Kisah Seorang Model Usut Perdagangan Foto-foto Telanjangnya yang Dibajak

Siswanto, BBC

Senin, 19 April 2021 | 11:15 WIB
Kisah Seorang Model Usut Perdagangan Foto-foto Telanjangnya yang Dibajak
BBC

Suara.com - Peringatan: Artikel ini terdapat kata yang vulgar dan referensi tentang kekerasan seksual.

Saat mantan model Jess Davies memulai kariernya di usia 18 tahun, dia tidak tahu bahwa foto-fotonya akan disalahgunakan untuk menipu banyak laki-laki di seluruh dunia.

Jess, yang kini berusia 27 tahun, telah menerima ratusan hingga ribuan pesan dari banyak orang yang mengaku telah berkontak dengan pihak yang menggunakan foto-fotonya. Hingga kini dia tidak pernah tahu mengapa bisa demikian.

Dalam tayangan dokumenter baru di saluran BBC Three, When Nudes Are Stolen, Jess menelusuri di mana dan bagaimana foto-fotonya disalahgunakan - sekaligus mengungkapkan bagaimana hal ituberdampak pada hidupnya

Saya hampir tidak dapat mengingat saat pertama kali terjadi.

Saya waktu itu mendapat pesan di media sosial, yang bilang bahwa ada orang menggunakan foto-foto saya dan menyaru sebagai saya lewat daring (online).

Pada awalnya saya kira itu itu cuma terjadi sekali saja, tetapi sudah hampir 10 tahun kemudian saya masih menerima pesan semacam itu nyaris setiap pekan.

Pelaku mengganti seluruh identitas saya atau menggunakan foto saya dengan nama palsu, lalu mereka menggunakan profil itu untuk mencoba mendapatkan uang dari laki-laki yang tidak menaruh curiga.

Korban rata-rata baru tahu siapa saya sebenarnya setelah mengecek lewat piranti verifikasi foto (reverse image search) dan menemukan profil media sosial saya yang sebenarnya.

baca juga

Pelaku bisa memakai foto-foto lama saya: saat sedang duduk di sofa rumah, saat masih bayi, atau ketika di permainan bisbol. Bahkan foto ketika saya bersepeda dengan ayah pun mereka pakai juga.

Namun ada kesamaan: hampir semua profil palsu ini mencantumkan foto-foto saat saya masih remaja.

Saat ini saya bekerja sebagai model dan influencer, namun saat masih 18 tahun saya ingin jadi seorang model glamor, tampil di majalah-majalah seperti Nuts, Zoo, dan FHM - yang digemari para laki-laki muda di Inggris.

Saya belum pernah berpose telanjang bulat, namun saya pernah difoto telanjang dada di majalah-majalah itu. Walau kini versi cetak majalah-majalah tersebut tidak ada lagi, bukan berarti foto-foto yang dulu juga menghilang.

Sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya saat tahu ada seseorang, bahkan mungkin banyak orang, menggunakan foto-foto saya di masa silam untuk penipuan. Seperti berada di pertempuran yang tak terlihat dan saya tidak tahu siapa yang jadi lawan.

Saya berhasil menutup beberapa profil palsu, namun selalu muncul lagi yang baru. Identitas saya selalu dan berulang kali direnggut dan seiring berjalannya waktu ini mempengaruhi perasaan atas diri saya sendiri.

Baru-baru ini saya menemukan penyebab hal tersebut terus terjadi - dan di mana foto-foto saya akan berakhir - berkat bantuan dari penyelidik swasta Laura Lyons.

Laura dan saya bertemu di suatu kantor bercat abu-abu di London. Di sana dia menunjukkan bukti-bukti penemuan foto-foto saya secara daring. Ada sejumlah profil palsu dengan foto saya, seperti "Khira" di Tinder, "Andrea" di Instagram, dan "Jasmine" di Facebook.

Kemudian Laura memperlihatkan saya akun-akun lain yang tidak terbayangkan sebelumnya: di laman layanan escort Prancis, chat seks, dan sejumlah situs porno. Begitu banyak foto yang menatap balik ke saya.

Ada satu profil di laman sexting menggunakan foto saya berusia 19 tahun dengan judul: "Siapa yang mau main skenario perkosaan sekarang?"

Jika seseorang setuju untuk melakukan obrolan seks atau pornografi maka saya tidak melihat ada yang salah dengan itu, tetapi saya tidak pernah melakukan pornografi dan saya tidak menyetujui foto-foto saya digunakan untuk hal itu.

Melihat semua bukti itu dengan mata sendiri benar-benar bikin sakit. Masalahnya begitu besar, saya tidak tahu apakah akan bisa menanganinya, tetapi setidaknya saya perlu tahu mengapa hal itu terus terjadi.

Menurut Laura, sebagian alasannya adalah karena saya memiliki beragam foto rumahan dalam keadaan santai di akun media sosial saya, yang dapat dipadukan dengan gambar model-model glamor masa lalu. Ini berarti lebih mudah untuk menciptakan persona lebih utuh menggunakan foto-foto tersebut.

"Gambar-gambar kamu sangat sangat realistis," kata Laura. "Banyak orang seperti kamu yang profilnya terbuka [untuk diakses] karena tuntutan pekerjaan. Ini yang membuat jauh lebih mudah bagi para penipu karena gampang masuk dan tinggal mencomot materinya."

Foto-foto lama telanjang dada itu rasa-rasanya benar-benar menghantui saya. Di setiap situasi, saat bertemu dengan kenalan-kenalan, membuat saya mengira-ngira apakah mereka juga telah melihat foto-foto itu. Apa yang akan mereka pikirkan bila mencari data saya lewat Google?

Saat kali pertama memutuskan untuk berfoto telanjang dada ketika masih remaja, saya tidak punya gambaran seperti apa internet berdampak.

Begitu ada foto kita yang diunggah ke internet, maka tetap ada di situ selamanya dan tampaknya bakal dipakai begitu saja oleh orang lain sesukanya tanpa ada perasaan bersalah.

"Foto-foto saya ada di mana-mana, dan berulang kali terjadi'

Di Inggris ada aturan-aturan soal foto yang bisa disebarkan atau digunakan secara daring, namun tidak semuanya cocok dalam seperangkat aturan yang solid.

Ada undang-undang hak cipta bahwa bila kita membuat foto dan memiliki royaltinya, maka kita bisa menuntut foto yang dimuat tanpa izin untuk dicabut.

Tantangan yang saya temui yaitu banyak foto tentang saya tapi bukan saya yang memfoto, jadi saya tidak punya hak ciptanya.

Jika seseorang menggunakan foto kita untuk memancing orang, maka hal itu dapat ditindak oleh undang-undang soal penipuan, namun ini tergantung pada situasinya.

Ada juga aturan-aturan lebih baru terkait dengan apa yang disebut "pornografi balas dendam" (revenge porn) - yang diartikan sebagai pelecehan seksual berbasis gambar.

Revenge porn, yang menyebarkan foto atau tayangan video seks pribadi seseorang tanpa izin, sudah menjadi tindak kriminal di Inggris dan Wales pada April 2015. Undang-undang serupa kemudian juga berlaku di Irlandia Utara dan Skotlandia.

Namun, agar bisa ditindak, kita butuh bukti bahwa ada maksud untuk menyebabkan kerugian bagi orang yang foto-fotonya disebarkan dan pembuktian adanya maksud itu dari pelaku bisa menjadi sangat sulit.

Terlebih lagi, Internet sudah mengglobal dan hukum-hukum yang ada hanya berlaku di satu negara itu saja. Sedangkan foto-foto saya sudah di mana-mana dan berulang kali terjadi.

'Hancur hati saya. Seberapa sering foto-foto saya dipakai?'

Saya tidak pernah tahu siapa orang-orang yang menggunakan foto-foto saya dan saat itu lah melintas istilah "e-whoring," versi yang lebih ekstrem dari istilah "catfishing" dengan menggunakan foto-foto telanjang.

Foto-foto orang - kebanyakan perempuan - didagangkan dan dijual paketan di kalangan penipu. Mereka kemudian menyaru sebagai perempuan-perempuan itu untuk mendapat uang dari korban yang tidak menaruh curiga.

Melihat laman-laman tempat foto-foto itu dijual telah mengkhawatirkan. Gambar-gambar orang itu didagangkan dan dijual seperti kartu Pokemon. Muncul pula komunitasnya di forum-forum daring atau ruang-ruang chat yang jadi media perdagangan foto-foto tersebut.

Kadang-kadang mereka yang masuk dalam komunitas itu minta tolong untuk mengidentifikasi sejumlah perempuan sehingga mereka bisa mendapat foto-foto perempuan itu lagi.

Saya memutuskan untuk mengunggah foto diri sendiri di grup itu untuk mencari tahu apakah foto itu memang bakal disalahgunakan.

Hanya dalam dua menit, ada orang yang mengaku punya sepaket foto-foto saya dan bersedia menjualnya demi mendapat voucher Amazon Gift Card senilai US$15.

Hati pun terasa hancur. Seberapa sering foto saya digunakan oleh mereka untuk mengenali saya begitu cepat?

Komunitas yang memperdagangkan foto-foto seperti ini bersifat tertutup. Saya akhirnya berhasil mendapatkan seseorang untuk mau berbicara secara terbuka.

Fulan, demikian nama samaran yang kami buat, kini berusia 20an tahun dan tinggal di New York. Dia mengaku direkrut ke kelompok itu saat berumur 13 tahun oleh remaja yang lebih tua dan mengungkapkan bahwa mereka yang terlibat akan menguntit profil instagram orang lain dan mencomot foto-foto mereka.

Parahnya, dia pun mengaku bahwa foto dan gambar hasil "revenge porn" juga digunakan, walaupun dia sendiri menyatakan tidak pernah memanfaatkannya.

"[Dengan] e-whoring...kita mengelabui orang-orang dan berupaya mengeksploitasi mereka demi dapat keuntungan finansial," kata pemuda bernama Fulan kepada saya.

"Dan seiring bertambahnya usia, saya melihat bahwa orang-orang ini benar-benar mengalami sesuatu dan saya merasa tidak enak setiap kali melakukannya, jadi suatu kali saya berkata 'Oke deh, saya tidak melakukan ini lagi' dan saya keluar."

Fulan merasa menyesal kepada orang-orang yang dia telah eksploitasi namun saya bertanya-tanya apakah dia memikirkan juga dengan perempuan yang gambarnya sudah dia pakai.

"Gambar-gambar itu [dari] gadis-gadis kamera," ujarnya. "Maksudnya, yang memang berfoto sendiri."

"Mengingat risikonya berinternet, jadi seperti, apakah nggak dipikirkan dampaknya?

Walau saya tahu bakal banyak orang yang setuju dengan pendapat Fulan, tapi saya rasa setiap orang pun tidak mau foto-fotonya disalahgunakan. Saya pun tidak terima bila identitas saya dijual atau diperdagangkan secara daring tanpa izin.

Saya harap akan ada perubahan menyangkut bagaimana harus ada izin sebelum foto-foto disebar online. Bagi saya, sederhana saja: bila kita setuju diambil fotonya untuk suatu keperluan, tidak berarti bisa dipakai untuk hal lain oleh orang lain sesukanya.

Bila Anda atau seseorang yang Anda tahu terkena dampak terkait isu yang diangkat dalam cerita ini, sumber-sumber dukungan bisa ditemukan di tautan ini.

Dokumenter berjudul When Nudes Are Stolen kini tersedia di BBC iPlayer.

Seperti yang diutarakan kepada Hannah Livingston.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:02 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan

Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:58 WIB

5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas

5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Terjadi Berulang Sejak 2023! Lebih dari 10 Santri Jadi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Bekasi

Terjadi Berulang Sejak 2023! Lebih dari 10 Santri Jadi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Bekasi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:06 WIB

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×