Covid-19 di India: RS Penuh, Krematorium Penuh, Warga Meninggal di Ambulans

Siswanto, BBC

Rabu, 21 April 2021 | 12:51 WIB
Covid-19 di India: RS Penuh, Krematorium Penuh, Warga Meninggal di Ambulans
BBC

Suara.com - Gelombang kedua pandemi Covid-19 tengah mencengkeram India, ditandai dengan meroketnya angka kasus positif.

Dampak dari gelombang kedua pandemi paling terasa di negara bagian Uttar Pradesh, yang juga dikenal sebagai negara bagian dengan jumlah penduduk terbanyak.

Jumlah penduduknya mencapai 240 juta jiwa.

Jika Uttar Pradesh adalah negara, wilayah ini akan menjadi negara keempat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah China, India, Amerika Serikat dan Indonesia.

Dengan ukuran populasi di atas 240 juta, Uttar Pradesh lebih besar dibandingkan Pakista dan Brasil.

Vimal Kapoor, seorang warga di Varanasi, salah satu kota di Uttar Pradesh, kehilangan sang ibu, yang meninggal dunia di rumah sakit setelah terkena virus corona.

Kapoor menggambarkan situasi di kotanya "menakutkan".

Dalam situasi normal, mendapatkan dokter dan ambulans bisa sangat sulit. Pandemi Covid-19 dan tekanan terhadap sistem kesehatan bisa dipastikan akan membuat warga makin kesulitan mendapatkan layanan dokter.

"Saya saksikan banyak orang meninggal di ambulans. Rumah-rumah sakit menolak pasien karena tidak ada lagi tempat bagi mereka ... obat-obatan dan pasok oksigen juga sangat minim," kata Kapoor.

baca juga

Baca juga:

Kapoor mengungkapkan saat membawa jenazah ibunya untuk dikremasi, dirinya menyaksikan "tumpukan jenazah".

Di mana-mana ambulans dan jenazah

Harga kayu yang dipakai untuk membakar jenazah naik tiga kali lipat dan waktu tunggu untuk mendapatkan tempat pembakaran jenazah makin lama.

Tadinya pihak keluarga menunggu antara 15 hingga 20 menit, namun sekarang harus menunggu hingga lima atau enam jam.

"Saya tak pernah menyaksikan situasi ini sebelumnya, di mana-mana ambulans dan jenazah," kata Kapoor.

Yang juga kehilangan anggota keluarga akibat Covid-19 adalah warga kota Kanpur, Kanwal Jeet Singh.

Ayahnya yang berusia 58 tahun, Niranjan Pal Singh, meninggal dunia di atas ambulans ketika berusaha mendapatkan tempat perawatan setelah sebelumnya ditolak oleh empat rumah sakit.

"Hati saya remuk," kata Singh. "Saya yakin, andai saja dia mendapatkan perawatan, nyawanya bisa diselamatkan. Namun [yang terjadi adalah], kami tak ada mendapatkan bantuan baik dari polisi, otoritas kesehatan, maupun dari pemerintah," jelasnya.

Sejauh ini, terdapat setidaknya 851.620 kasus positif dengan jumlah kematian 9.830 di Uttar Pradesh. Kasus harian bertambah ribuan, meski banyak yang meyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Pemerintah mengatakan "situasinya dapat dikendalikan", namun lokasi-lokasi tes Covid-19 penuh sesak, rumah-rumah sakit kewalahan dan menolak pasien, sementara kayu-kayu yang membakar jenazah di tempat-tempat kremasi seakan tak pernah padam selama 24 jam.

Situasi ini terjadi di kota-kota besar di Uttar Pradesh seperti Varanasi, Kanpur dan Allahabad.


Pusat-pusat kesehatan yang tak bisa lagi menampung pasien membuat warga sangat khawatir.

Seorang perempuan muda di Kanpur, dalam rekaman video, tampak menangis karena dua rumah sakit menolak merawat ibunya.

"Mereka mengatakan tak ada lagi tempat tidur pasien. Kalau tak ada lagi tempat tidur, ya letakkan saja di atas lantai, setidaknya dengan berada di rumah sakit, ibu saya akan mendapatkan perawatan. Ada banyak pasien yang bernasib sama dengan ibu saya, ditolak di mana-mana," kata perempuan muda ini.

"Menteri utama mengatakan tempat tidur di rumah sakit cukup, mana buktinya? Tolong rawat ibu saya," katanya sambil menangis.

'Tak ada petugas yang datang'

Situasi di ibu kota negara bagian, Lucknow, juga sangat mengenaskan.

Warga di kota ini, Sushil Kumar Srivastava, difoto berada di dalam mobil dengan tabung oksigen. Pihak keluarganya membawanya ke beberapa rumah sakit karena ia sangat membutuhkan perawatan.

Saat keluarganya menemukan rumah sakit, semuanya sudah terlambat. Ia meninggal dunia.

Pensiunan hakim, Ramesh Chandra, dan istrinya terkena Covid-19 dan meminta bantuan pemerintah.

"Saya menelepon nomor bantuan pemerintah setidaknya 50 kali. Tak satu pun petugas yang datang baik untuk mengirim obat ataupun membawa kami ke rumah sakit," kata Chandra dalam satu tulisan tangan yang viral di media sosial.

"Karena keruwetan administrasi ... istri saya meninggal dunia pagi tadi," katanya.


Pada hari Minggu (18/04), jumlah kasus positif mencapai 30.596, rekor harian tertinggi sejak pandemi Maret tahun lalu.

Aktivis dan politisi oposisi meyakini angka tersebut bukan angka yang sebenarnya dan mengeklaim angka sebenarnya lebih tinggi lagi.

Mereka mengatakan tidak semua angka kasus dan kematian dicatat oleh pemerintah. Klaim ini bisa jadi ada benarnya.

Singh yang meninggal di Kanpur dan ibu Kapoor yang meninggal di Varanasi tidak dimasukkan ke dalam data pemerintah. Akta kematian yang diterima pihak keluarga tidak menyebutkan bahwa keduanya meninggal karena Covid-19.

Anshuman Rai, direktur Rumah Sakit Heritage, kelompok swasta yang mengelola sekolah kedokteraan dan rumah sakit pemerintah di Uttar Pradesh mengatakan negara bagian kewalahan karena banyak tenaga kesehatan yang jatuh sakit.

Dalam situasi pandemi, kerja sistem kesehatan idealnya ditingkatkan dua kali lipat. "Saat ini kami tak bisa bekerja 100% karena sektor kesehatan sangat tergantung dengan ketersediaan sumber daya manusia," katanya.

Para pengkritik menuduh pemerintah pusat dan negara bagian gagal mengantisipasi datangnya gelombang kedua.

Mereka mengatakan, ketika angka kasus melandai antara September 2020 hingga Februari 2021, mestinya pemerintah mendirikan gudang-gudang tabung oksigen dan menambah pasok obat.

Namun kesempatan, kata mereka, dilewatkan.

Laporan oleh Geeta Pandey, analisis data oleh Shadab Nazmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktor Bollywood Tiger Shroff Ditembak di Jalanan Mumbai

Aktor Bollywood Tiger Shroff Ditembak di Jalanan Mumbai

Entertainment | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Sinopsis Pooja Meri Jaan, Film India Terbaru Mrunal Thakur dan Huma Qureshi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:10 WIB

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Review Hanuman Ansh: Sebuah Sajian Biopic Spiritual India yang Menyentuh

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:39 WIB

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 15:07 WIB

Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra

Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×