alexametrics

Pemerintah Arab Saudi Bakal Berikan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Pemerintah Arab Saudi Bakal Berikan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia
Jamaah saat melakukan tawaf mengelilingi Kabah ketika menjalani ibadah haji September 2016 lalu. [Ahmad Gharabli/AFP]

Essam mengetahui ada calon jemaah haji Indonesia yang harus menunggu hingga puluhan tahun untuk bisa menunaikan salah satu dari rukun Islam tersebut.

Suara.com - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, YM Essam Bin Abed al-Thaqafi memahami tingginya minat masyarakat Indonesia untuk beribadah haji. Karena itu ia menyebut pemerintahannya bakal selalu memberikan kuota haji bagi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Essam saat diwawancarai Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono melalui acara podcastnya yang disiarkan YouTube Masbos Podcast, Selasa (6/4/2021).

Essam mengetahui ada calon jemaah haji Indonesia yang harus menunggu hingga puluhan tahun untuk bisa menunaikan salah satu dari rukun Islam tersebut.

"Tentu saja dari negeri seperti Indonesia, saya dengar ada banyak jemaah haji yang mengantre selama lebih dari 20 sampai 25 tahun," kata Essam.

Baca Juga: Tambah Biaya Prokes, Biaya Haji 2021 Naik Jadi Rp44 Juta

Diaz lantas menyinggung dalam situasi sebelum pandemi Covid-19, pemerintah Arab Saudi memberikan 230 ribu kuota untuk jemaah haji asal Indonesia. Kemudian jumlah tersebut kembali ditambah hingga 50 ribu kuota.

Ia sempat menanyakan akankah Pemerintah Arab Saudi tetap memberikan kuota tambahan bagi Indonesia apabila pandemi Covid-19 sudah mereda. Essam pun meyakini pemerintah Arab Saudi bakal memberikannya.

"Tentu saja, anda tahu bagaimana pentingnya haji bagi masyarakat Indonesia. Ketika kita bicara tentang 220 ribu sampai dengan 230 ribu kuota itu terlihat kecil, namun jumlah itu besar dibandingkan negara lain dan dua tahun lalu kami memberikan 10 ribu kuota tambahan," ungkapnya.

"Insyaallah kami akan berusaha untuk itu. Semoga segala hal segera membaik."

Baca Juga: Tak Hanya Salat Tarawih dan Ied, Wagub DKI: Jualan Takjil Juga Dibolehkan

Komentar