alexametrics

Mampir ke Kasino setelah Positif Covid-19, Supir Truk Diselidiki Kemenkes

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Mampir ke Kasino setelah Positif Covid-19, Supir Truk Diselidiki Kemenkes
Ilustrasi rapid test antigen (Unsplash/medakit)

Kemenkes Malaysia menyebutkan supir tersebut sempat ditolak untuk masuk ke Singapura karena positif Covid-19.

Suara.com - Seorang supir truk sedang diburu dan diselidiki oleh Kementerian Kesehatan Malaysia setelah dinyatakan positif Covid-19 dan sempat mampir ke tempat judi.

Menyadur Chanannel News Asia, Senin (22/2/2021) supir tersebut mengunjungi kasino Resorts World Sentosa pada 9 Februari.

Pihak berwenang sedang menyelidiki dan menilai apakah ada pelanggaran terhadap tindakan Covid-19 yang berlaku oleh supir tersebut.

Supir yang bekerja sebagai pengantar lepas itu ditolak masuk ke Singapura pada hari Kamis setelah ia dinyatakan positif Covid-19 dalam tes cepat antigen (ART) di Woodlands Checkpoint.

Baca Juga: Ngamuk Gegara Tak Diberi Uang Rp 174 Juta, Maling Sekap Bayi di Dalam Tong

Tes reaksi rantai polimerase (PCR) juga kembali menyatakan positif Covid-19 pada hari Jumat.

Supir tersebut sempat ke Singapura pada 9 Februari, namun pada saat itu dia dinyatakan negatif Covid-19 ketika dites di pos pemeriksaan.

Investigasi menemukan bahwa supir tersebut telah mengunjungi Kasino Resorts World Sentosa pada 9 Februari, sebelum berangkat ke Malaysia pada hari yang sama, kata kementerian.

"Sopir truk Malaysia tidak diperbolehkan bergaul di masyarakat selain untuk tujuan pengiriman dan tidak boleh menginap," jelas Kemenkes.

"Investigasi sedang berlangsung untuk menilai apakah ada pelanggaran terhadap tindakan relevan yang berlaku." sambungnya.

Baca Juga: Penyelundupan Puluhan TKI Ilegal dari Sumut ke Malaysia Digagalkan TNI AL

Kementerian menambahkan Kasino Resorts World Sentosa di 8 Sentosa Gateway ke daftar tempat umum yang dikunjungi oleh pasien Covid-19.

Singapura melaporkan 11 infeksi Covid-19 baru pada hari Minggu, semuanya adalah kasus impor, menjadikan penghitungan nasional menjadi 59.869 kasus.

Kementerian mengatakan bahwa supir truk Malaysia tidak termasuk dalam hitungan kasus karena "dia tidak diizinkan masuk ke Singapura setelah tes ART positif".

Komentar