Demi Dapat Tambahan Vaksin Sinovac, Jokowi Diminta Nego Langsung ke China

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Kamis, 08 April 2021 | 17:31 WIB
Demi Dapat Tambahan Vaksin Sinovac, Jokowi Diminta Nego Langsung ke China
Presiden Jokowi. [Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap Presiden Joko Widodo atau Jokowi bernegosiasi langsung dengan Pemerintah China untuk menambah jumlah impor vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech.

Budi menjelaskan, hal itu dilakukan karena pengiriman vaksin kerjasama multilateral melalui GAVI dan melalui bilateral dengan AstraZeneca melalui PT Bio Farma tertunda akibat embargo di negara produsen vaksin.

"Mereka (Sinovac) membuka opportunity tapi memang harus dilakukan di lakukan di level lebih tinggi, jadi level menteri sudah dilakukan, kami merencanakan kalau bisa Bapak Presiden juga melakukan pembicaraan di level yang lebih tinggi, karena kita ingin memastikan cadangan ini ada," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Alternatif lain untuk mengatasi efek embargo vaksin ini adalah dengan mengandalkan program Vaksinasi Mandiri atau Gotong Royong yang dipimpin Kementerian BUMN bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut Vaksin Mandiri akan menggunakan tiga merek Vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong, antara lain CanSino dari China, Sinopharm dari China, dan Sputnik V dari Rusia.

Bio Farma disebut sudah mencapai kesepakatan dengan Vaksin Sinopharm dari China untuk mendatangkan 15 juta dosis yang dibagi beberapa tahap pengiriman mulai akhir April 2021 hingga akhir tahun.

Sementara vaksin merek CanSino dari China dan Sputnik V dari Rusia masih dalam tahap negosiasi, namun total vaksin mandiri diperkirakan ada 35 juta dosis pada tahun ini.

"Jadi kita mencari bumper, cadangan, kalau 100 juta ini ilang ke mana kita bisa kejar dalam waktu singkat tahun ini," lanjut Budi.

Namun, pemerintah kata Budi terus bernegosiasi dengan GAVI dan AstraZeneca agar embargo dicabut dan pengiriman vaksin tetap bisa dilakukan sesuai jadwal.

baca juga

"Strategi nomor satu kita bicara dengan gavi 'kamu sudah janji dulu segini ya tolong dipenuhi janjinya, saya mengerti ada kesulitan, tapi tolong dicarikan jalan', jangan problemnya dilepas ke kita," pungkasnya.

Diketahui, 100 juta dosis vaksin Covid-19 terlambat datang ke Indonesia akibat kebijakan embargo dari sejumlah negara produsen vaksin, vaksinasi bulan April tersendat.

100 juta dosis vaksin itu didatangkan melalui skema multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta secara gratis, yang seharusnya datang 11 juta pada Maret-April, ditunda ke Mei 2021.

Sementara 50 juta vaksin melalui mekanisme bilateral melalui PT Bio Farma ke AstraZeneca yang rencananya bisa didatangkan tahun ini harus dicicil; 20 juta dosis tahun ini, 30 juta sisanya diundur ke 2022.

Hal ini membuat progress vaksinasi Covid-19 di tanah air berjalan lambat pada bulan ini, sebab PT Bio Farma juga tengah melakukan perawatan terhadap alat produksi sehingga bahan baku vaksin Sinovac juga tak terlalu banyak yang bisa diproduksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segera Habis, Dinkes Bantul Sebut Vaksin Sinovac Tinggal 5.290 Vial

Segera Habis, Dinkes Bantul Sebut Vaksin Sinovac Tinggal 5.290 Vial

Jogja | Selasa, 06 April 2021 | 19:10 WIB

Tak Langsung Manjur usai Suntik, Simak Lama 4 Vaksin Ini Bangun Antibodi

Tak Langsung Manjur usai Suntik, Simak Lama 4 Vaksin Ini Bangun Antibodi

Health | Selasa, 06 April 2021 | 15:42 WIB

Tepis Hoaks Vaksin Sinovac Haram, MUI Ungkap Hasil Audit Langsung ke China

Tepis Hoaks Vaksin Sinovac Haram, MUI Ungkap Hasil Audit Langsung ke China

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 18:39 WIB

Giliran Mitra Ojek Online Divaksin, Stok Sinovac Menipis di Balikpapan

Giliran Mitra Ojek Online Divaksin, Stok Sinovac Menipis di Balikpapan

Kaltim | Sabtu, 27 Maret 2021 | 16:37 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×