntut Kompol Yuni, Polri Harus Lakukan Ini Agar Tak Dibeli Mafia Narkoba
Ilustrasi--Momen Kapolsek Astanaanyar Bandung Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi mentraktir makan Tim Prabu Bandung. [Tangkapan layar/YouTube Suyanto Syn]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan harus ada peningkatan nilai, norma dan etika terhadap para anggota kepolisian, sebagai upaya pencegahan mereka dari iming-iming para bandara narkoba.

Hal itu dikatakan Sahroni menanggapi Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang meminta ada pengawasan ketat terhadap anggota polisi di Direktorat Narkoba. Sebabnya, anggota polisi yang bertugas di bidang tersebut rawan dibeli mafia untuk dijadikam sindikat.

Menurutnya, pencegahan dari sisi kesejahteraan juga perlu dilakukan, namun bukan menjadi yang utama.

Sahroni menilai hal utama ialah kepribadian para anggota polisi yang jujur. Sehingga menjadi modal utama menolak segala tawaran dari mafia meski dengan nominal besar.

"Kesejahteraan pada pokoknya sama besar kecil itu normatif saja yang penting punya norma-norma saja. (Kesejahteraan) tidak ada pengaruhnya, yang penting norma orangnya saja yang paling utama," kata Sahroni kepada Suara.com, Senin (22/2/2021).

Selain itu, menurut Sahroni yang perlu ditekankan saat ini ialah sisi pengawasan di internal. Di mana belakangan Polri menggalakan tes urine menyusul kasus keterlibatan anggota polisi, yakni bekas Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni yang positif narkoba.

"Pengawasan internal kan sudah ada Propam, Kapolri keluarkan telegram untuk semua anggota dites urine. Itu sudah sangat bagus untuk mencegah hal-hal yamg tidak baik oleh oknum," kata Sahroni.

Banyak Godaan

Sebelumnya, Benny Mamoto mengatakan perlu pengawasan khusus terhadap para anggota kepolisian yang menangani kasus di bidang narkoba atau Direktorat Narkoba. Sebabnya, anggota kepolisian di direktorat tersebut berpotensial digoda oleh para mafia.

baca juga

Benny berujar, bahkan cara berpikir para sindikat narkoba sudah tidak normal. Sampai-sampai mereka tidak lagi mempan dan takut dengan ancaman hukuman mati maupun tembak mati.

Adapun hal itu disampaikan Benny seiring ditangkapnya bekas Kapolsek Astanaannyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang tengah pesta narkoba dengan 11 anggotanya.

"Jadi dalam konteks ini memang perlu pengawasan yang ketat, khususnya jajaran Direktorat Narkoba karena di sana banyak godaan, lengah sedikit bisa terekrut sindikat," kata Benny dalam diskusi daring, Minggu (21/2/2021).

Benny mengatakan cara kerja mafka narkoba saat ini memang mengincar aparat untuk direkrut menjadi bagian daei sindikat. Para aparat yang mudah tergoda kemudian diiming-imingi uang dengan nominal besar.

"Iming-iming uang banyak sekali ketika kita berhasil digalang menjadi bagian sindikat , ya sudah siap-siap saja menerima uang masuk yang jumlahnya signifikan. Ini cara kerja sindikat. Di luar negeri juga demikian, kartel-kartel bisa eksis karena dia bisa menggandeng oknum-oknum aparat yang bisa dibeli," kata Benny.

Senada dengan Benny, mantan Ketua KPK Agus Rahardjo juga berpendapat demikian.

Ia mengatakan saat ini ada stigma bahwa anggota kepolisian lebih senang bertugas di bidang penanganan narkoba.

"Ini kalau omongannya para bripka-bripka yang di bawah itu paling senang ditempatkan di mana, di narkoba sekarang ini. Jadi bukan lalu lintas lagi sekarang. Yang paling narkoba ya karena dari sana, katanya ininya ceperannya itu lebih banyak gitu loh. Ini kan sesuatu yang serius sangat serius," tutur Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Malaka: Jalur Tikus Narkoba dari Malaysia ke Indonesia

Selat Malaka: Jalur Tikus Narkoba dari Malaysia ke Indonesia

Liks | Selasa, 11 Februari 2025 | 17:55 WIB

7 Fakta Pablo Escobar, Tokoh Utama Film Narcos yang Jadi Inspirasi Pembunuhan Mahasiswa UI

7 Fakta Pablo Escobar, Tokoh Utama Film Narcos yang Jadi Inspirasi Pembunuhan Mahasiswa UI

Lifestyle | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 18:10 WIB

Keluarga Sebut-sebut Mafia Narkoba Di Balik Tewasnya AKBP Buddy: Dia Rohaniawan Gereja

Keluarga Sebut-sebut Mafia Narkoba Di Balik Tewasnya AKBP Buddy: Dia Rohaniawan Gereja

News | Minggu, 30 April 2023 | 11:32 WIB

Keluarga Tak Yakin AKBP Buddy Alfrits Tewas Bunuh Diri, Curiga Ada Permainan Besar Mafia Narkoba

Keluarga Tak Yakin AKBP Buddy Alfrits Tewas Bunuh Diri, Curiga Ada Permainan Besar Mafia Narkoba

News | Minggu, 30 April 2023 | 07:51 WIB

Segini Harta Kekayaan El Chapo Mafia Narkoba yang Anaknya Buat Heboh Meksiko

Segini Harta Kekayaan El Chapo Mafia Narkoba yang Anaknya Buat Heboh Meksiko

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2023 | 14:06 WIB

Respons Kasus Irjen Teddy Minahasa, Puan: Tak Boleh Ada Mafia Narkoba di Kepolisian

Respons Kasus Irjen Teddy Minahasa, Puan: Tak Boleh Ada Mafia Narkoba di Kepolisian

News | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:56 WIB

Terkini

Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih

Banten | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Harta Maruli Simanjuntak Rp81,12 Miliar, Nyaris 12 Kali Lipat dari KSAD Tandyo Budi Revita

Harta Maruli Simanjuntak Rp81,12 Miliar, Nyaris 12 Kali Lipat dari KSAD Tandyo Budi Revita

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier

Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Alarm Kebebasan Pers Era Prabowo, Lembaga Dunia Desak Penuhi 4 Tuntutan Ini

Alarm Kebebasan Pers Era Prabowo, Lembaga Dunia Desak Penuhi 4 Tuntutan Ini

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Bangun Indonesia dari Desa, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

Bangun Indonesia dari Desa, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:57 WIB

BGN Bantah Gedung Meledak di Pasar Cimanggis Ciputat Terkait MBG

BGN Bantah Gedung Meledak di Pasar Cimanggis Ciputat Terkait MBG

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Apa Bedanya Pelembap Sariayu Mawar vs Jeruk? Pilih yang Paling Cocok untuk Kulitmu

Apa Bedanya Pelembap Sariayu Mawar vs Jeruk? Pilih yang Paling Cocok untuk Kulitmu

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Niat Mandi di Sungai, Buruh di Lampung Utara Syok Temukan Jasad Bayi Penuh Luka Robek

Niat Mandi di Sungai, Buruh di Lampung Utara Syok Temukan Jasad Bayi Penuh Luka Robek

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Juventus Era Allgeri vs Inter Masa Inzaghi Mana yang Lebih Jago? Ini Pilihan Emil Audero

Juventus Era Allgeri vs Inter Masa Inzaghi Mana yang Lebih Jago? Ini Pilihan Emil Audero

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran

Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×