Lahan Diserang Hama Tikus, Mentan Ajak Petani Sukabumi Manfaatkan Asuransi

Fitri Asta Pramesti

Rabu, 21 April 2021 | 12:40 WIB
Lahan Diserang Hama Tikus, Mentan Ajak Petani Sukabumi Manfaatkan Asuransi
Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian mengimbau petani di Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memanfaatkan asuransi guna mengantisipasi gagal panen akibat serangan hama tikus

Sejumlah lahan pertanian di Tanjakanlengka diserang hama tikus. Ketua RT 04 di Kampung Tanjakanlengka Ginanjar, mengatakan area yang paling terdampak parah adalah di lahan pesawahan di blok Lebakjero dengan luas 5 hektare. 

"Keseluruhan lahan sawah warga seluas 13,5 hektare, sekitar 5 hektare-nya rusak akibat serangan hama tikus. Para petani sudah berupaya mengusir dan membasmi hama itu. Mulai dari memasang ranjau, menebar racun dan membakar semak-semak di sekitar sawah. Namun upaya itu sia-sia," kata Ginanjar.

Meski berbagai upaya dilakukan, beber Ginanjar, serangan hama tikus makin merajalela. Akibatnya, para petani setempat memprediksi bakalan terjadi gagal panen.

"Pada musim panen tahun ini, para petani diprediksi bakal merugi. Sebab, banyak tanaman padi milik petani di wilayah kampung tersebut, dipastikan gagal panen. Lantaran serangan hama tikus tersebut. Jadi, hama tikus itu menyerang pada bagian batang padi. Sehingga sebagian tanaman padi banyak yang mati," ucap Ginanjar.

Terkait hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani untuk mengakses program asuransi pertanian yang memungkinkan para petani mendapatkan klaim sebesar Rp 6 juta perhektare. 

"Kita memiliki program asuransi pertanian. Program ini bisa membantu petani menjaga lahan. Jika pun terjadi gagal panen, petani akan dibantu klaim sebesar Rp 6 juta perhektare. Dengan klaim ini petani tidak akan rugi meski gagal panen," kata Syahrul, Selasa (20/4/2021).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana.

"Asuransi akan meng-cover lahan pertanian dari perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama," tuturnya.

baca juga

Sarwo menambahkan, pemerintah sendiri sedang berusaha menggenjot pemanfaatan asuransi.

"Dengan asuransi, produktivitas akan tetap terjaga. Oleh karena kita akan mengimbau petani untuk mengasuransikan lahan," tandas Sarwo. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Indonesia : Pupuk Subsidi Cukup untuk Enam Minggu ke Depan

Pupuk Indonesia : Pupuk Subsidi Cukup untuk Enam Minggu ke Depan

Bisnis | Rabu, 21 April 2021 | 09:09 WIB

Irma Suryani Sebut Pupuk Subsidi Tanggung Jawab 3 Kementerian Ini

Irma Suryani Sebut Pupuk Subsidi Tanggung Jawab 3 Kementerian Ini

News | Senin, 19 April 2021 | 15:53 WIB

Agar Tepat Sasaran, IPB: Distribusi Pupuk Tak Bisa Dibebankan Kementan Saja

Agar Tepat Sasaran, IPB: Distribusi Pupuk Tak Bisa Dibebankan Kementan Saja

Bisnis | Senin, 19 April 2021 | 11:48 WIB

Lahan Banjir, Mentan Dorong Petani Pagaralam Gunakan Asuransi Agar Tak Rugi

Lahan Banjir, Mentan Dorong Petani Pagaralam Gunakan Asuransi Agar Tak Rugi

News | Minggu, 18 April 2021 | 18:46 WIB

Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Terciptanya Kolaborasi dan Sinergi

Ketahanan Pangan, Mentan Dorong Terciptanya Kolaborasi dan Sinergi

News | Minggu, 18 April 2021 | 12:33 WIB

Mentan SYL Ingin Jeneponto Jadi Pusat Pertanian-Peternakan Berkualitas

Mentan SYL Ingin Jeneponto Jadi Pusat Pertanian-Peternakan Berkualitas

Sulsel | Sabtu, 17 April 2021 | 16:38 WIB

Terkini

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 07:44 WIB

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

×