Sel Manusia Dikembangkan dalam Embrio Monyet Picu Perdebatan Baru

Siswanto, BBC

Sabtu, 17 April 2021 | 04:15 WIB
Sel Manusia Dikembangkan dalam Embrio Monyet Picu Perdebatan Baru
BBC

Suara.com - Embrio monyet yang mengandung sel manusia telah dikembangkan di laboratorium, sebagaimana dikonfirmasi oleh sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan tim AS-Cina tersebut telah memicu perdebatan baru tentang etika eksperimen semacam itu.

Para ilmuwan menyuntikkan sel induk manusia - sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi banyak jaringan tubuh yang berbeda - ke dalam embrio kera.

Embrio yang sedang berkembang dipelajari hingga 20 hari.

Apa yang disebut embrio spesies campuran, atau chimera, telah diproduksi di masa lalu, dengan sel manusia ditanamkan ke embrio domba dan babi.

Tim ilmuwan dipimpin oleh Prof Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute di AS, yang, pada 2017, membantu membuat hibrida manusia-babi pertama.

Pekerjaan ini dapat membuka jalan dalam mengatasi kekurangan parah organ untuk transplantasi, serta membantu peneliti memahami lebih banyak tentang perkembangan awal manusia, perkembangan penyakit, dan penuaan, katanya.

"Pendekatan chimeric ini bisa sangat berguna untuk memajukan penelitian biomedis tidak hanya pada tahap paling awal kehidupan, tetapi juga tahap kehidupan saat ini."

Dia menegaskan bahwa penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell, telah memenuhi pedoman etika dan hukum saat ini.

"Pada akhirnya, kami melakukan studi ini untuk memahami dan meningkatkan kesehatan manusia," katanya.

'Tantangan etis'

Beberapa ilmuwan, bagaimanapun, telah menyuarakan kekhawatiran tentang percobaan tersebut, meski embrio dalam penelitian ini dihancurkan pada 20 hari, pihak lain lain dapat mencoba untuk melanjutkan penelitian.

Mereka menyerukan debat publik tentang implikasi penciptaan setengah manusia / setengah chimera bukan manusia.

Mengomentari penelitian tersebut, Dr Anna Smajdor, dosen dan peneliti dalam etika biomedis di Fakultas Kedokteran Norwich, Universitas East Anglia, mengatakan hal itu menimbulkan "tantangan etika dan hukum yang signifikan".

Dia menambahkan: "Para ilmuwan di balik penelitian ini menyatakan bahwa embrio chimera ini menawarkan peluang baru karena 'kita tidak dapat melakukan jenis eksperimen tertentu pada manusia'. Tetapi apakah embrio ini adalah manusia atau bukan masih dipertanyakan."

Prof Julian Savulescu, direktur Oxford Uehiro Center for Practical Ethics dan co-director dari Wellcome Center for Ethics and Humanities, University of Oxford, mengatakan penelitian itu "membuka kotak Pandora untuk chimera manusia-bukan manusia".

Dia menambahkan: "Embrio-embrio ini dihancurkan pada 20 hari perkembangannya, tetapi hanya masalah waktu sebelum chimera manusia-non-manusia berhasil dikembangkan, mungkin sebagai sumber organ bagi manusia. Itu adalah salah satu tujuan jangka panjang dari penelitian ini."

Sarah Norcross, direktur Progress Educational Trust, mengatakan bahwa sementara "kemajuan substansial" sedang terjadi dalam penelitian embrio dan sel induk, yang dapat membawa manfaat yang sama substansial, "terdapat kebutuhan yang jelas untuk diskusi dan debat publik tentang etika dan tantangan dalam pembuatan peraturan".

Ikuti Helen di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksperimen Baru: Laporkan Kebaikan Teman Bikin Pelajar 5X Lebih Empati, Tambah Konsentrasi Belajar

Eksperimen Baru: Laporkan Kebaikan Teman Bikin Pelajar 5X Lebih Empati, Tambah Konsentrasi Belajar

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:00 WIB

Di Balik Aksi Unik Ustaz Felix Siauw Kibarkan Bendera One Piece, Ternyata Ini Pesan yang Disampaikan

Di Balik Aksi Unik Ustaz Felix Siauw Kibarkan Bendera One Piece, Ternyata Ini Pesan yang Disampaikan

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:19 WIB

Pieter Huistra Beberkan Progres Eksperimen di Lini Belakang PSS Sleman

Pieter Huistra Beberkan Progres Eksperimen di Lini Belakang PSS Sleman

Your Say | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:23 WIB

Eksperimen Mengerikan, Pria Alami Hal Ini Saat Berada 86 Menit di Ruangan Paling Sunyi di Dunia

Eksperimen Mengerikan, Pria Alami Hal Ini Saat Berada 86 Menit di Ruangan Paling Sunyi di Dunia

Tekno | Minggu, 09 Maret 2025 | 13:43 WIB

Penelitian Tunjukkan Ibu Rumah Tangga Paling Banyak Lakukan Skrining Kesehatan Jiwa, Kenapa Begitu Ya?

Penelitian Tunjukkan Ibu Rumah Tangga Paling Banyak Lakukan Skrining Kesehatan Jiwa, Kenapa Begitu Ya?

Health | Senin, 14 Oktober 2024 | 12:47 WIB

Influencer Ekonomi Bikin Konten Memfotokopi Uang, Eksperimennya Berakhir Mengejutkan!

Influencer Ekonomi Bikin Konten Memfotokopi Uang, Eksperimennya Berakhir Mengejutkan!

News | Senin, 02 September 2024 | 09:42 WIB

Tikus Main Game, Revolusi AI atau Eksperimen Gila?

Tikus Main Game, Revolusi AI atau Eksperimen Gila?

News | Kamis, 11 Juli 2024 | 16:20 WIB

3 Film Eksperimen Sadis pada Manusia, Yakin Berani Nonton?

3 Film Eksperimen Sadis pada Manusia, Yakin Berani Nonton?

Your Say | Jum'at, 19 April 2024 | 20:23 WIB

Memburu Ramuan Awet Muda dalam Novel "Eksperimen Faust"

Memburu Ramuan Awet Muda dalam Novel "Eksperimen Faust"

Your Say | Selasa, 30 Januari 2024 | 12:23 WIB

Eksperimen Sosial: 4 dari 5 Partisipan Punya Jam Kerja Perawatan di atas 40 Jam Per Minggu.

Eksperimen Sosial: 4 dari 5 Partisipan Punya Jam Kerja Perawatan di atas 40 Jam Per Minggu.

Lifestyle | Jum'at, 19 Januari 2024 | 12:51 WIB

Terkini

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB