BRIN Dikhawatirkan Bakal Bersifat Birokratis

Jum'at, 16 April 2021 | 19:56 WIB
BRIN Dikhawatirkan Bakal Bersifat Birokratis
Robertus Robet [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso]

Suara.com - Anggota Streering Committe Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik Robertus Robet menyatakan kekhawatirannya Badan Riset dan Inovasi Nasional, lembaga pecahan dari Kementerian Riset dan Teknologi, akan bersifat birokratis. Apalagi badan ini terbentuk karena dorongan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Dilihat dari kultur birokrasi di Indonesia dalam satu model pelembagaan, yang apalagi dengan satu drive politik dan ideologi yang sangat sempit seperti itu dia akan berhenti pada birokratisasi nanti,” kata Robet, Jumat (16/4/2021).

Robert mengatakan hal itu akan menghambat perizinan bagi peneliti asing yang ingin terlibat dalam ilmu pengetahuan di Tanah Air.

“Yang saya khawatirkan yang terjadi adalah semacam nasionalisme sempit dan birokratisasi dari dunia riset. Nah kalau itu yang terjadi kita celaka,” ujarnya.

Padahal, menurut Robert, dalam perkembangan ilmu pengetahuan, peneliti Indonesia tidak bisa begitu saja lepas dari peneliti asing.

“Kenapa, loh bagaimana kita mau maju, kalau kita nggak berani encountering itu dengan dunia luar, dengan penelitian-penelitian luar gitu lah. Yang itu akan terjadi dengan dalih nasionalisme yang sebenarnya nggak bisa juga, sebenarnya keliru itu,” ujar dia.

Sepeti pemberitaan beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan BRIN bakal berada di bawah Presiden.

Menurutnya, BRIN bakal menjadi sebuah infrastruktur yang sangat penting bagi percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia tidak mau apabila Indonesia kalah dengan Singapura dan Korea Selatan yang sudah maju lebih jauh karena risetnya yang sangat baik.

“Bagi PDI Perjuangan, dalam kerangka ideologis, BRIN inilah yang akan menjadi penopang agar Indonesia berdikari," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Disebut Akan Buat BRIN, Rocky Gerung: Saya Ingat Proyek Hitler

Hasto lantas bercerita ketika PDI Perjuangan mencalonkan Presiden Jokowi sebagai Presiden, Megawati bukan bicara soal bagi-bagi jabatan politik. Megawati menyampaikan pentingnya Indonesia memiliki Badan Riset dan Inovasi.

"Ibu Mega menegaskan perlu empat hal. Yaitu meneliti tentang ilmu pengetahuan teknologi berkaitan dengan manusianya, berkaitan floranya, berkaitan fauna, dan berkaitan dengan perkembangan teknologi itu sendiri. Jadi Ibu Mega tidak bicara tentang transaksional," tuturnya.

"Ibu Mega berbicara tentang kepentingan bangsa dan negara agar kita jalan berdikari perlu BRIN. Maka BRIN ini sangat penting di dalam membangun spirit kita, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI