alexametrics

Dukung Pemda Turunkan Pengangguran, Menaker Soroti 3 Mekanisme Ini

Fitri Asta Pramesti
Dukung Pemda Turunkan Pengangguran, Menaker Soroti 3 Mekanisme Ini
Menaker Ida Fauziyah bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. (Dok. Kemnaker)

Ida Fauziyah menyebut tiga mekanisme ini dapat digunakan pemda untuk mengoptimalkan SDM yang ada di daerah

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya mendukung program-program yang mendorong terciptanya penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar hubungan kerja, sebagai upaya untuk menurunkan pengangguran yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) sesuai dengan karakteristik demografi daerahnya. 

Program-program yang dilaksanakan daerah, menurut Ida, selayaknya bersinergi dengan program Kementerian Ketenagakerjaan

"Yakni program-program yang mendorong penempatan tenaga kerja baik di dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja, untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri," kata Ida saat menerima audiensi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta secara terpisah di Ruang Kerja Kemnaker, Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Ida bilang, pemda dapat mengoptimalkan SDM yang ada di daerah untuk dapat masuk ke pasar kerja melalui mekanisme Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Lokal (AKL), maupun Antar Kerja Antar Negara (AKAN).

Baca Juga: Indonesia Dorong Dialog Sosial dan Tripartisme Masuk Sistem Pembangunan PBB

Selain itu, pemda juga dapat mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi, sehingga mampu bersaing dengan SDM daerah lain dan berkompetisi di pasar kerja nasional. 

Menaker Ida Fauziyah bersama Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. (Dok. Kemnaker)
Menaker Ida Fauziyah bersama Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. (Dok. Kemnaker)

"Termasuk pula program-program pemberdayaan bagi tenaga kerja disabilitas, muda, wanita, dan lanjut usia, agar tenaga kerja khusus yang vulnerable (rentan) ini memperoleh kesempatan sama untuk masuk dalam pasar kerja," papar Ida. 

Potensi SDA, imbuh Ida, dapat digali lebih dalam lagi untuk dimaksimalkan pemanfaatannya oleh SDM di daerah sehingga diharapkan dapat menciptakan wirausaha baru maupun lanjutan, yang pada akhirnya mendorong terciptanya perluasan kesempatan kerja. 

"Pengembangan jejaring kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan stakeholder terkait penempatan tenaga kerja perlu dijalin secara konsisten sehingga masing-masing pihak dapat berkontribusi secara maksimal sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing, " katanya. 

Sementara Dirjen Bilattas Budi Hartawan mengatakan kedua Pemda (Sumedang dan Sawahlunto) sepakat untuk meningkatkan kompetensi para pencari kerja dan pekerja yang ada di masing-masing daerahnya, melalui peningkatkan peran BLK baik UPTD, dan bantuan paket-paket pelatihan yang diberikan pusat.

Baca Juga: Kemnaker dan BPJamsostek Integrasikan Data Penerima Program JKP

"Peran BLK di masing-masing daerah akan terus ditingkatkan, baik melalui APBD maupun pendampingan, bantuan sarana prasarana, maupun bantuan paket-paket pelatihan dari pusat.

Komentar