Kompleks Kantor Gubernur Jateng Kebanjiran, Ganjar Pranowo Kaget

Fabiola Febrinastri

Rabu, 24 Februari 2021 | 11:00 WIB
Kompleks Kantor Gubernur Jateng Kebanjiran, Ganjar Pranowo Kaget
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meninjau kompleks gubernuran yang kebanjiran. (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2021) sore membuat Kompleks Kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan pun sempat terendam. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku kaget mendapat laporan bahwa kompleks kantornya terendam banjir.

Menurutnya, hal ini belum pernah terjadi, bahkan ketika Semarang dilanda hujan deras selama 2 hari pada 6-7 Februari lalu.

"Agak aneh, pada saat saya masih di Kudus, dilapori kondisi kantor banjir, itu aneh. Menurut saya, karena di bagian parkir itu, airnya nggak bisa keluar, itu impossible pasti ada yang tersumbat," ujarnya.

Genangan air merendam Gedung B dan halaman parkir belakang sejak pukul 16.00 WIb dan surut 1,5 jam kemudian.

Kabar kantornya kebanjiran ini pun sampai ke telinga Ganjar, usai mengecek jalan rusak di jalur pantai utara (pantura) dan kemajuan vaksinasi di Kudus. Ganjar tiba kantornya sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat datang, banjir di kantornya sudah surut, hanya tersisa genangan di beberapa titik. Ia kemudian menengok bagian parkir di belakang Gedung B,yang viral terendam banjir setinggi lutut kaki orang dewasa.

"Niki wau dijebol pak (Ini tadi dijebol pak),” ujar salah seorang ASN Pemprov, menunjuk tanggul pagar dari proyek pembangunan dari DPRD Jateng.

Ganjar pun langsung menuju ke area pembangunan dan bertanya pada pengelola proyek. Kepada Ganjar, pengelola proyek menyebut jika banjir diakibatkan oleh aliran air dari arah jalan Menteri Supeno yang masuk ke kompleks Gubernuran melalui pintu belakang dekat Gedung F atau Gedung Dharma Wanita.

"Ini nggak pernah sampai begini lho pak. Kalau saya dengar dari penjelasan Anda, kemudian tadi tanggul kecil itu dijebol, ya airnya tidak bisa mengalir karena tanggul kecilnya itu. Saya minta selama cuaca seperti ini tidak usah ditanggul dulu," ujar Ganjar pada pengelola proyek.

baca juga

Ganjar kemudian mengecek jalan Menteri Supeno, dekat Masjid At-Taqwa yang juga diduga jadi sumber banjir di kantornya. Saat melihat gorong-gorong, Ganjar langsung meminta stafnya untuk menugaskan Dinas PU melakukan pengerukan.

Ganjar mengatakan, dari hasil pantauannya, ada dua penyebab kompleks gubernuran kebanjiran, yakni akibat adanya tanggul dari pagar pengerjaan proyek dari DPRD Jateng dan dari saluran air di belakang kantornya yang mengalami sedimentasi.

"Maka ketahuan, pembangunan gedung DPRD ini, karena ternyata antar bangunan ini sampai dengan pintu pagar di sana, di mana yang di bawah itu, biasanya dipakai untuk jalur parkir, termasuk seandainya air lewat itu, sebenarnya sudah miring, jadi nyaris sebenarnya tidak mungkin ini banjir. Ternyata ada tanggul kecil di situ, ada tanggul kecil yang menutup antara gedung ini sampai pagar sana. Jadi betul-betul air nggak punya kesempatan lewat," tutur Ganjar.

Ganjar pun telah meminta pengelola untuk tidak membuat tanggul di areal pagar proyek. Selain itu, Ganjar juga mengecek bagian belakang kantornya dan memerintahkan Dinas PU untuk mengeruk saluran air yang terjadi sedimentasi.

"Tadi saya minta untuk malam ini sampahnya dikeruk, sedimennya dikeruk. Saya khawatir nggak kelihatan itu yang masuk di sana di dalamnya tersumbat tau tidak. Kalau itu sudah bisa dibolong, terus kemudian bisa di ambil sampahnya mudah mudahan lebih lancar," ucap Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar yang mendapat laporan bahwa Simpang Lima tergenang banjir tinggi, sehingga ia langsung menghubungi BBWS Pemali-Juana dan kepala daerah setempat untuk segera mengaktifkan seluruh pompa yang ada di Kota Semarang.

"Tadi saya juga sempat kontak wali kota dan BBWS agar semua pompa di-onkan seluruh Semarang. Maka kurang lebih 1 jam, yang Simpang Lima sudah surut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Soal Banjir Semarang, Ganjar Pranowo: Saya yang Salah

Tanggapi Soal Banjir Semarang, Ganjar Pranowo: Saya yang Salah

Hits | Rabu, 24 Februari 2021 | 06:39 WIB

Soal Banjir, Dahnil Anzar Ajak Semua Pihak Berlomba-lomba dalam Kebaikan

Soal Banjir, Dahnil Anzar Ajak Semua Pihak Berlomba-lomba dalam Kebaikan

Bekaci | Selasa, 23 Februari 2021 | 23:39 WIB

Kecuali Jateng, Kasus Aktif Covid-19 di 7 Provinsi Jawa - Bali Turun

Kecuali Jateng, Kasus Aktif Covid-19 di 7 Provinsi Jawa - Bali Turun

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 17:16 WIB

Ganjar Pranowo Minta Raperda RTRW di Kabupaten dan Kota Segera Diselesaikan

Ganjar Pranowo Minta Raperda RTRW di Kabupaten dan Kota Segera Diselesaikan

Jawa Tengah | Selasa, 23 Februari 2021 | 13:10 WIB

Vaksinasi di Jawa Tengah, Ganjar Minta Kepala Daerah Serius Mengawal

Vaksinasi di Jawa Tengah, Ganjar Minta Kepala Daerah Serius Mengawal

Jawa Tengah | Selasa, 23 Februari 2021 | 08:40 WIB

Ganjar Pranowo Tempel Prabowo Jadi Kandidat Potensial Pilpres 2024

Ganjar Pranowo Tempel Prabowo Jadi Kandidat Potensial Pilpres 2024

Jawa Tengah | Senin, 22 Februari 2021 | 18:37 WIB

Terkini

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:02 WIB

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 10:53 WIB

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:50 WIB

×