2 Anggota Partai Suu Kyi Tewas di Penjara, Diduga Disiksa

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 08 Maret 2021 | 23:40 WIB
2 Anggota Partai Suu Kyi Tewas di Penjara, Diduga Disiksa
Seorang pekerja berdiri di belakang memorabilia yang diproduksi untuk mempromosikan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi di sebuah percetakan di Yangon pada 2 September 2020. Ye Aung THU / AFP

Suara.com - Dua anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partai Penasihat Negara tempat Aung San Suu Kyi bernaung , dilaporkan tewas selama penahanan.

Menyadur Anadolu Agency Senin (08/03), anggota keluarga menduga keduanya tewas dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar.

Khin Maung Latt dan Shein Win digerebek pada tengah malam oleh polisi. Keduanya ditangkap bersama puluhan orang lainnya yang merupakan anggota NLD. Keluarga menyebut mereka beragama Islam.

Latt menjabat sebagai kepala NLD di kotapraja Pabedan, sementara Win memimpin cabang partai di kotapraja Hlaing.

Pihak berwenang memberi tahu keluarga pada Minggu pagi bahwa keduanya telah meninggal dan jenazahnya disimpan di rumah sakit militer di Yangon.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi di pengadilan internasional Den Haag, Belanda. (Foto: AFP)
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi di pengadilan internasional Den Haag, Belanda. (Foto: AFP)

Sithu Maung, salah satu dari dua anggota parlemen Muslim NLD yang terpilih dalam pemilu 2020, membenarkan jenazah Latt telah dikembalikan ke keluarganya dari rumah sakit militer.

"Dia kuat dan sehat yang meninggal karena penyiksaan," tulis Maung di media sosial, menambahkan bahwa Latt adalah manajer kampanye pemilihannya pada tahun 2020.

Sementara itu, salah satu keluarga Win mengungkap kecurigaan yang sama karena jenazah ditemukan berlumuran darah.

"Win tampaknya telah disiksa oleh pasukan keamanan selama penahanan semalam. Tubuhnya hampir berlumuran darah. Kami yakin dia disiksa sampai mati," katanya.

"Pihak berwenang belum memberikan alasan apa pun atas kematiannya, tapi berdasarkan luka di tubuhnya, jelas bahwa dia disiksa hingga mati," katanya melalui telepon. Pemakaman keduanya akan dilakukan dengan cara Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menikah Tanpa Restu Orangtua, Pinki Tewas Dibunuh Ayah

Menikah Tanpa Restu Orangtua, Pinki Tewas Dibunuh Ayah

Kalbar | Senin, 08 Maret 2021 | 11:31 WIB

Kejang-kejang Usai Diolesin Lotion, Seorang Kakek Tewas Saat Mau Kencan

Kejang-kejang Usai Diolesin Lotion, Seorang Kakek Tewas Saat Mau Kencan

News | Senin, 08 Maret 2021 | 07:46 WIB

Sadis! Pria Tikam Mantan Pacar karena Tak Terima Nomornya Diblokir

Sadis! Pria Tikam Mantan Pacar karena Tak Terima Nomornya Diblokir

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 20:15 WIB

Terkini

Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras

Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:16 WIB

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:03 WIB

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:46 WIB

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:40 WIB

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:33 WIB