Program Kampus Mengajar Dibuka untuk Mahasiswa Akhir, Ini Keuntungannya

Rifan Aditya

Senin, 15 Maret 2021 | 20:09 WIB
Program Kampus Mengajar Dibuka untuk Mahasiswa Akhir, Ini Keuntungannya
Program Kampus Mengajar Dibuka untuk Mahasiswa Akhir, Ini Keuntungannya - Ilustrasi Mahasiswa mendampingi belajar dari rumah anak-anak sekitar

Suara.com - Kampus Mengajar 2021 segera diluncurkan, berikut syarat pendaftaran Kampus Mengajar 2021 dan manfaat yang diterima pesertanya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka program Kampus Mengajar bagi mahasiswa tingkat akhir minimal semester lima. Pendaftaran angkatan pertama program ini berakhir Februari lalu. Namun, jangan khawatir bagi kamu yang tertarik mengikuti program Kampus Mengajar pemerintah bakal segera meluncurkan angkatan selanjutnya.

Kampus Mengajar diluncurkan pemerintah agar mahasiswa memiliki wadah mengabdi sebagai tenaga pendidik di seluruh sekolah di Indonesia. Program ini dibuka karena di masa pandemi Corona banyak sekolah dasar yang membutuhkan tambahan guru. Mahasiswa yang diterjunkan langsung dalam program Kampus Mengajar selama tiga bulan diharapkan dapat membantu siswa sekaligus guru untuk mengoptimalkan keterbatasan sarana belajar.

Selain belajar secara langsung, program kampus mengajar memberi banyak keuntungan. Mahasiswa terutama dalam peningkatan soft skill.

Mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar selama satu periode penuh berhak mendapatkan uang saku Rp 700.000 per bulan, juga satu kali pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 2,4 juta. Program ini akan mengkonversi beban satuan kredit semester (SKS) perkuliahan sebanyak 12 SKS.   

Dilansir lewat website resmi kemdikbud.go.id, bagi kamu mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi, yaitu:

  1. Mahasiswa aktif minimal semester lima.
  2. Memiliki IPK minimal 3.00 skala 4.00.
  3. Diutamakan memiliki pengalaman berorganisasi atau pengalaman mengajar yang dibuktikan dengan dengan surat rekomendasi, sertifikat, surat keterangan, atau dokumen pendukung lainnya.
  4. Mempunyai catatan baik dan tidak bermasalah di perguruan tinggi yang dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi.
  5. Bukan peserta program Kampus Mengajar Perintis 2020.

Jika memenuhi syarat-syarat di atas, mahasiswa dapat langsung melakukan proses pendaftaran program Kampus Mengajar dengan cara sebagai berikut.

  1. Buka website Merdeka Belajar - Kampus Merdeka lalu klik tombol Login di pojok kanan atas.
  2. Klik pada menu Register jika belum memiliki akun di website tersebut atau langsung Login jika sudah memiliki akun.
  3. Buat akun terlebih dahulu dengan mengisikan data diri antara lain: nama lengkap, tanggal lahir, email, dan memilih register sebagai mahasiswa. Verifikasi akun akan dilakukan dengan mengirimkan pesan verifikasi ke alamat email terdaftar, untuk itu pastikan alamat email aktif.
  4. Login dengan akun yang telah terverifikasi tersebut.
  5. Setelah masuk ke menu dashboard, pilih kategori Mengajar di Sekolah.
  6. Selanjutnya akan diarahkan ke halaman Program Kegiatan dan pilih Program Kampus Mengajar.
  7. Setelah memilih program akan muncul halaman yang memuat informasi kegiatan dan Form Regustrasi Kegiatan.
  8. Klik melamar sekarang dan isi data untuk meng-upload persyaratan seperti transkrip nilai, rekomendasi, sertifikat pengalaman organisasi, dan pilihan lokasi mengajar.
  9. Klik tombol Kirim Sekarang. Setelah ada pemberitahuan Sukses berarti data pendaftaran telah tersimpan.

Dosen-dosen di perguruan tinggi juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam program Kampus Mengajar dengan syarat sebagai berikut.

  1. Memiliki data yang valid dalam PDDikti.
  2. Bersedia membimbing 5-8 mahasiswa dalam program Kampus Mengajar.
  3. Mendampingi mahasiswa bimbingan untuk bertemu dengan dinas dan sekolah.
  4. Melakukan sesi pendampingan mahasiswa selama program berlangsung
  5. Memberikan penilaian akhir pada mahasiswa bimbingan.
  6. Memberikan rekomendasi untuk pengembangan diri mahasiswa.

Itulah informasi tentang Kampus Mengajar mulai dari syarat hingga manfaat yang akan didapatkan pesertanya.

baca juga

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikritik! Program Kampus Mengajar Kemendikbud Dinilai Tiru Gagasan Anies

Dikritik! Program Kampus Mengajar Kemendikbud Dinilai Tiru Gagasan Anies

News | Kamis, 11 Februari 2021 | 08:27 WIB

Syarat dan Cara Pendaftaran Kampus Mengajar 2021, Program Kampus Merdeka

Syarat dan Cara Pendaftaran Kampus Mengajar 2021, Program Kampus Merdeka

News | Rabu, 10 Februari 2021 | 17:36 WIB

Alur dan Jadwal Pendaftaran Kampus Mengajar 2021 Program Kampus Merdeka

Alur dan Jadwal Pendaftaran Kampus Mengajar 2021 Program Kampus Merdeka

News | Rabu, 10 Februari 2021 | 15:51 WIB

Terkini

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

×