Banjir NTT, Menag ke Anak Buah: Bantu Saudara-saudara yang Kena Musibah

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 05 April 2021 | 12:34 WIB
Banjir NTT, Menag ke Anak Buah: Bantu Saudara-saudara yang Kena Musibah
Menag Yaqut Cholil Qoumas (tengah). [ANTARA/Muh Hasanuddin]

Suara.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memerintahkan jajarannya di Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk terjun langsung memberi bantuan bagi korban terdampak banjir bandang dan longsor.

"Saya minta Kakanwil NTT berikut kepala kantor Kementerian Agama yang daerahnya terdampak untuk proaktif membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah," ujar Yaqut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag yang dipantau secara virtual, Senin.

Menag menyampaikan rasa duka kepada para korban terdampak bencana banjir bandang serta longsor dan berharap mereka mendapatkan bantuan sesegera mungkin.

Ia juga berharap para korban bisa segera pulih dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Bersama-sama menyampaikan simpati duka cita untuk saudara kita di NTT yang sedang mengalami musibah banjir bandang dan tanah longsor, semoga segera mendapatkan pertolongan dan bisa segera di Recovery. Mudah-mudahan mereka juga dalam keadaan baik-baik saja," kata dia.

Sebelumnya, beberapa wilayah seperti di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, dilanda banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Di NTT, banjir bandang menimpa wilayah Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat. Sementara di NTB, bencana banjir melanda Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata sekitar 256 jiwa mengungsi akibat musibah tersebut. Dari data sementara, 44 orang meninggal dunia dan 24 jiwa masih dinyatakan hilang.

Adapun BMKG menyatakan banjir bandang yang terjadi di NTT dan sekitarnya disebabkan adanya siklon tropis Seroja.

"Siklon tropis Seroja di Perairan Kupang menyebabkan tinggi gelombang laut lebih dari enam meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan NTT," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo.

BMKG memperkirakan siklon tropis Seroja akan semakin menguat dalam 24 jam ke depan dengan kekuatan 55 knot (100 km/jam) dan kecepatan 10 knot (19 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Dengan semakin menguatnya siklon tersebut memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Serta potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Banjir di Flores Timur: Ada Mayat Ditemukan Masih di Atas Kasur

Korban Banjir di Flores Timur: Ada Mayat Ditemukan Masih di Atas Kasur

Bogor | Senin, 05 April 2021 | 12:05 WIB

Banjir Bandang di Bima, Kemensos Kirim Bantuan Logistik Beberapa Tahap

Banjir Bandang di Bima, Kemensos Kirim Bantuan Logistik Beberapa Tahap

News | Senin, 05 April 2021 | 11:59 WIB

Korban Banjir Bandang NTT Melonjak 67 Orang, Jasad Terkubur Lumpur

Korban Banjir Bandang NTT Melonjak 67 Orang, Jasad Terkubur Lumpur

Bali | Senin, 05 April 2021 | 11:57 WIB

Zulhas Instruksikan Kader PAN Bantu Korban Banjir Bandang Flores Timur

Zulhas Instruksikan Kader PAN Bantu Korban Banjir Bandang Flores Timur

Bekaci | Senin, 05 April 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:10 WIB

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:02 WIB

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:51 WIB

Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:39 WIB

Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini

Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini

News | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB

Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng

Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng

News | Sabtu, 11 April 2026 | 11:05 WIB

OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan

OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 10:26 WIB

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

News | Sabtu, 11 April 2026 | 09:49 WIB

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB