Cerita Bidan yang Membantu Para Ibu Melahirkan di Ibu Kota Horor Kolombia

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 02 Maret 2021 | 16:35 WIB
Cerita Bidan yang Membantu Para Ibu Melahirkan di Ibu Kota Horor Kolombia
BBC

Suara.com - Feliciana Hurtado berjalan-jalan dengan senyum lebar di wajah di tengah panasnya Buenaventura, tempat ia membantu banyak ibu melahirkan banyak bayi selama 30 tahun terakhir.

Perempuan berusia 68 tahun itu menyapa para ibu yang telah dia bantu dan anak-anak mereka.

Hurtado tinggal di daerah yang relatif aman di kota pelabuhan itu, yang sebagian besar penduduknya adalah Afro-Kolombia, di pantai barat Kolombia yang miskin dan dilanda konflik.

Namun, pekerjaannya sebagai bidan sering membawanya ke lingkungan yang berbahaya dan bermasalah.

Buenaventura memiliki sejarah panjang konflik kekerasan, yang membuatnya dijuluki "ibu kota horor" Kolombia.

Sejak 1988, geng-geng bersenjata telah bersaing untuk mendapatkan kendali teritorial atas rute narkoba keluar dari pelabuhan dan melakukan pemotongan anggota tubuh lawan yang mengerikan di "casas de pique" (bahasa Spanyol untuk rumah potong).

Pada tahun 2014, militer Kolombia melakukan intervensi di Buenaventura untuk mengambil alih situasi.

Intervensi memberikan stabilitas jangka pendek, tetapi Buenaventura sekarang mengalami gelombang kekerasan baru.

Bidan seperti Hurtado menempatkan diri mereka dalam risiko demi membantu perempuan yang tinggal di daerah kekerasan, melahirkan.

Hurtado ingat saat anggota kelompok bersenjata menghentikannya saat ia akan memasuki lingkungan berbahaya di kota dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepadanya.

"Kenapa Anda di sini? Siapa yang mengirim Anda? Anda berasal dari rumah yang mana?"

"Saya akan memberi tahu mereka bahwa saya ada di sana untuk membantu seorang perempuan hamil dan akan mengatakan ke rumah mana saya harus pergi.

"Kemudian mereka akan pergi dan memverifikasi. Seandainya tidak ada perempuan hamil, saya akan mendapat masalah."

'Ibu melahirkan tak merasa sendiri'

Bidan tradisional Afro-Kolombia telah ada selama berabad-abad di pantai Pasifik Kolombia.

Pada 2017, pemerintah Kolombia mendeklarasikannya sebagai warisan nasional dalam upaya mengenali dan melestarikan pengetahuan nenek moyang perempuan.

Di Buenaventura saja, setidaknya ada 40 bidan tradisional Afro-Kolombia.

Pada tahun 1988, para perempuan ini bergabung membentuk Asosiasi Bidan Bersatu Pasifik (Asoparupa) di bawah pimpinan Rosmilda Quiñones.

Asosiasi ini mendukung lebih dari 250 bidan di seluruh wilayah Kolombia Pasifik yang melayani antara 4.500 dan 5.000 kelahiran setiap tahun.

Dikenal sebagai "las parteras" (bahasa Spanyol untuk bidan), mereka menggunakan teknik dan pengobatan tradisional dalam pekerjaan mereka, seperti memberikan tomaseca, analgesik beralkohol ampuh yang dibuat dengan tanaman obat untuk mencegah kram.

Banyak perempuan Afro-Kolombia mengatakan bahwa mereka lebih memilih layanan partera daripada pergi ke klinik lokal.

Helen González, 22 tahun, yang melahirkan seorang anak laki-laki sembilan bulan lalu dengan bantuan Hurtado, berkata: "Begitu kontraksi mulai, partera memberikan dukungan.

"Ibu melahirkan tak akan merasa sendiri. Saya tidak tertarik dalam pergi ke rumah sakit karena saya akan merasa terisolasi. "

Daerah yang dikuasai geng

Bagi perempuan lain yang tinggal di zona konflik dan karenanya tidak dapat meninggalkan lingkungannya dengan aman, tidak ada pilihan lain.

Aktivis kesetaraan gender Kolombia, Alejandra Coll, menjelaskan bahwa partera sering bertindak sebagai perantara untuk membantu perempuan melahirkan di lingkungan yang dikendalikan oleh geng bersenjata.

"Ketika seorang perempuan hamil membutuhkan pemeriksaan atau siap melahirkan, parteramelakukan intervensi terhadap para pasukan bersenjata," katanya.

"Mereka bahkan sering memiliki otoritas karena mereka membantu ibu mereka [para pasukan bersenjata] melahirkan mereka."

Hurtado, yang memiliki 13 saudara kandung, memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam menangani anggota geng.

"Saya datang dan menyapa mereka. Saya menanyakan kabar mereka dan memberi tahu mereka bahwa saya ada di sana untuk bekerja."

Dia menekankan bahwa dia bersikap sopan dan ramah dan orang-orang bersenjata itu menanggapi dengan baik.

Meskipun kelompok bersenjata lokal tampaknya menghormati bidan, Asoparupa mengatakan bahwa beberapa perempuan mengalami ancaman dari geng bersenjata saat bekerja di lingkungan yang berbahaya.

Mereka juga terjebak dalam baku tembak saat geng-geng tersebut bertempur memperebutkan wilayah.

"Saya pernah tidak bisa pulang karena ada baku tembak," kata Hurtado saat menceritakan perjalanannya yang sangat sulit untuk memeriksa seorang perempuan hamil di daerah di mana geng bersenjata aktif.

Duduk di bawah cahaya yang berkedip-kedip di rumahnya saat tetangganya menyalakan musik reggaeton dari speaker raksasa, Hurtado mengatur alat persalinannya di atas meja.

Sarung tangan karet, stetoskop dan gunting untuk memotong tali pusar telah ditata dengan hati-hati dan siap digunakan saat ia harus segera membantu ibu melahirkan.

Partera sangat mencintai pekerjaan mereka dan banyak bidan yang menjalan profesi itu secara turun temurun.

Graciela Murillo, 60, menjelaskan bahwa ibunya adalah seorang partera.

Dia tumbuh dengan mengamati pekerjaan ibunya dan ingin mengikuti jejaknya sejak usia delapan tahun.

Cucu perempuan Murillo sekarang ingin mengikuti jejaknya juga.

Para bidan mengatakan gaji mereka bervariasi dan dalam beberapa kasus pasien mereka tidak mampu membayar sama sekali.

Namun, mereka masih akan melayani ibu hamil itu.

"Dalam beberapa kasus, kami harus merogoh kocek sendiri," kata Murillo, yang terus merawat perempuan hamil itu, bahkan selama pandemi virus corona.

Namun, terlepas dari risiko di kota yang sama berbahayanya dengan Buenaventura, bidan seperti Murillo dan Hurtado tetap setia pada pekerjaan mereka.

"Itu bagian dari diri saya. Ketika saya mendengar seseorang melahirkan, saya ada di sana," kata Hurtado seraya tertawa.

"Saya tidak peduli tentang risiko yang ada atau kapan saya harus membantu ibu hamil."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Heroik Bidan Dona Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai Demi Obati Pasien Diganjar Motor Plat Merah

Aksi Heroik Bidan Dona Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai Demi Obati Pasien Diganjar Motor Plat Merah

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 18:27 WIB

5 Fakta Viral Bidan di Sumbar Berenang Seberangi Sungai Demi Obati Pasien, Baju Kering di Badan!

5 Fakta Viral Bidan di Sumbar Berenang Seberangi Sungai Demi Obati Pasien, Baju Kering di Badan!

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 12:36 WIB

Polisi Ringkus 3 Pelaku Begal Sadis di Depok, Korban Perawat dan Bidan Luka Berat Disabet Sajam

Polisi Ringkus 3 Pelaku Begal Sadis di Depok, Korban Perawat dan Bidan Luka Berat Disabet Sajam

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 16:18 WIB

Bidan Jadi Sopir Ambulans: Kisah Heroik di Dairi Akibat Efisiensi Anggaran!

Bidan Jadi Sopir Ambulans: Kisah Heroik di Dairi Akibat Efisiensi Anggaran!

Video | Selasa, 22 April 2025 | 18:03 WIB

Persalinan Nyaman dan Minim Trauma Berkat Hipnobirthing ala Bidan Puji Batam

Persalinan Nyaman dan Minim Trauma Berkat Hipnobirthing ala Bidan Puji Batam

Health | Minggu, 09 Maret 2025 | 02:14 WIB

Aaliyah Massaid Sampai Kena Tegur, Benarkah Ibu Hamil Gak Boleh Gendong Balita? Ini Kata Bidan

Aaliyah Massaid Sampai Kena Tegur, Benarkah Ibu Hamil Gak Boleh Gendong Balita? Ini Kata Bidan

Lifestyle | Kamis, 30 Januari 2025 | 09:45 WIB

Awalnya Menolak Keras, Ini Alasan Indra Priawan Akhirnya Izinkan Nikita Willy Lahiran di Rumah bersama Bidan

Awalnya Menolak Keras, Ini Alasan Indra Priawan Akhirnya Izinkan Nikita Willy Lahiran di Rumah bersama Bidan

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2025 | 14:14 WIB

Menaksir Biaya Persalinan Anak Kedua Nikita Willy: Water Birth Dibantu Bidan Langganan Artis 'Twilight'

Menaksir Biaya Persalinan Anak Kedua Nikita Willy: Water Birth Dibantu Bidan Langganan Artis 'Twilight'

Lifestyle | Selasa, 17 Desember 2024 | 14:58 WIB

Belasan Tahun Beroperasi Baru Tertangkap, Dua Bidan Ini Ternyata Sudah Jual Puluhan Bayi hingga ke Papua

Belasan Tahun Beroperasi Baru Tertangkap, Dua Bidan Ini Ternyata Sudah Jual Puluhan Bayi hingga ke Papua

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 15:49 WIB

Kontennya Tulus dan Inspiratif, Bidan dan Konten Kreator dari Pedalaman Papua Dipilih Jadi BA Produk Kecantikan

Kontennya Tulus dan Inspiratif, Bidan dan Konten Kreator dari Pedalaman Papua Dipilih Jadi BA Produk Kecantikan

Lifestyle | Senin, 09 Desember 2024 | 21:10 WIB

Terkini

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB