Elon Musk Bikin Wahana Antariksa Starship

Siswanto, BBC

Rabu, 10 Maret 2021 | 10:47 WIB
Elon Musk Bikin Wahana Antariksa Starship
BBC

Suara.com - Elon Musk tengah mengembangkan kendaraan yang dapat mengubah perjalanan luar angkasa selamanya. Starship, itulah namanya, akan menjadi sistem transportasi yang sepenuhnya bisa digunakan kembali dan mampu mengangkut hingga 100 orang ke Mars, yang berjuluk Planet Merah.

Etos perusahaan penerbangan luar angkasa swasta SpaceX milik Elon Musk adalah membangun kehidupan di planet lain. Ini sebagian dimotivasi oleh ancaman eksistensial seperti tabrakan asteroid yang cukup besar untuk memusnahkan umat manusia. Membangun permukiman di planet lain akan memastikan umat manusia tidak punah.

Musk sering berbicara tentang mimpinya membangun kota di Mars. Dia percaya bahwa permukiman di planet lain membutuhkan banyak orang untuk dapat berdiri sendiri.

Demi mewujudkan mimpi ini, dibutuhkan kendaraan yang sesuai. Starship adalah kombinasi roket dan pesawat ruang angkasa yang dapat mengangkut lebih dari 100 orang sekaligus ke Planet Merah.

Sistem ini dirancang untuk dapat digunakan kembali sepenuhnya, yang berarti bagian-bagian utamanya tidak dibuang di laut atau dibiarkan terbakar, seperti yang terjadi pada beberapa sistem peluncuran lainnya, namun dikembalikan dari luar angkasa. Mereka kemudian dapat dipugar dan diterbangkan lagi, sehingga lebih hemat biaya.

Gambaran umum Starship

Saat peluncuran, pesawat ruang angkasa yang disebut Starship, akan duduk di atas roket bernama Super Heavy.

Sistem gabungan memiliki tinggi 120m dan juga disebut sebagai Starship.

Metana menjadi bahan bakarnya dan oksigen berfungsi sebagai pengoksidasi - bahan kimia yang membuat bahan bakar terbakar. Kombinasi itu disebut methalox.

Pilihan bahan bakar ini tidak biasa untuk mesin roket, tapi metana dapat menghasilkan banyak daya dorong. Selain itu, Musk mengatakan CH4 dapat disintesis dari air di bawah permukaan Mars dan dari karbon dioksida (CO2) di atmosfer, menggunakan proses kimia yang dikenal sebagai reaksi Sabatier. Pengisian ulang bahan bakar Starship untuk perjalanan pulang ke Bumi dengan menggunakan sumber daya Mars akan membuat perjalanan jadi lebih praktis dan hemat biaya.

baca juga

Di bagian depan pesawat ruang angkasa - yang kadang-kadang disebut sebagai tingkat atas - terdapat kompartemen muatan besar yang dapat mengangkut kargo besar atau manusia ke tujuan di luar angkasa.

Roket peluncurnya, Super Heavy, lebih kuat daripada peluncur Saturn V yang digunakan untuk misi Apollo Moon pada 1960-an dan 70-an.

Luncurkan dan isi ulang

Setelah terbang dari landasan peluncuran, sistem Starship akan mulai meluncur menuju orbit tujuan.

Ketika bagian atasnya terpisah di luar angkasa, Super Heavy membalik sambil jatuh kembali ke Bumi.

Sementara itu, bagian atas Starship dapat dimasukkan ke dalam "orbit parkir" setelah pemisahan, yang memungkinkannya untuk pengisian ulang bahan bakar.

"Jika Anda hanya menerbangkan [Starship] ke orbit dan tidak melakukan pengisian ulang, itu cukup bagus - Anda bisa angkut 150 ton ke orbit rendah Bumi, dan tidak punya bahan bakar untuk pergi ke tempat lain," jelas Musk dalam pidato di sebuah konferens pada tahun 2017.

"Jika Anda mengirimkan tanker dan mengisi ulang bahan bakar di orbit, Anda dapat mengisi kembali tangki sampai penuh, dan membawa 150 ton [muatan] sampai ke Mars."

Untuk mengisi kembali bahan bakar, pesawat ruang angkasa itu akan bertaut dengan Starship lain - yang sudah berada di orbit - yang fungsinya hanya sebagai depot bahan bakar.

Untuk apa Starship akan digunakan?

Untuk perjalanan jarak jauh bolak-balik ke Mars - yang bisa memakan waktu hingga sembilan bulan sekali jalan - Musk berencana memasang sekitar 40 kabin di area muatan dekat bagian depan panggung atas.

"Anda bisa memasukkan lima atau enam orang per kabin, jika Anda ingin cukup padat. Tapi saya rasa kami berharap bisa dua atau tiga orang per kabin, dan kurang-lebih sekitar 100 orang per penerbangan ke Mars," kata Musk.

Tempat muatan juga akan menampung area umum, ruang penyimpanan, dapur dan tempat berlindung di mana orang-orang dapat berlindung dari badai matahari, yaitu ketika Matahari memuntahkan partikel bermuatan yang berbahaya bagi manusia.

Starship mungkin juga memainkan peran dalam program Artemis NASA, yang bertujuan untuk membangun kehadiran manusia jangka panjang di Bulan. Pada tahun 2020, SpaceX mendapat hibah $135 juta dari NASA untuk memajukan desain Starship sehingga dapat digunakan sebagai pesawat pendarat berawak di bulan.

Versi yang disesuaikan untuk penerbangan Artemis tidak akan memiliki pelindung panas atau penutup yang diperlukan untuk perjalanan kembali ke Bumi. Sebaliknya, Starship Human Landing System akan tetap berada di luar angkasa setelah peluncuran awalnya dari Bumi, yang akan digunakan untuk beberapa perjalanan bolak-balik antara orbit bulan dan permukaan Bulan.

Versi Starship yang tidak berawak, atau kargo, memiliki ruang muatan yang terbuka seperti mulut buaya sehingga dapat digunakan untuk meluncurkan satelit. SpaceX mengatakan kapasitas muatan yang besar membuka kemungkinan untuk jenis baru misi penelitian dengan robot, termasuk teleskop yang lebih besar dari observatorium James Webb - penerus teleskop Hubble.

Sistem ini bahkan dapat digunakan untuk perjalanan berkecepatan tinggi antara berbagai tujuan di Bumi.

Musk mengatakan bahwa Starship pada akhirnya dapat membawa orang ke tujuan di "Tata Surya yang lebih besar", termasuk planet gas raksasa seperti Jupiter. Tapi ini tetap menjadi tujuan jangka panjang.

Kapan Starship akan terbang?

Dalam beberapa tahun terakhir, SpaceX telah menguji berbagai prototipe dari bagian atas Starship di fasilitas mereka di Boca Chica, Texas.

Perusahaan ini memulai dengan kendaraan uji setinggi 39m yang disebut Starhopper, yang bentuknya mirip menara air. Sejak menerbangkan kendaraan ini ke ketinggian 150m di atas tanah, SpaceX telah mengembangkan prototipe Starship yang semakin kompleks.

Prototipe pertama yang diberi nomor seri Starship (SN8) terbang ke ketinggian 12,5 km pada Desember 2020. Ia sukses mendarat di Bumi, memberikan data teknis yang berharga kepada SpaceX tentang tahap terakhir dari kembalinya pesawat tersebut dari luar angkasa.

Namun, SN8 mendekati landasan sedikit terlalu cepat dan keras, sehingga roboh dan meledak. SN9, diluncurkan pada Januari 2021, mengalami nasib yang kurang-lebih sama.

Pada bulan Maret tahun yang sama, SN10 berhasil mendarat, tetapi api kemudian muncul di sekitar pangkalannya yang menyebabkan prototipe meledak di landasan pendaratan.

Namun demikian, Elon Musk telah menjanjikan tamasya ke bulan pada tahun 2023 kepada miliarder ritel online Jepang Yusaku Maezawa.

Maezawa akan terbang mengelilingi Bulan dalam Starship bersama delapan orang lainnya.

Musk juga mengatakan akan meluncurkan salah satu pesawat itu dalam penerbangan tanpa awak ke Mars pada tahun 2024.

Meskipun rencana sang pendiri SpaceX kadang-kadang tampak optimis, dia juga telah mengembangkan reputasi untuk selalu mencapai tujuannya, tak peduli seberapa ambisiusnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai

Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:30 WIB

Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin Usai IPO SpaceX, Jauh Lampaui Pengusaha Teknologi Lain

Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin Usai IPO SpaceX, Jauh Lampaui Pengusaha Teknologi Lain

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:13 WIB

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:09 WIB

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:25 WIB

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:38 WIB

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:00 WIB

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 14:00 WIB

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:37 WIB

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:00 WIB

Terkini

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:10 WIB

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:09 WIB

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:03 WIB

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:50 WIB

×