MIT Kian Terdesak, Pakar: Bertahan dengan Cara Apa yang Mereka Bisa

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 03 Maret 2021 | 15:21 WIB
MIT Kian Terdesak, Pakar: Bertahan dengan Cara Apa yang Mereka Bisa
BBC

Suara.com - Empat bulan sejak kejadian pemenggalan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, belum ada tanda-tanda kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora dapat diringkus. Alih-alih dibekuk, kelompok itu justru terlibat kontak tembak dengan satgas Madago Raya hingga menewaskan satu anggota TNI pada Senin (01/03).

Kepolisian mengklaim kelompok MIT sudah melemah dengan senjata yang mereka miliki saat ini. Sementara pengamat terorisme menengarai wilayah persembunyian kelompok MIT mengecil.

Bagaimanapun, pegiat perdamaian wilayah Poso mengatakan operasi keamanan telah berlarut-larut dan tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baku tembak yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora terjadi di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin (01/03).

Insiden itu menyebabkan satu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Poso gugur atas nama Praka Dedi Irawan. Dari pihak MIT, terdapat dua anggota mereka yang tewas atas nama Alvin alias Adam serta Khairul alias Irul. Saat ini dua jenazah sudah dimakamkan di wilayah Kota Palu.

Wakil Penanggung Jawab Operasi Madago Raya, Brigjen TNI Farid Makruf, mengatakan prajurit terbaiknya sudah mengenakan rompi antipeluru dan sudah sesuai prosedur dalam bertindak.

"Kontak tembak itu mengenai perut bagian bawah anggota kita dan tidak mengenai rompi anti peluru yang dipakainya," sebut Farid Makruf melalui pesan tertulis.

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa pengejaran masih terus dilakukan Satgas Madago Raya (dulu bernama Satgas Tinombala) di wilayah Pegunungan Andole.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Satgas Madago Raya menemukan 11 butir amunisi senjata api laras panjang, ransel, golok, senter, GPS, dan baterai.

"Saat pengejaran dua orang lolos," ujar Kapolda Abdul Rakhman.

Menurutnya, jumlah personel kelompok MIT saat ini sembilan orang yang terbagi menjadi dua kelompok kecil. Kelompok tersebut sebelumnya beranggotakan 11 orang.

Kapolda Abdul Rakhman Baso mengklaim kelompok MIT pimpinan Ali Kalora mulai melemah.

"Mereka kekurangan logistik bahan makanan. Senjata yang dimiliki kelompok MIT ini tinggal tiga pucuk: dua pucuk senjata pendek dan satu pucuk senjata api panjang," tuturnya.

Kontak tembak tersebut berlangsung empat bulan setelah sebanyak empat orang yang terdiri dari pasangan suami istri, anak, dan menantunya tewas di Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Selain itu ada enam rumah yang dibakar. Salah satu rumah biasa dipakai sebagai tempat ibadah umat Nasrani.

'Semakin terdesak'

Pascakontak tembak kelompok MIT dan Satgas Madago Raya, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, menengarai kelompok MIT pimpinan Ali Kalora saat ini semakin terdesak.

Penilaiannya didasarkan pada alasan bahwa jumlah personel kelompok itu semakin sedikit dan persenjataan yang mereka miliki tinggal tiga pucuk. Selain itu, wilayah persembuyian mereka sudah terdeteksi.

"MIT semakin terdesak. Dan tampaknya susah bagi mereka mendapatkan bantuan dari luar karena posisinya tidak memungkinkan dari sisi itu. Sekat-sekat dari Satgas Madago Raya begitu ketat sehingga bantuan dari luar susah masuk ke mereka. Ini membuat mereka terdesak dan bertahan dengan cara apa yang mereka bisa," kata Ridwan.

Menurutnya, jalan terbaik buat kelompok MIT adalah menyerahkan diri.

"Kalau mereka ini memaksakan diri melawan, maka bisa dipastikan mereka akan habis dalam kontak tembak. Tetapi bisa saja mereka menyerahkan diri menuju ke pos terdekat atau desa terdekat di pegunungan."

"Kemudian menyatakan menyerahkan diri barangkali mereka masih bisa diproses hukum. Tentu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka yang meneror masyarakat," paparnya.

'Yang aman siapa sebenarnya?'

Merlian Gogali, pendiri Sekolah Perempuan dan Institut Mosintuwu untuk perempuan lintas agama di Kabupaten Poso, berpendapat operasi kemanan di Poso berlarut-larut mengingat operasi ini berlangsung sejak 2012 silam. Menurutnya nama sandi operasi sudah diganti, namun metode yang digunakan tetap sama.

Lian mengatakan metode yang sama ini terbukti tidak memberikan rasa aman.

"Bahkan sebaliknya menimbulkan teror dan ketakutan masyarakat dan berdampak signifikan sebenarnya sama masyarakat khususnya terkait dengan ekonomi dan juga sosial."

"Wilayah-wilayah operasi keamanan ini kan berada di ratusan hektare kebun warga. Dan itu mata pencarian utama warga. Karena operasi ini ada banyak warga yang dalam tujuh tahun terakhir meninggalkan puluhan hektare lahan kebunnya di daerah operasi militer dan tidak bisa diolah lagi, sehingga mereka beralih lapangan pekerjaan," kata Lian.

Dia mengatakan warga takut dianggap membantu aparat keamanan oleh kelompok bersenjata, dan sebaliknya warga khawatir dianggap membantu kelompok MIT oleh aparat keamanan.

"Jadi sebenarnya metode ini harus dievaluasi, dari pandangan masyarakat. Supaya operasi ini bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jadi kalau sebutannya operasi keamanan, yang aman ini siapa sebenarnya?" ujar Lian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

Gelar Aksi di BPK RI, Massa Desak Audit Investigatif Dugaan Kredit Macet Kalla Group

Gelar Aksi di BPK RI, Massa Desak Audit Investigatif Dugaan Kredit Macet Kalla Group

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:05 WIB

JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!

JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:01 WIB

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:40 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial

Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial

Health | Kamis, 01 Januari 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB